
Acara ulang tahun Kenneth digelar malam hari. Namun, sejak pagi dia tidak bisa pergi ke mana-mana. Walaupun hanya untuk datang ke hotel menemui Rhiana.
Kenneth sudah tidak sabar untuk menunggu malam tiba. Dia memberikan sesuatu yang sangat istimewa kepada Rhiana. Tidak hanya menyiapkan penata rias, tetapi juga gaun untuk nanti malam.
Rhiana membuka paket yang berisi gaun yang akan dikenakannya. Terkejut dengan pemilihan Kenneth yang tidak sesuai dengan usianya.
"Haruskah aku menggunakan gaun anak muda ini?" tanya Rhiana pada pihak butik yang datang mengantarkan pesanan Kenneth.
Walaupun dia seorang desainer, tetapi gaun ini sama sekali bukan ciri khas Rhiana. Gaun yang menurutnya cocok dikenakan oleh anak muda itu sangat tidak nyaman dikenakan. Gaun bak Cinderella di negeri dongeng itu tidak mencerminkan Rhiana. Dia lebih suka gaun yang lebih dewasa dari ini.
Rhiana sudah menyiapkan gaun yang begitu cantik dan elegan. Buatan tangannya sendiri. Gaun tanpa lengan yang memiliki belahan rok yang lumayan tinggi. Itu lebih cocok ketimbang gaun model Cinderella yang terlalu mencolok dan tidak menampilkan usia yang sesungguhnya.
"Ini pesanan Tuan Kenneth untuk Anda, Nona. Kami hanya mengantarnya saja."
"Letakkan di situ saja!" Rhiana menunjuk ranjang seusai menutup kotaknya kembali.
"Baik, Nona."
Orang yang mengirimkan gaun itu pasti mengira bahwa Rhiana masih muda. Kecantikan alaminya masih kelihatan. Walaupun usianya 35 tahun, Rhiana pandai merawat diri. Jika disandingkan dengan gadis 25 tahun, dia tidak akan kalah saing.
Waktu berlalu begitu cepat. Rhiana sangat menikmati apa pun yang diberikan Kenneth, kecuali gaun Cinderella itu.
"Tolong rias aku sesuai gaunku ini saja. Maaf, aku tidak bisa memakai gaun pemberian tuanmu," tolak Rhiana.
Penata rias tersebut ingin protes pun tidak bisa. Dia harus menyelesaikan riasannya dalam waktu singkat dan menata rambut Rhiana sesuai dengan gaunnya.
Sementara di mansion, Kenneth terlihat sangat tampan. Hari ini Kenneth sengaja membuat pesta ulang tahun dengan menggunakan topeng. Para tamu undangan yang hadir akan diberikan topeng di pintu masuk, sehingga tidak satu pun orang yang bisa mengenali mereka. Khusus untuk Rhiana, Kenneth sudah menyiapkan topeng khusus agar tidak mudah dikenali. Hanya Kenneth yang tahu bahwa itu adalah Rhiana.
__ADS_1
Sayang, semua rencana yang disusun Kenneth dipatahkan oleh Rhiana. Dia sama sekali tidak tahu jika di dalam gaun Cinderella-nya terselip sebuah topeng berwarna senada.
Samantha dan Serry baru saja datang. Mereka mendapatkan jatah topeng masing-masing. Keduanya terlihat sangat cantik dan bersinar. Gaun bak putri dari negeri dongeng mereka gunakan.
Ya, malam ini Kenneth mengadakan pesta yang bertema fairy tale, tetapi kedatangan Rhiana nanti akan membuatnya menjadi salah satu pusat perhatian karena salah kostum.
Pesta dimulai. Stella hadir menyapa para tamu undangan. Sementara Albert mendampingi Kenneth. Dia melihat putranya begitu cemas. Entah, padahal menurut Albert semua tamunya lengkap.
"Kenapa terlihat cemas seperti itu?" tanya Albert.
"Dia pasti marah dan tidak akan datang!" ucap Kenneth penuh dengan keyakinan.
Pesta sedang berlangsung, tetapi Rhiana tidak kunjung datang. Kenneth rasanya benar-benar kacau karena sang kekasih meninggalkannya tepat di hari ulang tahunnya.
Persiapan untuk meniup lilin kemudian memotong kue sudah di hadapan Kenneth. Namun, lelaki itu tidak kunjung melakukannya. Rhiana sudah membuat hidupnya kacau sekali.
"Ayo, Kenneth!" perintah Stella.
Sementara di luar, Rhiana sedang berdebat dengan penjaga. Hal itu dikarenakan Rhiana salah kostum.
"Maaf, Nona. Ini pesta ulang tahun dengan tema fairy tale. Kurasa Anda salah kostum. Lebih baik Anda pergi daripada Tuan muda kami marah."
