Mendadak Dinikahi Milliarder

Mendadak Dinikahi Milliarder
024 : AKU MENCINTAIMU


__ADS_3

Siang telah berganti menjadi malam, udara yang dingin menyejukkan membangunkan pasangan suami-istri yang tengah asik terlelap dalam alam mimpinya.


 


Alex segera bangkit dari atas ranjang dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, sebab jarum jam telah menunjukkan pukul setengah tujuh malam. Dia ingin pergi menghadiri acara penting dari dokter Harun, biarpun nantinya akan sedikit terlambat. Setidaknya dia masih menghargai undangan itu dengan cara datang ke sana, sekaligus dia juga ingin memperkenalkan Mira kepada semua orang.


 


Mira yang melihat suaminya kalang-kabut pun merasa heran sendiri, apa yang membuat Alex terlihat begitu ingin bercepat-cepat? Apakah dia ada urusan penting malam ini yang tidak dia ketahui sebagai istri dari lelaki itu? Emm, sebaiknya dia bertanya kepada Alex dari luar pintu kamar mandi. Siapa tahu dia bisa membantu pria itu dengan cara membantu menyiapkan pakaiannya, sepatunya, dan semua yang dibutuhkan oleh Alex.


 


Tak menunggu lama, wanita itu pun segera menuruni ranjang dan melangkah mendekat ke arah pintu kamar mandi.


 


“Alex,” panggil Mira sedikit kencang dari luar pintu. “Lex ..., Apakah kau ingin pergi malam ini?” sambungnya, nada suaranya sedikit meninggi agar pria di dalam sana mendengarnya.


 


“Iya, Sayang!” jawab Alex juga ikut berteriak dari dalam kamar mandi.


 


“Baiklah, Lex!”


 


Mira sudah mendapati jawabannya pun kembali membawa kedua kakinya menuju ke arah lemari pakaian sang suami berada, dia ingin menyiapkan pakaian untuk sang suami pergi ke luar malam ini. Pastinya pria itu ada urusan yang sangat penting di luar sana sehingga membuatnya terlihat begitu sangat sibuk.


 


Dan ya, sebagai seorang istri Mira harus berinisiatif untuk melakukan apa saja yang masih berhubungan dengan sang suami.


 


Alex yang baru saja kelar membersihkan diri pun terkejut ketika kedua matanya mendapati sang istri tengah sibuk memilih pakaian di dalam lemarinya.


 


“Sayang, bersihkan dirimu sekarang!” kata Alex dengan tegas memberikan perintah. “Biar aku saja yang mencari pakaian, sekarang dirimu mandi, gih. Kau akan ikut denganku ke luar malam ini.”


 


Pria itu berjalan mendekat ke arah lemari pakaiannya.


 

__ADS_1


“A-aku?” tanya Mira sambil menunjuk dirinya sendiri. “K-kita mau ke mana memangnya?” lanjutnya penasaran.


 


“Kita akan menghadiri acara grand opening pembukaan klinik kecantikan milik dokter Harun, Sayang. Ayo, bersiaplah mulai sekarang karena acara akan dimulai tiga puluh menit lagi,” balas Alex dengan nada lembut kepada sang istri.


 


Mendengar ucapan dari suaminya membuat Mira tergelak kaget, bagaimana bisa keduanya bersiap dalam waktu tiga puluh menit? Sedangkan dirinya belum membersihkan diri. Hais, peperangan dengan waktu akan dimulai sekarang juga. Demi sang suami, dia harus bersiap secepat kilat agar nama pria itu tidak buruk di depan rekan-rekannya.


 


“Siap laksanakan, Tuan Alexander Yang Terhormat!” 


 


Wanita itu berlari kecil menuju ke dalam kamar mandi, sedangkan Alex yang melihat tingkah laku Mira hanya bisa terkekeh pelan sembari menggelengkan kepalanya berulang kali.


 


Sekarang adalah gilirannya yang di mana dia harus menyiapkan pakaian Mira agar wanita itu jauh lebih cepat dalam bersiap-siap. Apalagi dia tahu kalau wanita jika ingin bepergian fase yang paling lama adalah memilih pakaian.


 


Alex meraih sebuah celana dasar berwarna abu-abu, lalu baju kaos berwarna putih dengan jas berwarna abu-abu. Sebelum mengenakan celana dan pakaiannya, pria itu tak lupa untuk mengenakan ****** ******** terlebih dahulu.


