
Tiada kata yang paling indah, selain kata cinta. Menunggu sekitar 3 minggu membuat Kenneth hampir gila karena tidak bertemu dengan Rhiana. Namun, bukan karena itu saja. Rhiana tampak diam saat berada di kantor catatan sipil yang sebentar lagi akan menjadikan Rhiana sah sebagai istri dari lelaki muda, anak tunggal keluarga besar Nathanael.
Rhiana diam karena masih teringat terakhir kalinya melakukan video call dengan Kenneth. Setelah itu, dia memblokir nomor Kenneth karena merasa dikhianati.
Orang tua Kenneth, sahabat, dan beberapa teman dekat turut hadir di sana. Menyaksikan pernikahan sejoli beda usia.
"Sayang, kenapa kau diam? Apa kau tidak suka pernikahan ini terjadi? Lalu, mengapa aku sulit sekali menghubungimu?" Semua pertanyaan itu terlontar dari mulut Kenneth sebelum pernikahan berlangsung.
"Masih ada waktu beberapa menit. Jangan sampai kau memutuskan hal yang salah! Kau bisa menikahi Samantha saat ini juga. Aku akan rela melepaskan gaun pengantinku untuknya," ucap Rhiana tanpa ragu.
Beruntung karena Rhiana hanya berbisik. Kalau sampai mama dan Samantha mendengar, mereka pasti mengira ucapan Rhiana itu benar adanya.
"Jangan jadi anak kecil, Rhiana. Cemburumu itu tidak ada gunanya. Aku dan Samantha sama sekali tidak memiliki hubungan."
"So, berada di kamar berduaan bukankah definisi dari hubungan itu sendiri? Kamar adalah privasi. Aku tidak akan membiarkan siapa pun masuk ke kamarku!" tegas Rhiana.
Mungkin Rhiana lupa bahwa Kenneth sudah diizinkan masuk ke kamarnya. Itu artinya dialah orang pertama yang masuk ke kamar tersebut.
"Apa kau lupa sudah membiarkan aku masuk ke kamarmu?" tanya Kenneth. Niatnya hanya untuk mengerjai calon istrinya saja.
"Itu definisi berbeda untuk tamu yang tidak bisa mandi sepertimu!" jawab Rhiana dengan jutek. "Jadi, mari kita selesaikan saat ini juga. Kau akan menikah dengan Samantha, aku akan bebas dari jeratan konyolmu itu!"
Bahkan mendekati hari pernikahan pun Rhiana tampak tidak senang dengan sikap Kenneth. Dia terjebak dalam keputusannya sendiri. Saat petugas datang, mereka diminta untuk segera maju ke depan. Di sanalah babak baru kehidupan dimulai.
Serry dan Samantha tampak hadir di sana. Mereka terlihat kesal sekaligus benci.
"Kenapa kau tidak mengatakan jika Kenneth akan menikah?" tanya Serry dengan muka masam.
"Kau pikir aku akan berbagi rencana denganmu? Menikah pun tidak akan jadi masalah. Aku masih akan merebutnya," jawab Samantha tegas.
__ADS_1
Sayang, perbincangan absurb mereka harus berakhir saat Albert memintanya untuk maju. Tidak hanya itu, Serry dan Samantha sudah dianggap seperti teman dekat Kenneth yang akan menjadi saksi pernikahan mereka.
Pernikahan berjalan lancar. Semula sempat tertahan karena Rhiana merasa ragu. Beberapa menit kemudian, dia pun mengiyakan pertanyaan dari petugas pencatat nikah bahwa Rhiana siap menerima pasangannya dalam bentuk apa pun.
Cincin pernikahan disematkan pada masing-masing pasangan baru itu. Setelah itu, Kenneth untuk pertama kalinya memberikan kecupan kening yang sangat mesra. Seperti pria dewasa pada umumnya.
Genggaman tangan Kenneth begitu nyata. Albert melihat betapa besar cinta Kenneth. Sehingga memaksa pria itu maju untuk memberikan selamat.
"Selamat, Nak. Akhirnya kau resmi menikah. Sebentar lagi kalian harus memutuskan untuk tinggal di mana. Mansion akan selalu terbuka untukmu dan Rhiana," ucap Albert.
Stella berdiri di belakang Albert. Dia sebenarnya enggan sekali mengucapkan selamat pada menantunya. Walaupun sudah sah, tetap saja hati Stella tidak bisa menerimanya.
"Terima kasih, Pa. Semoga kami bisa melewati semua ini dengan baik," ucap Kenneth yakin.