Oh astaga! Kenneth bahkan seperti anak kecil harus melakukan pesta ulang tahun seperti ini. Kalau Rhiana tidak bisa masuk dengan gaun yang dikenakannya saat ini, setidaknya ada yang menyelamatkannya. Sopir yang membawanya pun tahu kesulitannya. Dia mendekat kemudian memberikan peringatan kepada penjaga.
"Berikan Nona ini topengnya. Kalau kau tidak ingin dipecat, ikuti saja ucapanku! Nona ini penting buat Tuan. Jadi, tolong kerjasamanya," tegas sang sopir.
Sopir ini merupakan kepercayaan Kenneth. Hal itulah yang membuat penjaga menyerah tanpa melakukan perdebatan lagi.
__ADS_1
Sementara di dalam, Kenneth masih ragu-ragu. Lagu selamat ulang tahun sudah dinyanyikan. Sebentar lagi Kenneth harus meniup lilin lalu memotong kuenya.
Bersamaan dengan lilin ditiup, lampu yang semula padam kini dinyalakan kembali. Para tamu terpusat pada kehadiran seorang tamu yang mereka pikir itu adalah kostum yang salah. Saat Kenneth menyadarinya, bergegas dia masuk lalu mendekatinya.
"Maaf, dia tamuku." Kenneth meninggalkan kue ulang tahunnya lalu menjemput Rhiana.
Kenneth sadar kalau itu Rhiana dari tinggi badannya. Saat membawa tamu salah kostum itu, beberapa tamu undangan menertawakannya. Namun, Kenneth segera mengatasinya.
"Oke, sementara dia akan berada di sampingku sampai aku selesai. Setelah itu, aku akan memperkenalkannya kepada kalian," ucap Kenneth.
Rhiana tidak setuju. Dia memberikan kode bahwa jangan melakukan hal segila itu. Semua orang tidak hanya akan menertawakan kostumnya, tetapi juga penolakan pada apa pun yang akan disampaikan Kenneth.
Serry dan Samantha terkejut dengan kehadiran seorang gadis yang dari segi penampilannya begitu menawan. Hanya saja keduanya belum tahu wajahnya, tetapi mereka yakin bahwa orang yang ada di samping Kenneth bukanlah gadis biasa. Pasti ada sangkut pautnya dengan kehidupan Kenneth.
Stella dan Albert terkejut. Sebenarnya ada keraguan di dalam diri keduanya, tetapi mereka tahan sampai Kenneth mengatakan sebenarnya siapa gadis itu.
Setelah memotong kue lalu memberikan kepada kedua orang tuanya, terakhir diberikan kepada gadis salah kostum itu. Saat cream-nya tanpa sengaja menempel di sudut bibir Rhiana, Kenneth dengan sigap membersihkannya. Hal itu membuat suasana gaduh karena beberapa gadis cemburu melihat kejadian itu. Terlebih bagi Serry yang sangat mengharapkan Kenneth menjadi miliknya.
"Sialan! Dia pamer adegan romantis seperti itu. Kalau memang sudah punya pasangan, kenapa aunty Stella getol sekali menjodohkan Kenneth pada para gadis? Huft, pantang menyerah sebelum Kenneth menikah!" gumam Serry.
Sementara Samantha, dia langsung cemburu pada tindakan Kenneth. Walaupun dia sahabat dekatnya, tetapi penolakannya tempo hari masih sangat berasa.
"Kau sudah jauh dariku, Kenneth. Aku tidak tahu bagaimana cara merengkuhmu kembali? Haruskah aku menggunakan cara kotor?" gumam Samantha.
Baik Serry maupun Samantha, keduanya sedang menunggu wajah di balik topeng itu. Setelah ini, Kenneth akan meminta semua orang menanggalkan topengnya masing-masing. Setelah itu, pesta dansa akan digelar kemudian.
"Baiklah. Semua sudah lengkap malam ini. Maka, aku meminta para tamu undangan untuk melepaskan topengnya. Tidak terkecuali seseorang yang ada di sampingku ini. Setelah itu, kalian akan saling mengenal karena dialah kekasihku," jelas Kenneth.
__ADS_1
Rhiana tidak menyangka Kenneth akan melakukan hal segila ini. Semula Rhiana tampak ragu, tetapi setelah ingat kesepakatan yang dibuat dengan Kenneth, dia pun akhirnya membuka topengnya.
Stella dan Albert sangat terkejut saat mengenali pemilik wajah di balik topeng. Lebih terkejut lagi saat Kenneth mengakuinya sebagai kekasih. Lalu, apa yang akan dilakukan kedua orang tua itu saat kenyataan tidak sesuai dengan harapan?