Mendadak Dinikahi Milliarder

Mendadak Dinikahi Milliarder
042 : INGIN MEREBUTNYA KEMBALI


__ADS_3

Merasa telah puas mencaci maki sang mantan, lelaki itu pun memutuskan untuk segera pergi dari sana sebelum amarahnya benar-benar memuncak dan membuatnya berpikir pendek. Namun ketika dia melangkah meninggalkan area tersebut, wanita itu justru mengejarnya serta memeluknya dari belakang dengan begitu erat sehingga membuat dirinya tidak bisa berjalan lagi.


 


Terpaksa, Alex membalikkan tubuhnya ke belakang untuk memandangi sang mantan.


 


“Untuk apalagi kau menahanku? Kau lupa bahwa aku dan dirimu sudah tidak memiliki hubungan apa pun lagi?” ketus Alex masih dengan wajah kesalnya menatap tajam ke arah Laura berada seraya melepaskan tangan wanita itu dari tubuhnya. “Berhentilah mengganggu kehidupanku sebelum aku membuatmu hilang ditelan bumi.”


 


Terakhir lelaki itu memberikan peringatan keras kepada Laura. Bukannya takut, justru Laura tersenyum senang mendapati ucapan itu dari Alex. Ah, wanita ini benar-benar sangat gila, pikir Alex.


 


Kebanyakan manusia akan merasa ciut dan takut apabila mendapatkan sebuah ancaman, tetapi Laura begitu berbeda. Dia malah tampak senang ketika dirinya mengancamnya. Sepertinya memang benar kalau Laura memang harus dibawa ke RSJ untuk diperiksa.


 


“Kau hanya milikku seorang, Alex, sampai kapan pun itu.” Laura mendesah pelan di depan Alex, dia memasang wajah menggodanya agar hasrat lelaki itu naik. “Aku merindukan kehangatan darimu. Ayo, berikan aku kehangatan itu lagi. Setelah itu, aku berjanji untuk tidak mengganggu kehidupanmu lagi, Lex.”


 


Plak!


 


“Kau sungguh sudah gila, Brengsek!”


 


Alex memberikan tamparan keras ke pipi mulus milik Laura tanpa rasa segan lagi, dia benar-benar sudah begitu muak dengan segala upaya Laura yang menggodanya kali ini. Benar-benar wanita yang tidak memiliki harga diri, pantas saja dia tampak seperti seorang p*lacur untuk sekarang.


 


Berbeda sekali pada saat wanita itu masih bersama dengannya.


 


“Aku gila karena membutuhkan kehangatan darimu, hmm.” Laura menggigit bibir bawahnya di hadapan Alex, dia benar-benar sangat menginginkan Alex untuk mendekapnya malam ini sampai esok pagi. “Apa kau mau mengabaikan kesempatan emas kali ini, Alex?” lanjutnya kembali dengan nada suaranya yang begitu amat manja.


 


“Kesempatan emas katamu? Badebah, istriku jauh lebih berharga daripada dirimu. Kau tahu? Aku lebih baik menghabiskan waktuku untuk mendekap dan menghangatkan istriku daripada harus bermalam dengan wanita murah seperti dirimu,” maki Alex kesal, dia pun membuang ludahnya ke samping setelah berbicara.


 


Laura mundur beberapa langkah ke belakang sesudah melihat reaksi Alex yang terlihat begitu jijik dengan dirinya. Apakah pria itu lupa kalau orang pertama yang mengambil kehormatan dirinya itu adalah dia sendiri? Ah, Alex sepertinya melupakan momen manis mereka yang di mana pria itu membelah duren dengan begitu semangat empat lima. Ha-ha, Alex benar-benar sudah amnesia dengan semua kejadian manis tersebut.


 


Apakah karena dia sudah mendapatkan duren yang jayg lebih montok dan lezat daripada miliknya? Hmm, ini tidak bisa dibiarkan.


 


Dia harus merebut Alex kembali dari genggaman wanita itu apa pun caranya. Rumah tangga yang dibina oleh Alex bersama wanita mana pun harus hancur seperti kehancuran dirinya saat ini.


 


“Kau lupa kalau orang yang mengambil kehormatanku adalah dirimu?” tanya Laura tersenyum sinis. “Kau merampas mahkotaku dan meninggalkanku sendiri di sini! Kau membuatku jatuh terpuruk setelah kau merampas segalanya dariku, Alex!” marah Laura.


 

__ADS_1


Alex mengerutkan dahinya heran, lalu berdecak kesal. Apa-apaan ini? Pikirnya tak mengerti setelah mendengar ucapan Laura yang mengatakan kalau dia lah orang yang telah membuat wanita itu jatuh terpuruk. Apakah dia sedang menghalu?


 


“Apakah aku meninggalkanmu setelah aku mengambilnya? Tidak, kan? Aku meninggalkanmu karena dirimu yang bermain gila dengan lelaki lain di belakangku pada saat aku pergi mengurus pekerjaanku di Luar Negeri. Jangan mengarang cerita agar dikasihi banyak orang!” cibir Alex pedas mengata-ngatai wanita itu.


