Mendadak Dinikahi Milliarder

Mendadak Dinikahi Milliarder
011 : KEPANASAN SENDIRI?


__ADS_3

Malam Harinya.


 


Waktu yang ditunggu telah tiba, dengan penuh semangat pria berbadan kekar itu berjalan menuju ke sebuah ruang olahraga—yang di mana di dalamnya terdapat ring tinju bersama sang istri. Ya, dia sengaja membawa Almira bersamanya agar Almira bisa menjadi penyemangatnya untuk bertinju dengan Ameer.


 


Sesampainya di dalam ruangan itu, kedua mata Alex melebar dengan pasti untuk memperhatikan sekitarnya, dalam benaknya berpikir apakah Ameer jadi datang untuk bertaruh dengannya? Sebab tidak ada tanda-tanda kedatangan Ameer malam ini. Padahal waktu sudah hampir berlebih setengah jam, namun mengapa sampai saat ini Ameer tak kunjung datang?


 


Yang ada di dalam ruangan itu hanyalah anak buahnya. Ah, apakah sebaiknya dia kembali ke dalam kamarnya dan beristirahat saja? Ataukah dia harus menunggu beberapa waktu lagi sampai pria itu datang kemari?


 


Ya, sepertinya Alex memang harus menunggu sampai Ameer datang agar pertandingan ini terjadi. Kalaupun sampai satu jam lagi Ameer tidak datang juga, maka dia akan menganggap Ameer kalah telak melawannya. Dan dia juga akan menganggap bahwa Ameer adalah banci yang besar di mulut saja.


 


“Duduklah di sini, Mira.” Alex memberikan sebuah kursi kepada istrinya untuk wanita itu duduki. “Jika kau terus berdiri, bisa-bisa kau akan kelelahan.”


 


“Ah iya, Alex. Terima kasih banyak, ya!”


 


Almira segera menduduki dirinya di atas sebuah kursi yang diberikan oleh suaminya sembari menunggu kedatangan Ameer. Dia menatap Alex dengan wajah penuh senyuman, meskipun begitu, dia tidak dapat menyembunyikan perasaan khawatirnya terhadap suaminya. Bagaimana tidak seperti itu kalau dia sendiri yang akan menyaksikan pertarungan suaminya dengan sang mantan kekasih. Dia tahu betul siapa Ameer, Ameer adalah mantan atlet tinju pada beberapa tahun lalu. Mungkinkah Alex bisa memenangkan pertandingan yang dia buat sendiri?


 


Entahlah.


 


Urusan menang atau kalah adalah nomor dua, baginya yang terpenting adalah kondisinya Alex.


 


Pria itu mengembangkan senyuman manis di wajah tampannya sembari mengelus lembut pucuk kepala istrinya dengan satu telapak tangannya. Entah mengapa ada banyak rasa di hatinya untuk dibagikan kepada Almira, padahal mereka tidak pernah saling mengenali satu sama lain sebelumnya, namun takdir mempertemukan mereka secara langsung dan menjadikan mereka sebagai pasangan suami-istri.


 


Usia pernikahan mereka baru berusia satu hari, tapi mengapa dia begitu sangat ingin melindungi, menyayangi, dan menjaga Almira dengan setulus hatinya? Bahkan sampai rela harus adu jontos di atas ring tinju hanya demi membuat mantan pacar istrinya itu menjauhi istrinya.


 


Inikah yang dinamakan jatuh cinta pada pandangan pertama? Ya, sepertinya memang benar begitu.

__ADS_1


 


Dari kejadian ini Alex bisa percaya bahwa omongan orang-orang tentang jatuh cinta pada pandangan pertama itu ada benarnya, dan itu sendiri dia alami. Ha-ha, sungguh kisah cinta yang begitu kocak!


 


“Sudah menjadi tugasku untuk memberikanmu yang terbaik, Almira,” ucap Alex sedikit pelan.


 


“Jangan terus-terusan membuatku terbang, Alex. Nanti yang ada aku benaran terbang ke awan!” gerutu Almira dengan bibir sedikit manyun. “Bisakah kau bersikap biasa saja tanpa harus membuatku baper secara terus-terusan?”


 


“Tidak bisa karena kau terlalu sempurna di mataku.”


 


“Alexxxxxxxxxxxxx!”


 


Kedua pipi putih milik Almira pun mulai tampak merah merona setelah digoda oleh suaminya secara berulang kali di hadapan seluruh anak buahnya. Hal itu sangat membuat Almira malu, mengapa Alex harus menggodanya di depan banyak orang? Duh, rasanya ingin sekali Almira menenggelamkan wajahnya ke dasar samudera agar rasa malu itu segera menghilang.


