Mendadak Dinikahi Milliarder

Mendadak Dinikahi Milliarder
036 : AKIBAT PERSELINGKUHAN


__ADS_3

“Alex, bagaimana jika kau saja yang turun ke bawah untuk mengambilkan sarapan pagi untukku?” ucap Almira bekompromi bersama sang suami, dia merasa sangat perih jika harus berjalan lama-lama. Apalagi berjalan menuruni anak tangga, ah tidak bisa terbayang bagaimana perihnya.


 


Sebuah ide bagus, jadi Mira tidak perlu turun ke bawah pagi ini sampai kondisinya jauh lebih baik. Lagipula anak buahnya dan beberapa pelayan sedang berberesan ruangan itu.


 


“Ya sudah kalau begitu, Sayang. Istirahatlah di atas tempat tidur, aku akan kembali setelah menyiapkan makanan untukmu di meja makan,” balas Alex sembari melengkungkan sebuah senyuman manis di wajah tampannya.


 


Mira yang mendengar balasan dari sang suami pun merasa senang dan bahagia karena pria itu tidak merasa keberatan sedikitpun akan permintaan dari dirinya. Ah, bersyukur sekali rasanya dia menikah dengan Alex.


 


“Baik, aku akan menunggumu kembali, Alex.”


 


Wanita itu memandangi wajah sang suami cukup dalam selama beberapa detik lamanya tanpa berpaling ke manapun, begitupula dengan Alex.


 


“Kunci pintunya, aku akan pergi mengambilkan makanannya sekarang juga, Sayang!” titah Alex tegas kepada sang istri setelah mereka saling memandangi.


 


Alex menggiring langkah kakinya keluar dari dalam kamar tanpa menunggu lebih lama lagi, dia menyusuri anak tanga dengan cepat untuk sampai di dapur. Sebelum menuju dapur, Alex membawa dirinya pergi ke dalam ruangan itu terlebih dahulu untuk melihat perkembangannya, di sana hanya ada Roy yang terlihat sedang sibuk menurunkan foto-foto mesranya bersam Laura.


 


“Sepertinya kalian bekerja cukup giat untuk membersihkan ruangan ini,” cakap Alex tiba-tiba setelah menginjakkan kedua kakinya ke dalam ruangan itu yang sama sekali tidak terkunci sehingga membuat Roy terkejut dan sontak menoleh ke arah sumber suara.


 


“Lho, sejak kapan Anda berada di sana, Tuan Alex?” tanya Roy masih dengan ekspresi terkejutnya. “Ya, ini semua ‘kan demi atasan kami, jadi kami semua bekerja dengan extra agar beliau tidak kecewa,” kekeh Roy menjawab ucapan pria itu.


 


“Kerja bagus, Roy. Kalau begini ‘kan saya juga semangat untuk mencari uang demi memberikan upah yang sesuai untuk kalian semua,” lontar Alex tertawa kecil, dia merasa bangga mendengar kata-kata yang diucapkan oleh si Roy. “Roy, bisakah saya meminta tolong lagi padamu?” lanjut Alex.

__ADS_1


 


Roy mendelik heran saat mendengarnya, kira-kira pria itu hendak meminta tolong apalagi pada dirinya? Ah, padahal pekerjaannya yang ini belum selesai sama sekali. Tapi, demi sang atasan dia akan melawan rasa lelahnya.


 


“Minta tolong apa, Tuan?” tanya Roy langsung tanpa banyak berpikir, toh selama dia bisa membantu pria itu kenapa tidak ‘kan? “Selama saya bisa melakukannya, akan saya bantu sebisa saya, Tuan Alex.”


 


“Nona sedang sakit, bisakah kau menyiapkan sarapan pagi di atas meja makan dan di pindahkan ke dalam mangkuk kecil? Siapkan saja sarapan yang sudah dimasak oleh pelayan di dapur, lalu buatkan nona air teh hangat, ya. Nanti satukan di dalam nampan dan bawa kemari,” kata Alex dengan panjang kali lebar memberikan perintah kepada sang pengawal.


 


Sang pengawal merasa heran ketika mendengar perintah dari atasannya yang mengatakan kalau nona muda sedang sakit. Sakit apa kira-kira? Padahal semalam masih terlihat baik-baik saja, tapi mengapa pagi ini atasannya mengatakan kalau wanita itu sedang sakit?


 


“Nona Mira jatuh sakit?” kata Roy sambil menatap wajah Alex dengan penuh selidik. “Sakit apa nona Mira, Tuan?” lanjutnya kembali bertanya.


