Mendadak Dinikahi Milliarder

Mendadak Dinikahi Milliarder
035 : MENYERAHKANNYA


__ADS_3

“Aku bertanya kepadamu, kenapa kau hanya diam saja?” deham Mira menegur sang suami seraya melambaikan tangannya ke depan wajah tampan pria itu.


 


Alex terkesiap ketika sang istri menegurnya, dia pun tersenyum kecut menatap ke arah Mira.


 


“Entahlah, Mir. Apa pun dirimu, aku menerimanya dengan lapang dada tanpa memprotes sedikitpun. Mengapa kau membahas permasalahan ini lagi?” tanya Alex dengan lirikan mata sedikit sinis ke arah Mira. “Kalau terus-terusan membahas perkara ini, kapan dong kita mau berbahagia dengan kehidupan kita yang baru?”


 


Mira sontak terdiam ketika mendengar ucapana pasrah dari suaminya, dia pun tidak mempunyai maksud untuk membuat pria itu murung. Dia hanya menguji keseriusan Alex saja, tidak lebih dari itu, kok. Sudah, dia tidak mau membuat pria itu terus-terusan terlihat murung, bisa-bisa dia akan membuat Alex kehilangan senyumannya jika ujian ini tidak diselesaikan dengan cepat. Dia harus menyelesaikannya sekarang juga tanpa menunggu lama.


 


Alex merasa malas untuk berbicara lagi pun memutuskan untuk melepaskan pelukannya dari Mira dan berjalan mendekat ke arah sofa, dia hendak mendudukkan dirinya di sana agar kepenatan di dalam pikirannya hilang.


 


Melihat Alex yang berlalu begitu saja membuat Mira merasa sangat bersalah.


 


“Alex, aku masih p*rawan!” seru Mira dengan suaranya yang lantang agar pria itu mendengarkannya, sebab gemuru suara hujan semakin terdengar rusuh di luar sana.


 


Alex mendengar suara itu pun sontak langsung membalikkan badannya dan menatap ke arah Mira dengan tatapan tajam. Apa yang baru saja dia dengar ini? Akankah kedua telinganya sedang tidak salah mendengar?


 


“Apa yang kau katakan padaku, Mir?” tanya Alex dengan kedua alis terangkat ke atas. “Berhentilah bercanda dan mengatakan yang tidak-tidak,” imbuhnya kembali bicara.


 


Mira berdecak kesal ketika suaminya berbicara seperti itu, apakah menurut pria itu dia ini adalah wanita murahan yang dengan mudahnya disentuh oleh sembarang lelaki? Ah, tidak seperti itu, Alex! Pikirnya kesal.


 

__ADS_1


Wanita itu melangkah maju mendekat ke arah Alex berada, lalu dia segera mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya bak wanita penggoda pada umumnya. Hari ini dia akan membuktikan kepada Alex bahwa dirinya adalah gadis yang masih segel, dan tidak seperti apa yang pria itu pikirkan.


 


“A-apa yang kau lakukan ini, Mira?” tanya Alex, tubuhnya tampak sedikit bergetar karena menahan rasa grogi yang cukup hebat ketika wanita itu menempelkan badannya ke dada bidang miliknya seraya mengalungkan kedua tangannya di lehernya. Atraksi apa yang hendak dilakukan Mira padanya di pagi hari yang buruk ini?


 


“Sttt! Diam saja, Tuan Alex!”


 


Mira membungkam bibir pria itu dengan jemari tangannya, lalu kemudian jemari tangannya yang lain mulai menjamah tubuh pria itu dari atas kepala hingga mendekati ke arah sangkar emas milik Alexander dengan begitu lihai. Padahal ini adalah momen pertama kalinya dia bersikap seperti seorang penggoda, tapi mengapa dia justru terlihat seperti seorang pelatih yang sudah sangat hapal dengan gerakan menggoda? Ah, entahlah. Sejujurnya, Mira melakukan ini dengan abal-abal, tetapi meskipun begitu dia berhasil membuat hasrat suaminya naik sehingga ternggelam dalam sebuah ritual yang seharusnya terjadi pada awal pernikahan mereka.


 


Alex tak mampu menahan gejolak hasrat yang kian menghantamnya tanpa ampun, dia sudah tidak bisa menahan diri secara lagi dan lagi pun memilih membawa tubuh istrinya mendekat ke arah ranjang. Dan ya, atraksi pun terjadi secara langsung di dalam kamar itu meskipun cuaca sedang buruk. Cuaca buruk tidak menghambat dirinya untuk menunda permainan ini, bukankah lebih terasa menyenangkan jika bertempur seperti ini disaat hari sedang dingin karena hujan deras? Ya, benar sekali.


