Mencintai Pengasuhku

Mencintai Pengasuhku
Bab 46. Saran Gila


__ADS_3

Butik RK sudah disiapkan sedemikian rupa. Banyak tamu undangan yang sudah hadir di sana. Mereka hanya tinggal menunggu kehadiran orang-orang penting saja.


Tidak lama, Samuel datang bersama rombongan keluarga besar Nathanael. Mereka pergi menggunakan satu mobil yang sama.


"Mama, ini kejutan yang luar biasa," ungkap Rhiana saat pertama kali turun dari mobil.


Rhiana memang sama sekali tidak tahu akan seperti apa pembukaan butik barunya. Terlebih karena pemilik butik sedang bedrest dengan kehamilannya yang sedikit bermasalah, tetapi kata dokter akan baik-baik saja asalkan Rhiana tidak setres.


"Tentu, Sayang. Ini semua untukmu," ungkap Stella.


Beberapa tamu memang terdiri dari wartawan. Stella sengaja mengundang mereka untuk mengumumkan pembukaan butik sekaligus pengumuman kehamilan Rhiana.


"Ma, papa akan mengapresiasi hasil kerja Mama. Kita akan berlibur beberapa hari setelah ini. Biarkan Kenneth dan Rhiana berada di mansion. Kita akan menikmati hari tua sebelum cucu kita lahir. Bagaimana?" saran Albert.


"Wah, benarkah? Kalian akan pergi berlibur? Hemm, baiklah. Kenneth setuju saja," sahut Kenneth.


Sebelum pada inti acara, Albert akan memberikan kejutan yang sangat luar biasa. Dia akan memberikan hadiah gaun indah kepada orang-orang yang beruntung. Selain untuk membagi kebahagiaan, ini merupakan trik promosi yang jitu. Setidaknya akan menjadi awal yang baik untuk menantunya di kemudian hari.


"Selamat malam semua. Akhirnya kita bertemu lagi dalam acara yang sangat luar biasa ini. Acara pembukaan butik RK. Butik ini sebelumnya bernama butik RR yang dimiliki oleh menantuku, Rhiana Roseanne. Berhubung dia sudah menikah dengan putraku, Kenneth. Maka butik ini berganti menjadi RK, Rhiana and Kenneth."


Tepuk tangan bergemuruh hingga membuat seisi butik terasa pecah. Sungguh tamunya sangat antusias mendengar sambutan hangat dari Albert yang terkenal sebagai pebisnis yang baik hati.


"Oke, mari kita lanjutkan sebentar. Sebelum pemotongan pita dan pembagian setangkai bunga mawar, butik RK hari ini akan memberikan 25 gaun kepada tamu yang beruntung. Nah, bagaimana caranya? Pada bagian tangkai mawar merah yang kita bagikan ada selembar kupon undian. Di sana kalian bisa menuliskan nama masing-masing. Lalu, membagi kupon undian itu menjadi dua bagian. Salah satu kalian bawa dan satunya lagi dimasukkan ke kotak undian berada di sebelah sana." Albert menunjukan sebuah kotak kaca yang sudah disiapkan.


Antusias para tamu sangatlah luar biasa. Apalagi undangan yang disebar oleh Stella mayoritas memang mendatangkan para wanita.

__ADS_1


Setelah pengumuman usai, kini giliran Rhiana dan Kenneth yang bertugas memotong pita. Setelah mendapatkan hitungan satu sampai tiga, butik resmi dibuka.


Beberapa karyawan Rhiana bertugas membagikan bunga mawar yang sudah mereka siapkan. Mengapa mawar? Karena semenjak Rhiana hamil, Kenneth hanya menyukai aroma bunga itu. Itulah mengapa konsep malam ini dibuat seperti itu.


"Wah, kau sangat luar biasa, Stella," ungkap salah satu wanita yang ternyata adalah Elena, mama Serry.


"Elena? Kau juga datang?" Stella sedikit terkejut. Pasalnya setelah Kenneth menikah, Stella sudah diperingatkan oleh Albert untuk tidak dekat dengan Serry maupun Samantha lagi. Hal itu akan membuat hubungan pernikahan putranya semakin kacau.


"Tentu. Grup sosialitaku mendapatkan undangan. Mengapa kau terkejut seperti ini?" tanya Elena.


