Mencintai Pengasuhku

Mencintai Pengasuhku
Bab 19. Keputusan Sepihak


__ADS_3

Stella langsung meninggalkan acara menuju ke kamarnya. Diikuti oleh Albert di belakangnya. Stella masih tidak percaya jika gadis yang dikira kekasih putranya adalah orang yang pernah bekerja di mansionnya beberapa tahun yang lalu.


"Kenapa kau meninggalkan pesta putra kita?" tanya Albert.


"Dia mempermalukan aku!" Stella duduk di ranjang.


"Mempermalukan bagaimana?"


Stella mengutarakan rasa terkejutnya. Selain itu, jika benar Rhiana adalah kekasih putranya, sejak kapan mereka menjalin hubungan? Tidak hanya itu, Rhiana pasti sudah menjadi seorang janda saat ini. Mengingat usianya berbeda jauh dengan Kenneth. Yang membuat Stella tidak habis pikir, kenapa bisa tertarik dengan Rhiana yang notabene hanya seorang pengasuhnya di masa lampau?


"Stella, dengarkan aku! Kita memang tidak tahu alasan apa yang diutarakan Kenneth. Lalu, apa kau tidak mencoba berdamai dengan keadaan jika memang Kenneth memilih Rhiana sebagai pasangan hidupnya?"


Albert sebenarnya tidak bisa menolak keputusan Kenneth. Terlebih Rhiana memang orang yang tepat untuk mendampingi Kenneth. Hanya saja masih banyak rahasia yang ingin Albert ketahui mengenai Rhiana, yaitu mengenai statusnya saat ini.


"Aku tidak akan pernah merestui hubungan tidak lazim itu!" tolak Stella.


Sementara Rhiana merasa canggung saat semua orang mengetahui siapa sebenarnya dirinya. Banyak yang mengelu-elukan bahwa pasangan Kenneth adalah wanita yang cantik dan terlihat berbeda. Beberapa lagi penasaran karena Kenneth mengenali wanita beda usia. Apalagi Samantha yang tahu betul seluk-beluk kehidupan Kenneth.


"Oh, ya ampun, dia kan pengasuh Kenneth!" celetuk Samantha, tetapi masih bisa didengar beberapa orang di sekitarnya.


"Apa? Pengasuh? Apa aku tidak salah dengar?" sambung yang lainnya.


Serry, dia juga mendengar desas-desus bahwa wanita yang dianggap sebagai tamu istimewa Kenneth adalah pengasuhnya. Rumor itu bukan hanya kebohongan semata, tetapi itu diperkuat oleh pengakuan Samantha yang sebenarnya adalah sahabat dekat Kenneth.


"Aku tidak menyangka selera Kenneth akan serendah itu," gumam Serry.


"Benarkah bahwa wanita itu yang mengasuh Kenneth selama ini?" tanya tamu yang lainnya.


Bukannya fokus menikmati acara dansa yang sebentar lagi akan digelar, tetapi mereka sibuk mengomentari Rhiana. Kenneth merasa bersalah pada Rhiana yang saat ini masih berdiri tepat di sampingnya.

__ADS_1


"Kau tahu kan kalau hubungan kita sudah berakhir," ucap Rhiana dengan suara pelan, tetapi masih terdengar jelas di telinga Kenneth. "Kau mendatangkan aku, sama saja mempermalukan dirimu sendiri. Lihat, bagaimana mereka membenciku! Aku memang tidak pantas untuk bersanding denganmu. Lebih baik aku kembali daripada kau akan semakin malu lagi."


Rhiana akan bersikap lapang dada. Ini pasti akan terjadi sehingga Rhiana tidak bisa menampiknya lagi. Takdirnya hanya untuk mendapatkan penolakan dan diolok-olok. Lihat saja bagaimana sikap Stella dan Albert saat tahu yang sebenarnya.


"Tidak! Kau akan tetap di sini. Hubungan kita belum berakhir. Jangan terlalu percaya diri bisa kabur dariku."


Kenneth meminta salah satu temannya untuk melanjutkan pesta yang belum usai, sementara Kenneth menarik tangan Rhiana untuk menuju ke kamar orang tuanya. Saat Kenneth mencari keberadaan mereka, salah satu maid mengatakan jika mereka masuk ke kamarnya.


Rhiana menghentikan langkah Kenneth. Keduanya kini berada di antara ruangan pesta dan kamar orang tuanya.


"Lupakan rencanamu! Tidak akan mengubah keadaan bahwa mereka akan menolaknya. Apa kau lupa bahwa kesepakatan kita juga sudah berakhir?"


Rhiana sama sekali tidak pernah menyesal. Ini jalan hidupnya. Kalaupun hubungannya dengan Kenneth mendapatkan penolakan, Rhiana tidak akan pernah sakit hati lagi.


"Aku harus menyelesaikannya saat ini juga."