 


Satu jam lewat dua puluh lima menit, Alex baru saja menyelesaikan permainanya di atas tubuh sang istri. Tenaga yang dia milikki berasa habis karena mebobol pertahanan milik Mira dengan susah payah, ternyata Mira menggodanya untuk membuktikan kepada dirinya kalau dia masih memiliki mahkota yang tidak hancur, dan d*rah  p*rawan milik Mira tertetes di atas seprai ranjang mereka.


 


 


“Apa kini kau sudah percaya jika aku adalah wanita yang masih segel, Alex?” tanya Mira dengan napas memburu, dia mencoba untuk duduk dengan hati-hati agar tidak menimbulkan rasa nyeri di area pahanya. “Aku sudah menyerahkannya kepadamu, yang artinya aku sudah menyerahkan segalanya secara utuh padamu sebagai seorang istri, Suamiku.”


 


“Tentu saja aku percaya padamu, Mir. Terima kasih karena sudah membuktikannya kepadaku dan menjaganya untukku, aku mencintaimu selalu.” Alex kembali tersenyum menatap ke arah Mira berada. “Aku ingin membersihkan diri di dalam kamar mandi sekarang, apa kau mau ikut? Hmm, maksudku apakah kau mau mandi bareng bersamaku, Sayang?” tawar Alex kepada istrinya.


 


Kedua pipi wanita itu seketika memerah merona bak udang goreng. Benarkah pria itu mau mandi bersama dengannya? Ah, tidak. Sungguh dia masih memiliki rasa malu jika harus terbuka secara utuh kepada suaminya sebab dia belum terbiasa sama sekali.


 


“T-tapi aku malu, Lex,” lontar Mira berkata jujur.

__ADS_1


 


Alex sedikit membuang kasar napasnya di hadapan Mira seraya memunguti pakaiannya yang ada di atas lantai. “Untuk apalagi kau malu, hmm? Semua keindahan tubuhmu sudah aku lihat hari ini, Sayang. Ayo, aku akan memandikanmu, aku yakin kau pasti akan kesusahan untuk itu,” imbuh Alex lagi.


 


“Tentu saja kesusahan, bagaimana tidak?! Area pahaku begitu perih sekali, jangankan untuk berdiri, untuk duduk saja rasanya sekarang begitu sakit,” ungkap Mira.


 


“Ya, namanya juga baru lepas segel, Sayang, ha-ha! Nanti lama-lama sembuh sendiri dan tidak akan sakit lagi,” balas Alex dengan senyum menggoda.


 


“Hmm, ya sudah. Ayo, bantu aku untuk pergi ke dalam kamar mandi sekarang!” tegas Mira meminta bantuan kepada sang suami.


 


Alex tidak lagi banyak bicara, dia langsung bereaksi dengan sigap untuk menggendong sang istri masuk ke dalam kamar mandi. Dia tahu bagaimana menyikapi istrinya sekarang, sebab dia sudah pernah melihat masa lalunya yang tidak bisa banyak bergerak ketika pertama kalinya lepas segel karena dirinya. Jadi, pengalaman itu membuat dirinya harus mengertiin keadaan Mira sekarang.


 


“Kau ingin berendam di dalam bath-up terlebih dahulu atau langsung membersihkan diri di bawah shower, Sayang?” tanya Alex sambil membawa Mira berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


 


“Langsung ke bawah shower saja, aku benar-benar kelelahan kali ini, Lex. Mungkin setelah mandi, aku akan langsung tidur lagi,” terang Mira.


 


“Baiklah, Sayang. Tapi sebelum tidur lagi, kau harus sarapan dulu di meja makan, ya?” saran Alex, lalu dia pun menurunkan tubuh istrinya di bawah shower yang belum hidup itu.


 


Mira menoleh ke arah Alex dengan sedikit tajam, “Ah, apa kau sudah gila menyuruhku pergi sarapan ke sana dengan kondisiku seperti ini Alex? Bisa-bisa semua anak buahmu akan berpikir yang tidak-tidak mengenai kita,” rutuk Mira kepada prianya.


 


Mendengar rutukan istrinya membuat Alex mendelik heran seraya mengangkat kedua bahunya ke atas, mau anak buahnya berpikir yang tidak-tidak juga apa masalahnya dengan dirinya? Toh dia bersama Mira adalah pasangan suami dan istri, mustahil bukan jika mereka tidak melakukan hubungan itu? Ah, Mira ini ada-ada saja.

__ADS_1


 


“Kita ini sudah menikah, melakukan hubungan seperti itu sudah keseharusan, Sayang. Kenapa kau harus malu dengan itu semua? Malu itu kalau kita melakukan hubungan seperti itu diluar ikatan suci pernikahan.”


__ADS_2