Mendadak Dinikahi Milliarder

Mendadak Dinikahi Milliarder
006 : KEDATANGAN AMEER?


__ADS_3

Tok-tok-tok!


 


Sebuah suara ketukan dari luar pintu terdengar begitu jelas di kedua telinga Alex yang kini terlihat sedang asik memainkan ponselnya sembari menunggu sang istri selesai membersihkan dirinya di dalam kamar mandi. Alex yang penasaran pun memutuskan untuk segera beranjak dari atas ranjang dan berjalan mendekat ke arah pintu kamarnya.


 


Tidak butuh waktu lama pintu kamarnya pun telah terbuka, kedua mata Alex menatap heran ke arah anak buahnya yang kini berdiri tegap di depan ambang pintu kamarnya pada pagi hari ini seperti ini karena biasanya anak-anak buahnya tidak ada yang menjumpainya ke kamarnya pada saat pagi hari, terkecuali apabila dia sendiri yang menjumpai anak-anak buahnya di lantai bawah.


 


“Ada apa?” tanya Alex dengan suara khasnya. “Tumben sekali kau kemari pagi-pagi.”


 


Pria di hadapan Alex pun menggaruk kepalanya yang terasa tidak gatal agar rasa kaku di depan atasannya menghilang. Harus dari mana dia memulai percakapan? Entahlah.


 


“A-anu, Tuan Alex ...,” ujarnya, namun ucapannya terhenti setelah mengingat bahwa tujuannya kemari untuk memberitahu kalau sahabat atasannya, Ameer, datang kemari dengan penuh rasa emosi karena pria itu tahu kalau Alex, si atasannya, menikahi calon pengantinnya pada hari kemarin.


 


“A-anu ... Anu, anu apa? Tidak bisakah kau berkata dengan jelas? Ah, sejak kapan kau berkata denganku terbata dan tidak jelas seperti ini?” decak Alex sedikit terlihat marah. “Katakan saja dengan lurus-lurus ada apa!”


 


“Siapa yang berbicara denganmu, Alex?”


 


Almira yang baru saja selesai membersihkan diri dan sehabis mengenakan pakaian pun mendadak heran ketika dia mendapati suaminya, Alex, berbicara seperti sedang memarahi seseorang. Hal tersebut membuat Almira mendadak heran, siapa yang dimarahi oleh suaminya? Dan apa penyebab Alex memarahi orang tersebut?


 


Dia begitu penasaran sekali pun memutuskan untuk berjalan mendekat ke arah pintu kamar, namun langkah kakinya terhenti saat Alex berhasil  memutar kepalanya dan menatap sedikit dalam ke arahnya berada.


 


“Anak buahku, Mira. Tunggu sebentar, ya.” Alex memberikan senyuman, lalu kembali menatap ke arah anak buahnya berada. “Cepat katakan padaku ada apa? Apakah ada sesuatu yang penting sehingga membuatmu ragu untuk berbicara padaku? Katakan saja, nanti kita cari solusinya sama-sama.”


 


Anak buah Alex mengangguk mengerti.


 


“Tuan Ameer datang kemari untuk menemui Anda, Tuan. Dia datang kemari dengan beberapa orang berbadan kekar. Dia terlihat begitu marah, nada bicaranya pun berbicara kepada semua pelayan dan kepada saya dengan nada tinggi, bahkan penjaga rumah pun dibentak-bentaknya karena telah menghalangi jalannya untuk masuk ke dalam rumah ini.”


 

__ADS_1


Deg!


 


Penjelasan dari lawan bicara suaminya membuat detak jantung Almira seketika ingin berhenti, udara di sekitarnya serasa habis hingga membuatnya merasa sangat sesak. Untuk apa Ameer kemari? Apakah dia ingin mencaci maki dirinya lagi karena menikah dengan Alex? Hal apa lagi yang akan diperbuat oleh Ameer setelah ini? Apakah Ameer akan mempermalukan dirinya di depan semua pelayan rumah ini dan di depan semua anak buah suaminya?


 


Bagaimana ini?


 


Baru saja hendak memulai lembaran baru bersama orang baru, kenapa Ameer kembali datang ke kehidupannya? Apakah Ameer berniat untuk kembali menghancurkan nama baiknya di depan Alex supaya Alex juga turut meninggalkan dirinya?


 


Refleks Alex menoleh ke arah Almira berada, dia melihat gadis itu tengah terdiam membisu di tempatnya berada tanpa melakukan apa-apa, sepertinya istri kecilnya itu terkejut mendengarkan penjelasan dari anak buahnya.