 


Almira berdiri dari tempat duduknya, kemudian dia memeluk suaminya dari belakang dan menempelkan wajahnya ke punggung suaminya agar semua anak buah suaminya itu berhenti menatapnya dengan wajah senyam-senyum. Dia merasa begitu malu.


 


 


Alex terbawa perasaan ketika sang istri memeluknya dari arah belakang secara tiba-tiba di hadapan semua anak buahnya, kira-kira ada apa dengan istrinya ini? Apakah dia tengah merasa malu karena sikap dirinya yang terus saja menggodanya? Aha! Sepertinya benar!


 


“Aku malu ....”


 


Melihat sang istri yang tengah malu-malu kucing semakin membuat Alex merasa gemas. Dia pun membalikkan tubuhnya dan segera membalas pelukan sang istri di hadapan semua orang tanpa rasa malu sedikitpun, justru dia merasa senang jika kebahagiaan keduanya dapat disaksikan oleh semua orang. Bukankah sebuah kemesraan harus ditunjukkan ke semua orang agar mereka semua tahu bahwa mereka bahagia jika bersama-sama?


 


Cup!


 


Alex memberikan hadiah tambahan kepada istrinya di pucuk kepala sang istri.

__ADS_1


 


“Wah-wah-wah!”


 


Seseorang bertepuk tangan secara berulang kali sembari berjalan masuk ke dalam ruangan di mana sepasang suami dan istri itu berada, Alex bersama istrinya dan anak buahnya yang lain pun terkejut mendengarnya sehingga semua orang berfokus ke sumber suara. Ternyata suara itu ditimbulkan oleh Ameer.


 


Melihat kedatangan Ameer membuat Alex tersenyum senang, ternyata sahabatnya itu benar-benar pria gentle yang masih berniat datang kemari untuk beradu jontos dengannya.


 


“Kukira kau tidak akan datang kemari Ameer, tapi syukurlah jika kau datang kemari, berarti kau adalah pria gentle,” ujar Alex tersenyum tipis tanpa melepaskan pelukannya dari tubuh Almira.


 


“Apa kau kira aku adalah seorang pengecut yang akan mundur dari tantanganmu itu? Tantanganmu itu sangat kecil di mataku, mana mungkin aku tidak menerimanya, ha-ha!” cecar Ameer sembari tertawa jahat. “Kau terlihat sangat norak dengan memeluk istrimu di hadapan semua orang, ha-ha!” hina Ameer dengan senyum tipis, padahal jauh di dasar hatinya dia sangat panas melihat aksi tersebut.


 


Alex tertawa keras ketika sahabatnya itu menghinanya dan mengata-ngatainya norak kalau memeluk istrinya di hadapan semua orang. Benar norak? Ataukah Ameer kepanasan melihat kemesraan dirinya bersama Almira? Ha-ha, sepertinya sahabatnya itu kepanasan, dan sedang membutuhkan kipas untuk meredakan udara panasnya.


 


“Panas, ya? Kipas dong, Meer!” balas Alex tak kalah julidnya dari sang sahabat. “Masa lihat ginian aja udah panas, gimana kalau lebih? Mungkinkah kau akan kebakaran jenggot?”


 


“Diam kau, Brengsek! Tak usah banyak bicara lagi denganku, kau kira bagus dengan keromantisanmu itu bersama istrimu di sini? Aduh, sama sekali tidak, Alex! Kau kira aku kepanasan melihat kalian berdua? Dih, sama sekali tidak!” tolaknya-menolak ucapan Alex yang turut mengata-ngatainya.


 


“Ah, sangat disayangkan sekali kalau sikapmu menunjukkan bahwa kau sedang cemburu dan tidak menerima kenyataan ini, Ameer. Kau sangat pandai berbohong, apalagi membohongi dirimu sendiri. Ck! Kasihan sekali.”


 


Ameer tak tahan dengan semua ejekan yang dilontarkan oleh Alex pun segera berlari mendekat ke arah Alex, dia hendak menarik paksa tubuh Almira agar menjauh dari Alex namun amat disayangkan jika Alex dengan cepat melindungi Almira di belakang tubuhnya sehingga kini Ameer berhadapan dengannya langsung.


 


“Jangan pernah berharap kalau aku akan mengizinkanmu menyentuh wanitaku, Ameer! Bahkan seujung kuku sekalipun aku mengharamkannya!”


 


Alex mendorong pelan tubuh Almira mundur ke belakang agar menjaga jarak dengannya, lalu dia membabit Ameer dengan penuh emosi karena melihat tingkah Ameer yang mencoba menyentuh tubuh istrinya sehingga hal tersebut membuatnya menjadi murka.


 

__ADS_1


Bugh!


__ADS_2