Mendadak Dinikahi Milliarder

Mendadak Dinikahi Milliarder
023 : KARENA DIA BERARTI BAGIKU


__ADS_3

“Dana perusahaan tidak ada yang bermasalah, Tuan Alex.” Ricko dengan tenang menjelaskan perlahan kepada pria yang tengah duduk santai di hadapannya. “Saya hanya ingin memberikan sedikit informasi, Tuan, apakah boleh?” sambungnya bertanya kepada sang atasan.


 


Alex mengerutkan alisnya heran ketika mendapati pertanyaan seperti itu dari Ricko. Dalam benaknya bertanya, sejak kapan dia membatasi anak buahnya untuk bertanya kepadanya? Baik itu penting atau tidak, dia sama sekali tidak memberikan sedikitpun batasan kepada siapa pun yang hendak bertanya kepada dirinya.


 


Dia hanya memberikan batasan kepada lawan jenisnya, seperti klien wanita pada umumnya sedari awal dia terjun ke dunia bisnis hingga sekarang.


 


“Tentu saja saya persilakan untuk itu, Ricko.” Alex menegaskan kalimatnya sembari memainkan dagunya dengan jemari tangannya.


 


Ricko mengangguk mengerti sesudah mendapati lampu hijau dari sang atasan.


 


“Perusahaan PT Kencana Media mengundang para investor untuk membeli saham mereka, saham yang dilepas oleh perusahaan itu sebanyak 10.500 lembar dengan persatuan saham Rp. 2.500.000,- dengan minimal investasi Rp. 20.500.000,- kesempatan untuk memiliki saham di perusahaan itu bisa mencapai 15-20% jika kita mengambil lebih dari lima ribu lembar saham, Tuan.”


 


Ricko menghentikan pembicaraannya sebentar untuk memberikan jeda agar napasnya tidak sesak dalam berbicara kepada sang atasan.


 


“Jadi, di sini saya ingin menginformasikan itu saja kepada Anda, Tuan. Siapa tahu Anda tertarik untuk berinvestasi lagi,” kata Ricko dengan raut wajah seriusnya. “Oh iya satu lagi, Tuan, PT Kencana Media telah terdaftar dan diawasi oleh OJK, jadi aman untuk kita menanam saham di sana.”


 


Alex berdiam diri setelah mendengar penjelasan dari sang sekretaris pribadinya, dia berdiam diri untuk berpikir apakah dia harus menerima undangan tersebut ataukah dia harus menolaknya secara halus? Ah, entahlah. Sebaiknya dia diskusikan hal ini terlebih dahulu bersama istrinya, Mira, sebelum dia membuat keputusan. Sebab Mira adalah istrinya, dia juga membutuhkan persetujuan wanita itu. Jika dia membuat keputusan secara sepihak, dia takut apabila Mira akan merasa dirinya tidak dianggap ada.


 


“Untuk saat ini saya belum bisa mengatakan ya atau tidaknya kepada kalian berdua, sebab status saya bukan lajang lagi melainkan sudah menikah. Keputusan saya mengenai apa pun membutuhkan persetujuan dari istri saya, Mira. Sebaiknya saya diskusikan dahulu hal ini bersama nona, ya.”


 


Pria itu mendesakan napasnya pelan sembari memperbaiki posisi duduknya agar jauh lebih nyaman.


 


Si kembar itu pun merasa kagum mendengar ucapan dari atasan mereka, sebegitu berartinya nona Mira hingga dilibati dalam hal apa pun. Ah, mereka berdua tahu kalau atasan mereka ini adalah orang yang sangat bisa menghargai kehadiran siapa pun.


 


Beruntungnya wanita itu mendapatkan atasan mereka.


 


“Woah, hal bagus itu, Tuan!” sahut Ricky memuji keputusan Alex. “Anda terlihat semakin keren dengan keputusan Anda.”


 

__ADS_1


Ricko terkekeh mendengar sahutan dari saudara kembarnya. “Tuan sekarang terlihat begitu bucin dengan nona Mira, padahal sebelumnya dengan nona Laura Anda tidak begitu, ck-ck!”


 


Ucapan Ricko seketika membuat tawa Alex pecah di dalam ruang kerja pribadinya. Dia merasa begitu lucu ketika mengingat momen b*dohnya kala itu pada saat masih mencintai Laura. Ah, sial! Mengapa dia kembali mengingat masa b*dohnya itu!?


 


“Lho, kenapa Anda tertawa begitu, Tuan Alex? Ah, pasti Anda mengingat kenangan Anda bersama nona Laura, ya?” selidik Ricko menerka-nerka sendiri.


 


“Jika diingat-ingat itu adalah masa b*doh saya, Ricko, ha-ha!” jawabnya kembali tertawa terbahak. 