Tentu saja Kenneth mengatakan seperti itu karena hubungan ini pasti akan berbenturan dengan Stella, mamanya. Terlihat jelas bahwa wanita itu masih belum menerima Rhiana dengan baik. Dia masih saja dekat dengan anak kecil seperti Samantha dan Serry.
"Hai, selamat, ya! Rupanya kau niat sekali nikah muda," ucap Serry seolah mencibir Rhiana.
Rhiana lebih banyak diam. Dia sedang bertarung dengan dirinya sendiri. Memilih mansion, itu artinya dia harus menyerahkan butik kepada orang kepercayaannya. Seminggu sekali dia akan datang untuk melakukan cek ke beberapa bagian. Perihal desain beberapa gaun, semestinya Rhiana sudah harus mencari penggantinya dan membiasakan diri bekerja jarak jauh.
"Istriku, kenapa sedari tadi kau terlihat muram seperti itu? Apa kau tidak menyukai pernikahan ini?" tanya Kenneth.
Ya, keduanya masuk ke mobil pengantin yang disiapkan oleh Albert. Mobil yang sejatinya dihadiahkan untuk sang putra sebagai bonus karena menikah dengan wanita seperti harapan Albert.
"Panggil saja Rhiana, Kenneth. Aku masih risih dengan panggilan itu. Ini seperti mimpi di siang hari. Aku tidak tahu apakah ini benar atau tidak," ucap Rhiana lirih.
Ketakutan terbesarnya selain campur tangan mertua adalah orang ketiga di dalam kehidupannya. Serry dan Samantha adalah ancaman itu sendiri. Sementara Stella, dia pasti akan mengunggulkan dua gadis itu.
"Sayang, kenapa moodnya cepat sekali berubah?" Kenneth tidak tahu ini pertanda apa? Yang pasti, suasana hati Rhiana sama sekali tidak bisa dikendalikan.
__ADS_1
"Aku lelah, Kenneth. Bisakah aku istirahat di kamar tamu setelah sampai di mansion?"
Kenneth sama sekali tidak paham dengan sikap Rhiana. Kemarin-kemarin dia masih bisa menerima kenyataan pertunangan itu. Lalu, diam-diam nomor Kenneth diblokir tanpa sebab. Sekarang, dia memang datang ke pernikahan. Pernikahan pun sudah berlangsung. Lalu, dia minta masuk ke kamar untuk beristirahat. Mood swing sekali Rhiana beberapa minggu terakhir ini.
"Kau akan tinggal di kamarku, kamar kita. Istirahatlah di sana."
Sampai di mansion, Kenneth segera mengantarkan Rhiana masuk ke kamarnya. Dia pun tidak melakukan protes apa-apa. Sehingga Kenneth bisa tenang menanganinya.
Rhiana masuk ke kamar mandi untuk mengecek sesuatu. Mungkinkah pikirannya benar kali ini.
"Apakah aku sedang menstruasi sekarang?" gumamnya.
Suasana hati Rhiana memang berbeda. Dia baru ingat jika hari ini adalah tanggal pertama kali menstruasi setelah beberapa bulan ini dirundung stres. Anehnya, tepat setelah dia menikah baru mendapatkannya kembali. Apakah ini artinya bahwa Kenneth adalah orang yang sangat tepat mendampinginya? Dialah penyembuh luka di atas luka lainnya.
"Oh, ya ampun. Aku menstruasi sekarang. Aku punya stok pembalut di dalam tasku."
Beruntung tasnya sudah diletakkan maid ke dalam kamar yang dihiasi beberapa bunga segar. Rhiana bergegas mengambilnya. Tak lupa pula dia mengganti gaun pengantinnya dengan gaun sederhana, tetapi tetap terlihat cantik dan elegan.
"Sayang, kau ganti pakaian? Bukankah kita harus menemui tamu sekarang?"
"Kenneth, maaf sekali. Aku tidak bisa ikut bersamamu. Tidak masalah, kan?"
Kenneth merasa heran. Apa sebenarnya yang terjadi pada istrinya?
"Sayang, apa kau sakit?"
Rhiana tidak langsung menjawab. Dia malah membisikkan di telinga Kenneth sesuatu yang membuat lelaki itu terkejut.
"Apa?" tanya Kenneth kemudian.
__ADS_1
Bayangan malam pertama sepasang pengantin harus gugur karena tamu bulanan yang dimiliki Rhiana. Istrinya tersenyum penuh kemenangan karena bisa membuat Kenneth terkejut.