 


 


Alex yang sudah bersiap pun berjalan mendekat ke arah lemari pakaian sang istri untuk mencari pakaian bagus agar dikenakan oleh Mira malam ini. Setelah mencari-cari, pria itu menemukan sebuah gaun indah berwarna broken white dengan hiasan manik-manik di bagian bawahnya, itu terlihat sangat indah pastinya setelah dikenakan oleh Mira. Sebab gaun tersebut hampir senada dengan kulitnya yang halus dan putih mulus.


 


Lima belas menit berlalu, pakaian Mira telah disediakan oleh Alex di atas ranjang sedangkan Mira baru saja keluar dari dalam kamar mandi dengan lilitan handuk putih di tubuhnya.


 


“Pakaianmu sudah aku siapkan di sana, Sayang.”


 


Alex menegur Mira yang kini terlihat berjalan mendekat ke arah lemari pakaian, sedangkan dia tampak duduk manis di atas mini sofa yang ada di dalam kamar mereka.


 


Mira mengangkat kedua alisnya ke atas saat mendengar ucapan sang suami. Sejak kapan pria itu memiliki inisiatif untuk menyiapkan pakaiannya juga? Ah, apakah dia tengah meniru kebiasaannya yang selalu menyiapkan pakaian untuk pria itu? Hmm, sepertinya memang benar begitu.

__ADS_1


 


“Ah iya, Alex. Sebelumnya kuucapkan terima kasih banyak, ya.”


 


Dia sangat menghargai usaha Alex untuk melakukan hal itu, dengan senang hati Mira berjalan mendekat ke arah ranjang tidurnya bersama sang suami.


 


Tak menunggu lebih lama lagi, Mira mengenakan pakaian itu di hadapan Alex tanpa rasa malu lagi. Toh, buat apa dia malu sedangkan nantinya pria itu juga akan memiliki tubuhnya secara penuh. Mungkin tidak sekarang, tetapi nanti di kemudian hari nanti.


 


Alex yang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya pun mendadak merasakan sesuatu yang tidak beres di hatinya. Detak jantungnya berdegub kencang saat kedua matanya menyaksikan keindahan tubuh sang istri. Benar-benar menggoda dan menantang untuk dimiliki sekarang, namun apa boleh buat kalau dia tidak bisa menyentuh tubuh istrinya secara sembarangan. Sembarangan dalam artian dia tidak mau menyetubuhi sang istri apabila wanita itu belum memiliki rasa cinta padanya.


 


Dia akan memberikan waktu untuk Mira bisa mencintainya seperti wanita itu mencintai sahabatnya, Ameer.


 


Jika dia memaksa Mira untuk menyerahkan tubuhnya sekarang padanya, dia takut Mira akan melayaninya dengan terpaksa, bukan karena cinta. Jadi, dia akan benar-benar menunggu sampai wanita itu mencintainya dan siap untuk melayaninya dengan sepenuh hati tanpa adanya rasa keterpaksaan di dalam dirinya meskipun beberapa hari belakangan ini junior kecilnya sering berdiri sendiri ketika melihat keindahan itu, tetapi sekuat tenaga dia mengontrol dirinya sendiri demi kenyamanan sang istri dalam menjalani kehidupan berumah tangga dengan dirinya.


 


Mira sudah selesai mengenakan pakaian, dia pun kembali berjalan mendekat ke arah meja riasnya untuk mengenakan make-up agar terlihat cantik. Toh, acara ini pastinya akan membuat Alex, suaminya, bertemu dengan banyak orang, tidak mungkin bukan kalau dia hanya mengandalkan kecantikannya yang natural?


 


Yup, benar sekali.


 


Wanita itu duduk di atas kursi riasnya di depan meja rias, dia mengeluarkan alat make-up yang ada di dalam laci meja itu dengan cepat, lalu mulai bertempur dengan alat riasnya di atas permukaan wajahnya.


 


“Tidak usah memakai make-up yang berlebihan ya, Sayang. Pakai saja make-up yang tipis agar tidak terlihat menor,” tegur Alex tersenyum sambil melirik ke istrinya yang tengah duduk di depan meja rias.


 


“Siap laksanakan, Komandan!” kekeh Mira membalas ucapan sang suami.


 


“Terima kasih telah menerima masukkan dariku tanpa tersinggung, Tuan Putri. Aku mencintaimu dengan banyak!”

__ADS_1


__ADS_2