 


“Ya, masa itu memang Anda seperti orang b*doh, Tuan!” Ricky mengejek sang atasan dengan diiringi tawanya. “Sudah berulang kali saya mengatakan bahwa nona Lau berselingkuh tapi Anda tidak mempercayai itu, namun pada saat Anda melihat dengan kedua mata Anda sendiri baru Anda percaya itu, ha-ha!”


 


Suara tawa yang tadinya renyah mendadak hilang bak ditelan oleh bumi, pandangan Alex ke arah Ricky begitu dingin tanpa senyuman sehingga membuat Ricky yang melihat itu pun langsung menghentikan tawanya juga.


 


“Sudah, tak usah dibahas lagi untuk itu, takutnya nona nanti mendengarnya dan dia akan marah kepada saya,” ucap Alex pelan, lalu membuang napasnya dengan kasar. “Itulah perbedaan saya dulu dengan sekarang, Ricky, Ricko. Dengan nona Lau saya tidak pernah meminta izin darinya mengenai hal apa pun, tapi sekarang? Apa pun itu saya perlu izin dari nona Mira. Karena apa? Karena saya begitu menghargai kehadiran nona di hidup saya.”


 


Si kembar mengacungkan dua jempol mereka serentak ke hadapan sang atasan setelah mendengar ucapan dari lelaki itu.


 


 


Alex tersenyum miring saat mendapati Ricko meledeknya, “Memangnya saya seperti kalian yang tidak ada pasangan? Ck, kasihan jomblo!” Tak mau kalah, pria itu pun kembali meledek si kembar yang tengah duduk manis di hadapannya.


 


Si kembar terdiam membisu ketika telah dibalas oleh Alex, Alex yang melihat itu pun hanya bisa tersenyum senang.


 


“Silakan kembali kerjakan tugas kalian, saya ingin kembali ke kamar untuk beristirahat.”


 


Lelaki itu segera berdiri dari tempat duduknya, lalu berjalan keluar dari dalam ruang kerjanya dengan langkah cepat agar cepat sampai di dalam kamarnya. Rasanya dia sudah sangat lama membiarkan sang istri seorang diri di dalam kamar mereka dan pastinya wanita itu sangat kesepian dengan itu semua.


 


Tok-tok!


 


Alex mengetuk pintu kamar pribadinya bersama Mira dengan pelan secara berulang kali, lalu tak lama pintu kamar pun terbuka lebar.

__ADS_1


 


“Urusanmu sudah selesai?” tanya Mira dengan wajah gusarnya, sebab dia baru saja terbangun dari alam mimpinya ketika mendengar suara ketukan pintu.


 


“Tentu saja, Sayang.” Alex tersenyum manis, kemudian melangkah masuk ke dalam kamarnya. “Apakah kau tertidur tadinya, Mira?” sambung Alex bertanya kembali kepada istrinya.


 


“Kau benar sekali, aku terbangun karena mendengar suara ketukan pintu,” jawab Mira jujur, lalu dia tampak sedikit menguap di hadapan suaminya.


 


Alex melihat Mira yang menguap pun merasa kalau wanita itu sangat lucu sekali dengan tingkahnya yang apa adanya di hadapan dirinya.


 


“Ya sudah, lanjutkan tidurmu di sana, Mira. Aku akan membersihkan diri dahulu di dalam kamar mandi, baru setelah itu aku akan menyusulmu untuk masuk ke dalam alam mimpi.”


 


Dia memberikan sedikit perintah kepada sang istri.


 


“Hmmm, benarkah tidak apa-apa aku tinggal tidur duluan, Alex?” tanya Mira dengan sopan kepada suaminya.


 


“Tentu saja tidak apa-apa Sayang, kenapa kau harus bertanya dahulu kepadaku?” tanya Alex sedikit terkekeh sambil mengacak-ngacak anak rambut Mira menggunakan satu telapak tangannya dengan gemas. “Nyenyakkan tidurmu di sana, Mira. Aku menyayangimu selalu.”


 


Cup!


 


“Ciuman sebelum tidur untuk istriku yang paling cantik di dunia,” kekeh Alex setelah memberikan kecupan manis di dahi istrinya.


 


Plak!


 


Mira menampar kecil pipi Alex karena merasa malu dengan gombalan dan perlakukan pria itu kepadanya di siang bolong seperti ini.


 


“Dasar laki tukang gombal!” ketus Mira dengan bibir sedikit manyun.


 


“Meskipun tukang gombal, tapi aku akan selalu mencoba membuatmu bahagia dan tersenyum sepanjang hari, Nona Muda!”

__ADS_1


__ADS_2