Mendadak Dinikahi Milliarder

Mendadak Dinikahi Milliarder
016 : BERCANDA BERUJUNG SERIUS


__ADS_3

“Tuan!”


Langkah kaki Alex terhenti saat dia hendak masuk ke dalam kabin mobil ketika dia mendengar ada seseorang yang memanggilnya, dia pun segera memutarbalikkan tubuhnya dan menatap ke arah sumber suara. Ternyata memang benar ada seseorang yang memanggil dirinya, dan orang tersebut tidak lain adalah pengawalnya.


“Ada apa?” tanya Alex langsung pada intinya kepada anak buahnya itu.


Dalam benaknya berpikir apakah ada hal aneh yang terjadi yang belum sempat dia ketahui?


“Ah, tidak apa-apa Tuan Alex, saya hanya ingin bertanya apakah Anda akan pergi berdua saja bersama Nona tanpa pengawalan dari saya?” tanyanya ramah dan sopan kepada sang atasan.


“Sepertinya untuk kali ini tidak, Roy, saya akan pergi berdua saja bersama Nona. Sebaiknya kau mengawasi keamanan rumah ini saja bersama yang lain, kalaupun saya di luar ada apa-apa, saya pasti akan meneleponmu tanpa menuggu lama.”


Alex merespon pengawalnya itu dengan ramah, dia tahu bahwa Roy pasti akan mengkhawatirkan keadaannya karena biasanya Roy selalu ikut ke manapun dia pergi, dan ini adalah momen pertama kalinya dia hendak berpergian keluar rumah tanpa adanya Roy. Sebab dia ingin menikmati waktu bersama sang istri hanya berdua saja tanpa adanya orang lain. Hal ini dilakukan karena dia hendak melakukan pendekatan diri bersama Almira.


Dia menganggap bahwa dirinya bersama Almira seperti orang berpacaran pada umumnya—yang di mana membutuhkan proses pendekatan. Dan baginya, masa pendekatan lah masa yang sangat indah serta menyenangkan sehingga dia harus benar-benar menghargai momen tersebut sebaik mungkin karena momen seperti ini tidak akan terjadi dua kali di dalam hidup bersama orang yang sama.


“Anda yakin untuk keputusan yang telah Anda buat, Tuan?” tanya Roy kembali kepada pria itu, sebab dia merasa ragu dan takut untuk melepaskan atasannya pergi tanpa adanya pengawalan darinya.


Pertanyaan yang dilontarkan oleh Roy membuat Alex hanya bisa membalasnya dengan tersenyum tipis. Sejak kapan Roy  meragukan keputusannya?


“Saya tahu bahwa kau takut apabila sesuatu yang buruk terjadi kepada saya dan kau yang akan disalahkan oleh anak buah saya yang lain bukan? Kau tenang saja Roy, jika ada apa-apa itu sudah menjadi konsekuensi saya sendiri, kau tidak akan terlibat di dalamnya. Saya hanya ingin menghabiskan waktu dan menikmati momen berduaan saja bersama Nona,” ujar Alex. “Hari ini adalah jatahmu untuk bersantai-santai karena saya kemungkinan pulang pada malam hari. Intinya, selama saya tidak berada di rumah tolong stand by di dekat ponsel!”

__ADS_1


Alex memasang wajah seriusnya menatap ke arah sang pengawal yang berdiri tegap di hadapannya.


“Satu panggilan tidak terjawab dari saya ketika dalam keadaan darurat, maka gajimu bersama teman-temanmu tidak akan saya cairkan! Kau mengerti untuk perintahku kali ini Roy?”


Roy membungkukan badannya di hadapan atasannya setelah pria itu menyelesaikan ucapannya bak memberikan hormat kepada seorang raja.


“Siap mengerti, Tuan Alex!”


“Bagus kalau begitu, saya tinggal pergi dahulu bersama Nona, ya. Tolong dijalankan perintahku.”


Alex meninggalkan satu kalimat tersebut kepada sang pengawal lalu setelahnya dia segera menyusul  masuk ke dalam kabin mobil.


Sepasang pengantin baru itu segera meninggalkan perkarangan rumah mewah yang mereka tempati bersama dengan mengenakan sebuah mobil sport milik Alex. Mobil tersebut dibeli olehnya pada dua bulan yang lalu, meskipun sudah hampir lama Alex sangat jarang membawa mobil kesayangannya itu berjalan-jalan mengelilingi Kota karena jarang memiliki waktu luang, dan hari ini adalah untuk kedua kalinya dia membawa mobil itu keluar, dan itu pun dia pakai untuk pergi berquality time bersama orang tercinta.


