Mencintai Pengasuhku

Mencintai Pengasuhku
Bab 9. Mencuri Start


__ADS_3

Bukan pesan dari Rhiana, tetapi dari seorang gadis yang terobsesi pada Kenneth, Jane Jennifer. Gadis itu sudah mendarat sempurna di bandara. Dia meminta Kenneth untuk menjemputnya kemudian mengajak berkeliling selama beberapa hari.


"Ma, setelah mengantarkan kalian ke butik, aku harus pergi," ucap Kenneth memecah keheningan.


"Kau mau ke mana? Mama ingin kau berada di butik untuk menemani kami," tegas Stella.


"Gadisku datang, Ma. Dia ingin memintaku untuk mengantarkan jalan-jalan," ucap Kenneth berbohong.


Setidaknya ada alasan untuk kabur dari gadis satu ke gadis lainnya sampai Rhiana menyerah padanya. Sungguh, ini pengorbanan yang luar biasa.


Stella kesal. Kalau dia sudah memiliki seorang gadis, harusnya jujur dari awal. Bukan seperti ini. Jadinya malah seperti sedang mempermainkan Serry. Gadis itu pun sudah cukup jelas mendengar ucapan Kenneth. Mau bagaimana lagi? Dia sudah terjebak dengan ketampanannya.


"Ehm, tidak masalah, Aunty. Kita bisa berbelanja bersama sambil menunggu Kenneth kembali," ujarnya sambil menatap Stella dengan tatapan yang sangat teduh.


"Apakah ini tidak masalah, Sayang?" Stella mencoba memastikan kondisi Serry.


Kenneth benar-benar membuatnya kesal. Harusnya kejadian ini tidak terjadi. Serry satu-satunya kandidat setelah Samantha yang ditolak mentah-mentah oleh Kenneth. Lalu, Kenneth mengatakan bahwa gadisnya datang. Rasanya ingin memaki putranya.


"Tidak masalah, Aunty. Ayo, kita belanja!" Setidaknya Serry akan tergantikan dengan beberapa gaun yang nantinya akan dibelikan keluarga Kenneth.


"Baiklah. Ayo!" Stella seperti mendapatkan teman baru. Tidak masalah pergi dengan anak gadis orang. Nanti dia juga akan mencarikan gaun terbaik untuk pertemuan selanjutnya.


Jane sangat senang saat menunggu kedatangan Kenneth. Tidak diduga tanggapan lelaki dingin dan angkuh itu berubah drastis. Jane mengira akan mendapatkan penolakan jika meminta Kenneth untuk menemaninya jalan-jalan.


Rupanya dia salah besar. Kenneth bahkan memintanya untuk menunggu di ruang tunggu bandara. Dia yang akan menghampirinya.


"Oh, Kenneth. Aku tidak menyangka kalau kau akan menerimaku dengan baik. Dulu, di kampus kau selalu menolakku. Tumben sekarang kau berubah begitu cepat. Apa ini trik barumu untuk menggoda para gadis?" gumam Jane dengan rasa terkejutnya.

__ADS_1


Menunggu adalah waktu yang sangat membosankan. Namun, tidak bagi Jane karena lelaki yang selama ini sudah mengisi ruang hatinya akan datang menjemput. Bagaikan mendapat door prize yang sangat luar biasa.


Berulang kali Jane melihat jam tangannya. Sudah lama sekali dia menunggu, tetapi Kenneth tak kunjung datang. Jane mulai gelisah. Mungkinkah lelaki itu juga mempermainkannya saat ini? Tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya, Jane terkejut.


Seorang lelaki dengan kacamata hitam dan menggunakan jaket Hoodie dengan penutup kepala menghampirinya. Postur tubuh Kenneth lah yang membuat Jane langsung bisa mengenali lelaki itu.


"Kau?" Jane terkejut.


"Jangan berisik! Aku bukan seperti yang kau harapkan di kampus. Memakai pakaian yang menarik lalu mengumbar ketampanan. Di sini aku berbeda," tegas Kenneth.


Maksudnya adalah, banyaknya paparazi yang mulai menyelidiki kehidupannya. Dia tidak mau kalau Rhiana tahu saat dirinya mempermainkan gadis lain untuk menghindari gadis satunya. Kalau sampai pengasuhnya yang saat ini menjadi target cintanya itu tahu, habislah Kenneth.


"Oh, tidak masalah, Kenneth. Aku berterima kasih karena kau mau menerimaku di sini. Kupikir kau akan menolakku begitu saja," ucap Jane menunjukkan kebahagiaannya.