 


“Di mana Ameer berada sekarang?” tanya Alex pada anak buahnya setelah memandangi Almira beberapa waktu. “Pergilah dan bilang padanya kalau aku akan menemuinya lima belas menit lagi. Dan ya ..., Jangan biarkan Ameer datang ke lantai atas, kau mengerti maksudku, ‘kan? Minta semua orang untuk berjaga dan berhati-hati terhadap Ameer sebelum aku datang ke sana.”


 


“Baik, Tuan.”


 


 


Alex sangat bisa membaca situasi pun memutuskan untuk mendekap tubuh sang istri masuk ke dalam pelukannya agar wanita itu sedikit merasa nyaman dan tenang di dekatnya, dia harus bisa membuat Almira percaya bahwa semuanya akan baik-baik saja. Selama Alex berada di sisi Almira, maka selama itu pula dia akan selalu menjaga Almira. Takkan dia biarkan Almira terluka oleh perbuatan orang lain meski hanya seujung kuku sekalipun.


 


“Jangan takut terhadap situasi ya, Mira. Aku akan selalu melindungimu setiap waktu selama aku masih bisa bernapas di dunia ini, jangan meragukan perlindunganku untukmu. Takkan kubiarkan satu orang pun menyentuhmu, apalagi melukaimu.”


 


Lelaki itu berbisik di samping daun telinga istrinya, nada suaranya terdengar begitu lembut. Almira yang mendengarkan itu semua merasa begitu legah, apalagi ditambah dengan pelukan yang diberikan oleh suaminya begitu hangat.


 


“A-aku takut apabila Ameer akan meracuni pikiranmu dengan mengatakan hal yang tidak-tidak, Lex.”


 


Almira mengungkapkan isi hatinya sembari mendongak ke atas menatap wajah sang suami dengan seksama.


 


“Jangan berpikir yang tidak-tidak, Almira. Sebaiknya kau berpikir hal-hal positif saja ya, aku tidak ingin kau banyak pikiran. Aku ini suamimu, mana mungkin seorang suami membiarkan istrinya dijelekkan oleh pria lain di hadapannya sendiri.”

__ADS_1


 


Cup!


 


Alex mendaratkan sebuah kecupan manis di dahi istrinya sembari tersenyum manis.


 


“Mungkin Ameer datang kemari hanya untuk membahas pekerjaan denganku tidak lebih dari itu,” kata Alex kembali meyakinkan istrinya. “Sebaiknya kau tunggu saja di kamar ini sampai aku kembali lagi ke sini, ya. Aku tidak akan lama, setelah Ameer pulang aku akan menjemputmu di sini dan kita akan sarapan pagi bersama seperti yang sudah aku janjikan padamu.”


 


“Kenapa aku harus menunggu di sini?”


 


Alex mendesahkan napasnya kasar ke udara ketika mendengar pertanyaan dari Almira.


 


“Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan?” balas Alex menjawab pertanyaan dari istrinya. “Kau mengerti maksud suamimu ini, ‘kan, Nona Cantik?” lanjut Alex sembari mengelus permukaan pipi Almira dengan tangannya.


 


“Ah, maksudnya bagaimana itu? Maaf, aku tidak mengerti sama sekali,” timpal Almira dengan tampang polosnya.


 


“Aku tidak ingin membuatmu terluka jika harus kembali bertemu dengan Ameer, aku tidak mau melihatmu bersedih karena dirinya, karena apa? Ya karena seharusnya posisi diriku sekarang adalah posisinya Ameer,” jawab Alex santai. “Bagaimana? Apakah sekarang kau sudah mengerti, Istriku?”


 


Almira merasa begitu kagum dengan setiap ucapan yang dilontarkan oleh Alex untuknya. Kenapa pria ini begitu manis sekali? Bahkan terlihat begitu sempurna di matanya.


 


“T-tapi bagaimana jika Ameer melukaimu?” tanya Almira, pertanyaan itu terlintas begitu saja di ruang otaknya sehingga dia harus memastikan jika Alex tidak akan terluka ketika bertemu dengan Ameer. Dia takut apabila mantan kekasihnya itu akan berbuat di luar batas kepada Alex ketika dia tahu bahwa Alex telah menjadi suami pengganti untuknya.


 


“Tidak akan kubiarkan dia menyentuhku juga, Mira. Rumah ini dilengkapi dengan CCTV dan banyak penjaga. Salah langkah saja, maka dia harus menerima konsekuensi yang harus dia hadapi. Sedari awal dia tahu siapa orang yang berhadapan dengannya.”


 


“Ya sudah kalau begitu, Alex. Tetap hati-hati dan jaga dirimu. Oh ya, jangan berlama-lama. Aku bisa khawatir kalau dirimu lama kembali kemari.”


 


“Tenang saja, aku tidak akan lama meninggalkanmu, Permaisuriku!”

__ADS_1


__ADS_2