Alex yang diam-diam memperhatikan Almira pun mendadak menjadi salah tingkah sendiri karena wanita itu diam-diam juga memperhatikan dirinya. Apa yang membuat Almira memandanginya secara diam-diam? Apakah wanita itu terpesona dengan kharisma yang dia milikki?


Ah, tidak mungkin!


Kenapa dia bisa menjadi sangat percaya diri sekali akhir-akhir ini?


Duh, buat malu saja!

__ADS_1


“Ekhem, kenapa kau diam saja di sana Sayang?” Alex memutuskan untuk membuka percakapan lebih dulu agar suasana di antara mereka tidak begitu kaku. “Apakah kau merasa tidak bahagia keluar berjalan-jalan denganku, hmm?” sambungnya kembali bertanya kepada sang istri yang duduk manis di sebelahnya.


“Apakah karena aku hanya berdiam diri kau mengatakan aku tidak bahagia keluar bersamamu, Pak Alex?” Bukannya menjawab pertanyaan dari sang suami wanita itu justru kembali melontarkan pertanyaan kepada sang lelaki yang ada di sebelah tempat duduknya itu.


“Ya, kira-kira seperti itulah Nona.” Alex mendesah pelan. “Bukankah ciri-ciri orang tidak bahagia adalah hanya diam saja dan tak mau banyak bicara?” lanjutnya.


“Kau salah!” tegas Almira membantah ucapan Alex dengan cepat. “Tidak semua orang yang enggan banyak bicara itu tidak bahagia, terkadang mereka memang sedang malas untuk menjawab ataupun mengawali pembicaraan.”


“Benarkah begitu?” tanya Alex berpura-pura tidak tahu. “Jika denganku kau diwajibkan untuk banyak bicara Sayang, kau tidak diperbolehkan diam. Silakan katakan apa yang tidak kau sukai dan apa yang kau sukai kepada suamimu ini, selama suamimu ini masih sehat secara fisik dan batin, maka dia akan memenuhi semua keinginanmu.”


Almira mendelik heran ke arah Alex, apa yang dikatakan pria itu padanya? Apakah benar bahwa dia akan menuruti apa pun yang dipinta olehnya? Bagaimana jika dirinya ini meminta barang-barang branded yang harganya sampai ratusan juta? Seperti misalnya tas hermes, Lv, dan barang branded lainnya? Mungkinkan Alex akan mau menuruti keinginanya?


Aha! Sebaiknya dia harus mencoba menguji suaminya itu mengenakan jurus itu, dia hanya ingin melihat sebatas mana keseriusan Alex terhadapnya dan sampai di mana omongan lelaki itu bisa dipegang.


“Kau yakin akan menuruti apa pun yang aku inginkan, Alex?” tanya Almira langsung kepada Alex setelah berdiam diri selama beberapa saat.


“Tentu saja, selagi aku bisa memberikannya kepadamu kenapa tidak?” balas Alex dengan enteng sembari tersenyum manis.


Almira mengangkat satu alisnya ke atas, “Bagaimana jika aku menginginkan tas hermes birkin yang harganya hampir menyentuh puluhan ribu dollar?” tanya Almira, dia pun tersenyum penuh kemenangan menatap ke arah suaminya yang tengah fokus menatap ke arah jalan raya.


Mendengar ucapan sang istri membuat Alex hanya bisa terkekeh pelan, apakah menurut Almira dia tidak akan mampu memberikan tas branded seperti itu padanya? Jangankan satu, sepuluh pun jika Almira menghendakinya dia akan memberikannya sekarang juga.

__ADS_1


“Terus apa lagi,  Sayang? Apakah masih ada? Katakan saja, kita akan pergi ke Mall sekarang untuk membeli tas branded yang kau inginkan itu.”


Alex melirik ke arah Almira seraya mengedipkan satu matanya seperti seorang pria nakal, sedangkan Almira yang mendengar jawaban Alex seperti orang sedang terkena serangan jantung. Ekspetasinya sangat berbanding terbalik, dia berharap jika Alex tidak akan menyetujui permintaan gilanya itu yang dia buat secara mengada-ngada, tapi mengapa suaminya justru menganggap hal tersebut sangat serius?


__ADS_2