"Tidak apa-apa. Silakan nikmati acaranya. Kau sudah mendapatkan tangkai bunga mawar, kan? Kalau sudah jangan lupa tulis namamu di sana," pesan Stella lalu berniat meninggalkan Elena.


"Kau mau ke mana? Kita belum selesai, Stella. Apa kau lupa sudah memanfaatkan putriku hingga dia trauma pada laki-laki," ujar Elena.


"Apa maksudmu?"


"Itu tidak mungkin, Elena. Serry masih muda. Masih banyak laki-laki yang menginginkannya," jelas Stella.


"Banyak lelaki yang ingin dengan putriku, Stella. Namun, anak gadisku itu hanya mau menikah dengan Kenneth. Selama ini dia lebih banyak mengunci diri daripada sekedar berterus terang dengan apa yang dirasa. Kurasa lebih baik kau pertimbangkan lagi ucapanku ini, Stella. Pisahkan putramu dan nikahkan dia dengan putriku. Aku yakin kalau kau juga membenci Rhiana, bukan? Dia hanya seorang pengasuh yang tidak pantas menikahi anak asuhnya!"


"Itu tidak akan pernah terjadi, Elena. Aku sudah bisa menerima Rhiana. Kurasa dialah yang terbaik untuk putraku. Lihatlah bagaimana mereka saling mencintai!"


Stella menunjuk ke arah Rhiana dan Kenneth yang sedang berbahagia. Keduanya ikut membagikan tangkai mawar lalu berbincang sebentar dengan para tamu. Sesekali terlihat Kenneth merangkul pinggang istrinya dan memperkenalkan pada beberapa tamu yang sebenarnya adalah klien dari perusahaan papanya.


"Wah, Tuan Kenneth sangat luar biasa. Kalian pasangan yang serasi. Kami doakan agar selalu berbahagia."

__ADS_1


"Terima kasih, Tuan. Anda juga sudah bersedia datang bersama istri," balas Kenneth.


"Istriku ini sangat senang saat tahu pembukaan butik ini. Apalagi butik istri Anda sudah terkenal sebelumnya. Jadi, sebagai kaum wanita yang suka dengan fashion, tentunya tidak akan melewatkan kesempatan emas ini. Benar begitu kan, Sayang?"


"Iya, Sayang. Aku sangat menikmatinya. Sebelum pulang nanti, aku akan memesan beberapa gaun yang akan kami gunakan dalam acara ulang tahun putri kami beberapa minggu lagi."


"Wah, terima kasih. Semoga apa yang dihasilkan dari butik RK ini membuat para tamu dan klien kami senang. Silakan dinikmati," ujar Rhiana.


Albert sedang mencari istrinya. Setelah acara inti berakhir, tiba-tiba Stella menghilang. Dia tidak tahu kalau Stella sedang bersama dengan Elena.


"Kalian tahu di mana mama?" tanya Albert.


"Tidak, Pa. Mungkin saja sedang menemui tamu-tamunya. Coba Papa cari di sebelah sana." Kenneth menunjuk ke arah tamu undangan yang sedang menikmati beberapa makanan kecil di sana.


"Oh, sedang bersama mamanya Serry. Papa sudah memperingatkan pada mama untuk tidak dekat dengan wanita itu. Masih saja tidak mau dengar!" sesal Albert.


"Sudahlah, Pa. Mungkin mama kebetulan bertemu dengan aunty Elena. Iya kan, Sayang?"


"Iya, Pa. Lagian ini kan acara memang diperuntukkan untuk teman-teman sosialitanya mama juga, kan? Jadi, Papa tidak perlu khawatir pada mama," ungkap Rhiana.


Pandangan Albert beradu dengan Stella. Istrinya itu langsung mengerti dan menjauhi Elena. Ya, Stella akhirnya menuju ke tempat suami bersama anak menantunya.


"Pa, aku minta maaf. Kami hanya kebetulan bertemu," ucap Stella.


"Papa sudah bilang. Di mana pun Mama bertemu dengannya, lebih baik dihindari. Sepertinya kalian bicara sangat serius."

__ADS_1


"Oh, Elena hanya memuji kerja keras Rhiana saja, Pa. Tidak ada pembicaraan lain selain itu," ucap Stella berbohong. Dia tidak mau suaminya tahu apa yang diucapkan Elena padanya. Saran gila yang sama sekali tidak akan pernah dilakukan untuk memisahkan Kenneth dan sang istri.



__ADS_2