 


Alex memasang wajah datarnya ketika Roy bertanya tentang istrinya sakit apa. Hais, harus menjawab apa dia sekarang? Bukankah sangat tidak mungkin dia mengatakan kalau Mira sakit karena ulahnya yang menguji coba perang emasnya di dalam sangkarnya? Aha, bisa-bisa dia akan ditertawai oleh Roy karena ini.


 


 


Roy mendesahkan napasnya ke udara lalu meninggalkan pekerjaannya yang tengah menurunkan foto-foto mesra atasannya bersama mantan kekasihnya yang terpajang di sepanjang dinding ruangan itu. Dia melangkah keluar dengan gerak kaki cepat untuk pergi ke dapur.


 


Setelah kepergian Roy dari dalam ruangan, Alex membawa kakinya mendekat ke arah ranjang berada yang di atasnya terletak foto-fotonya bersama Laura di masa lalu.


 


Lelaki itu meraih sebuah foto yang dibingkai dengan pigura kaca dengan satu tangannya, lalu memperhatikan foto tersebut dengan seksama. Di sana, dia melihat senyumannya begitu tulus dan terlihat begitu amat bahagia. Apakah dia bisa kembali ceria seperti dahulu kala bersama orang baru yang kini hidup bersamanya?


 


Pasti bisa untuk dia lakukan.

__ADS_1


 


Yang ditakutkan oleh Alex hanyalah satu, dia takut apabila orang baru yang kini bersama dengannya tidak mendapatkan kebahagiaan. Jadi, untuk saat ini dia hanyalah memikirkan Mira. Dia menjadikan wanita itu sebagai prioritas utama yang harus dipikirkan, baik secara keuangan maupun kebahagiaan. Dia tidak boleh membuat Mira kekurangan uang dalam artian dia akan selalu menyetujui apa pun yang hendak dibeli olehnya dengan catatan selama dia mampu, dan tidak hanya itu, dia juga mengutamakan kebahagiaan Mira di atas apa pun.


 


Alex akan membelakangkan kebahagiaan dirinya demi sang istri terkasih.


 


Masa lalunya bersama Laura mengajarkan dirinya tentang banyak hal.


 


Dia sadar kalau yang membuat Laura berselingkuh kala itu karena wanita itu tidak bahagia dengannya, yang di mana dia tidak bisa mengerti perasaan kekasihnya, jarang memiliki waktu untuk berquality time dan jarang berkomunikasi dengan baik untuk sekedar bercerita tentang mengenai hari-hari mereka berdua selama tidak bertemu.


 


Laura adalah pelajaran terbaik di hidupnya, dan sekarang dia harus lebih banyak mengerti tentang keadaan wanita. Jangan sampai dia kembali kehilangan orang yang dia cintai hanya karena dirinya yang egois—yang tidak mau mengerti orang lain dan hanya mau dimengerti oleh orang lain.


 


Tetapi balik lagi, apa pun yang menyangkut perselingkuhan adalah hal yang tidak mampu dibayar oleh kata maaf. Perselingkuhan terjadi secara sadar, karena selingkuh membutuhkan waktu untuk pendekatan, mengatur waktu untuk bertemu, dan lain sebagainya.


 


Bagi Alex, perselingkuhan adalah hal yang sangat keji. Bahkan lebih keji dari seorang pembunuh, kenapa demikian? Karena perselingkuhan bisa membuat korban menjadi sangat trauma, dan rasa trauma itu bisa menyebabkan seorang korban kehilangan akal sehatnya, di mana dia bisa menjadi gila, b*nuh diri, dan memb*nuh seorang pelaku yang berbuat.


 


Tidak banyak kasus pemb*nuhan yang telah terjadi karena perselingkuhan di dunia ini.


 


Rasa sakit akibat diselingkuhin amatlah perih, dan untuk menghilangkan rasa sakit itu sangat membutuhkan waktu lama.


 


Alex sangat tahu betul bagaimana rasa sakit diselingkuhi oleh pasangan sendiri yang dia cintai setengah mati, jadi sekuat mungkin dia tidak akan menyentuh yang namanya perselingkuhan. Apalagi sekarang dia memiliki seorang istri yang menurutnya sangat baik dalam memperlakukan dirinya.


 

__ADS_1


Bukankah dia akan sangat rugi jika dia menyia-nyiakan kehadiran Mira dan tidak menghargai wanita itu di hidupnya?


__ADS_2