Kenneth tidak tahan dengan sikap kedua orang tuanya. Terlebih sikap Stella yang langsung menatap tajam Rhiana dengan tatapan menghunus. Terlihat sekali kalau dia tidak suka kepada Rhiana.


"Kenneth, tunggu!" panggil Samantha.


"Ada apa, Samantha?" tanya Kenneth.


"Lebih baik jangan datang dulu ke aunty Stella. Dia pasti masih syok dengan apa yang kau tunjukkan padanya. Lebih baik biarkan kekasihmu itu pergi," ucap Samantha seolah mendukung. Padahal dia menempatkan dirinya sebagai pejuang cinta.


"Temanmu benar, Kenneth. Pergilah ke orang tuamu saat suasana hatinya membaik. Jangan menambahkan garam di atas lukanya," jelas Rhiana.


Rhiana berniat untuk kembali ke hotel, tetapi Kenneth masih ingin bersamanya. Kenneth menarik tangan Rhiana kemudian memeluknya sangat erat di hadapan Samantha.


Rhiana merasa canggung dengan kelakuan Kenneth. Bukan karena tingkahnya saja, tetapi juga ketika ada temannya. Dia tidak peduli tempat dan waktu. Ini sangat membuat Rhiana tidak nyaman.

__ADS_1


"Cukup, Kenneth! Aku harus kembali sekarang. Lanjutkan pestamu. Hadiah ulang tahunmu menyusul, ya. Aku minta maaf." Rhiana melepaskan pelukan kemudian keluar dari ruangan itu.


Rhiana kembali ke hotel. Sementara Samantha mengajak Kenneth kembali ke pesta. Lelaki itu terlihat tidak bersemangat. Sampai pada Serry mendekatinya lalu mengajak berdansa.


"Kenneth, mari kita berdansa," ajak Serry.


Samantha yang berjuang mendapatkan Kenneth terlihat cemburu. Dia berusaha menghalang-halangi Kenneth untuk tidak dekat dengan Serry.


"Jangan ganggu Kenneth! Biarkan dia bersamaku," tegas Samantha.


Serry mendebat Samantha hingga menimbulkan keributan. Sementara saat Kenneth berniat masuk ke kamar orang tuanya, Samantha mengekor di belakangnya. Sedangkan Serry tidak berani karena tidak mengenal keluarga Kenneth dengan baik.


Kenneth mengetuk pintu kamar orang tuanya. Stella dan Albert masih di dalam dengan argumen masing-masing. Stella menolak, tetapi Albert memberikan kesempatan kepada putranya.


Setelah Albert membuka pintu, Kenneth dan Samantha berdiri di depan kamar. Kenneth mencoba memberikan kode kepada papanya berniat untuk menanyakan kondisi Stella, tetapi mamanya keburu mengambil sikap yang membuat Kenneth terkejut setengah mati.


"Kalau kau ingin menjelaskan mengenai wanita itu, jangan harap! Mama sudah menentukan tanggal pertunanganmu dengan Samantha. Kau tidak bisa menolaknya lagi," tegas Stella.


Albert pun terkejut. Sedari tadi tidak ada pembahasan seperti itu, tetapi tiba-tiba istrinya membuat keputusan secara sepihak.


"Aku tidak setuju!" ucap Kenneth dan Albert bersamaan.


Anak dan papa seakan kompak menentukan masa depan yang begitu gemilang. Albert tidak menolak hubungan Kenneth dan Rhiana selagi wanita itu statusnya masih sendiri. Entah itu janda atau apa pun asal tidak terikat dengan pria lain.


"Papa! Kenneth! Aku tidak mau keputusanku ini ditolak oleh siapa pun."


Mengecewakan sekali saat Stella memutuskan. Dia tidak melihat putranya maupun Samantha yang sedang berada di sana. Dia lupa bahwa kekuatan cinta Kenneth pada Rhiana begitu besar. Mana mungkin mau dengan mudah dialihkan ke gadis lain terutama Samantha yang sudah ditolak Kenneth sejak awal. Mereka memang dekat, bukan berarti akan menikah.


Samantha merasa mendapatkan tempat terbaik di mata Stella. Dia sangat bersyukur mendapatkan dukungan seperti itu. Apalagi rencana Stella untuk melangsungkan pertunangan. Rasanya mendapatkan surprise yang luar biasa. Tinggal meyakinkan Kenneth lalu mendapatkan lelaki itu seutuhnya.

__ADS_1


"Jangan membuat keputusan di saat kau marah, Stella!" tegur Albert kemudian meninggalkan mereka bertiga.


Albert pergi ke suatu tempat untuk menyelamatkan putranya. Jangan sampai Albert kehilangan Kenneth dan jati diri yang sudah terbentuk dalam diri putranya itu. Albert harus meyakinkan Rhiana lebih dahulu, baru Stella.


__ADS_2