"Ini hanya sementara, Jane. Aku sengaja kabur dari Serry. Setidaknya aku aman," ungkap Kenneth dalam hati.


Lagi-lagi Jane dibuat takjub. Lelaki super menyebalkan itu mau menarik kopernya? Jane merasa kalau ini bukanlah Kenneth, tetapi seorang malaikat yang merasuki jiwanya.


Saat keduanya sudah masuk ke mobil, kembali lagi Kenneth menjaga jarak dengannya. Dia duduk di dekat sopir, sementara Jane berada di belakang.


"Sial! Kupikir dia akan duduk bersamaku di sini. Gagal sudah rencanaku," gumam Jane.


Jane ingin bermanja-manja dengannya. Ya, setidaknya meletakkan kepalanya tepat di pundak Kenneth. Lalu, dia akan menggenggam erat tangan lelakinya itu. Namun, itu hanyalah sebuah bayangan belaka.


"Kau akan berada di sini berapa lama?" tanya Kenneth dengan nada suara yang begitu datar.


"Seminggu, dua minggu, tiga minggu, atau mungkin satu bulan. Kenapa, Ken? Apa kau keberatan?"

__ADS_1


Jane adalah anak orang kaya. Berapa lama dia menghilang dari mansion keluarganya, tidak akan kekurangan suatu apa pun. Jadi, mau berapa lama dia berlibur di sini tidak akan menjadi masalah.


"Kau akan menyesal berlama-lama di sini. Kau tahu, para pria di sini suka sekali mempermainkan para wanita. Jangan sampai kau menjadi korban salah satunya," ucap Kenneth berusaha menakuti.


"Kalau begitu aku akan bersamamu sepanjang waktu. Apa kau keberatan?" Bukannya Jane takut, dia malah memanfaatkan kesempatan ini.


"Itu tidak mungkin, Jane. Aku harus bekerja. Aku tidak sepertimu yang bisa membuang uang dengan percuma," sindir Kenneth.


Ah, sial. Harus menggunakan cara apalagi agar Kenneth mau bertekuk lutut di hadapannya? Apa harus menggunakan cara one night stand dengannya? Tidak, Jane bukan gadis serendah itu. Bisa-bisa hak waris keluarganya akan langsung mencoret namanya. Dia tidak mau hidup sengsara demi mendapatkan kebahagiaan dalam semalam. Itu ide gila!


Sesampainya di hotel, Jane pikir Kenneth akan membantunya. Ternyata dia salah besar. Lelaki itu hanya memintanya untuk segera melakukan check in lalu ikut dengannya lagi.


"Ken, bantu aku!" pinta Jane dengan memohon.


"Tidak akan. Lebih baik segera lakukan apa yang kukatakan. Jika tidak, aku harus pergi sekarang."


Kenneth sedang menyusun banyak rencana, sementara Rhiana sedang menikmati keindahan semua sketsa yang dibuatnya. Hari ini dia merasa tenang karena jauh dari gangguan Kenneth. Lelaki muda yang sudah mengungkapkan isi hatinya.


"Rasanya damai sekali. Semoga saja anak itu menyerah. Memangnya mudah menjadi laki-laki sukses dalam waktu sekejap. Mimpi!" Rhiana sempat beralih menatap potretnya di dalam pigura bersama Kenneth beberapa tahun yang lalu.


Rhiana juga tidak akan peduli dengan komitmen pernikahan. Dia hanya akan menikah jika pria itu serius dan tidak akan mempermainkan perasaannya saja. Entah, sampai kapan dia akan menemukannya? Rhiana sendiri sudah anti terhadap para pria itu. Jadi, jangan harap dia akan memutuskan menikah dalam waktu dekat.


Rhiana juga tahu kalau Kenneth adalah lelaki manja. Dia pasti akan meminta tolong pada papanya untuk membantu mendapatkan pekerjaan. Selain itu, Rhiana pasti akan mendapatkan fotonya yang sengaja dipamerkan karena keberhasilannya. Rhiana sudah bisa membaca itu.


Semua pemikiran Rhiana pada Kenneth salah besar. Sambil menunggu Jane keluar dari hotel, dia sudah mencuri start untuk mencari lowongan pekerjaan di dekat butik Rhiana. Setidaknya ini akan membuktikan bahwa dia bisa mandiri.


"Ah, aku mendapatkannya. Besok aku harus datang ke sana untuk menyerahkan berkas dan juga mengikuti interview," ucapnya penuh dengan semangat.

__ADS_1


__ADS_2