 


“Menghalumu terlalu tinggi, Nona. Sekarang bangunlah, ini bukan lagi Negeri Dongeng yang bisa kau karang sendiri,” ejek Alex. “Kutegaskan sekali lagi, jangan pernah mengusik ketenanganku. Apa pun ancamanmu, akan aku buat nyata semua ucapanku. Aku tidak pernah takut dengan ancamanmu lagi!”


 


Alex melangkahkan kedua kakinya kasar dengan gerak cepat pergi dari tempat ini, rasanya dia sekarang benar-benar amat muak melihat drama kehidupan yang dibuat oleh sang mantan. Jika dia tahu bahwa orang yang mengancamnya dibalik akun fake itu, mungkin dia tidak akan pernah sudi untuk kembali bertemu dengan masa lalunya.


 


Tidak ada untungnya bertemu dengan wanita gila seperti Laura.


 


Yang ada hanya membuat dirinya pusing serta naik darah sepanjang waktu.


 


Mimpi Laura hendak kembali bersama dengannya lagi hanyalah sebatas angan-angan saja. Dia tidak sudi kembali menerima wanita bekasan seperti Laura meskipun dialah yang mendapatkannya pertama kali. Entah sudah berapa banyak pria yang telah mencicipi benda itu, dia sama sekali tidak tahu. Tapi seperti dugaannya sudah sangat banyak, bisa jadi sudah lebih dari lima orang. Secara dia tahu kalau mantannya itu amat murahan yang dengan mudahnya dimiliki oleh banyak pria.


 


Dih, najis sekali rasanya kalau diingat-ingat tentang skandal yang dia saksikan sendiri di depan matanya.


 


Alex masuk ke dalam mobilnya setelah berhasil keluar dari dalam Apartemen Xxx, lalu dia menghidupkan mesin mobil serta melajukan mobil untuk meninggalkan pekarangan Apartemen sebelum Laura kembali mengejarnya.


 


 


Di tengah perjalanannya, Alex melepaskan masker yang menutupi setengah wajahnya itu agar hidung dan mulutnya bernapas dengan lelusa tanpa batas.


 


Terbesit rasa bersalah di dalam hatinya kepada Almira setelah dia memutuskan untuk bertemu dengan seseorang yang tidak lain adalah mantannya secara diam-diam di belakang istrinya tanpa wanita itu tahu. Bahkan dia pergi ke luar pun tidak memberitahu kepada istrinya terlebih dahulu.


 


Ah, tindakan apa yang harus dia lakukan sekarang untuk menebus rasa bersalah ini?


 


Hanya dengan sebuah kejujuran rasa bersalah itu hilang. Ya, dia harus berterus terang kepada Mira mengenai kejadian yang terjadi hari ini. Lebih baik dia berkata jujur meskipun itu sedikit menyakitkan daripada dia harus berbohong kepada istrinya hanya demi melihat wanita itu selalu tersenyum.


 


Rasanya sangat gelisah apabila dia harus menahan kebohongan di dalam dirinya.


 


Dua puluh menit mengendarai mobil menempuh jalan raya selama beberapa KM ke rumahnya, kini lelaki itu sudah berhasil kembali ke rumah pribadinya yang terletak tidak jauh dari tengah Kota.


 


Ketika dia turun dari dalam mobilnya, hujan turun begitu deras membasahi permukaan bumi seakan merestui dirinya kembali ke rumah sampai-sampai celana yang dia kenakan basah terkena percikan air hujan yang cukup deras.

__ADS_1


 


“Kau dari mana saja?” Mira menghentikan langkah Alex yang hendak masuk ke dalam rumah. Dia berdiri dengan santai di depan ambang pintu masuk dengan berkacak pinggang. “Aku mencarimu sejak tadi, tapi semua orang di rumah ini tidak tahu di mana keberadaanmu. Mengapa kau ditelefon tidak diangkat? Dichat tidak dibalas? Kau ke mana?” tanya Mira heran.


 


Alex merasa tenang ketika menatap wajah istrinya yang kini berdiri tegap di depan ambang pintu masuk, dia terlihat begitu amat perhatian dengan dirinya sehingga dia yang sudah besar begini masih dicarikan seperti seorang anak kecil. Ha-ha, sederhana tapi begitu membahagiakan sekali.


 


“Kenapa kau mencariku, hmm?” tanya Alex, dia melebarkan senyuman indah di wajahnya. “Aku tidak ke mana-mana, Sayang. Aku selalu ada di dalam hatimu.”


 


Plak!


 


“Kau selalu saja menggombaliku,” cibir Mira seraya memukul pelan dada kekar sang suami yang kini berada lebih dekat di hadapannya. “Kau habis dari luar, ya? Ke mana? Kenapa kau tidak berpamitan dulu padaku atau kepada yang lain? Kalau ada apa-apa denganmu di luar sana, bagaimana aku dan semua anak buahmu akan mencarinya?” kata Mira sedikit khawatir.


 


Cup!


 


Satu kecupan manis mendarat di permukaan dahi wanita yang kini sedang mengomeli suaminya.


 


“Aku akan selalu menjaga diriku di manapun aku berada, Sayang. Apakah sekarang aku boleh masuk ke dalam? Ataukah aku harus berdiri di teras rumah sampai besok pagi, hmm?” kata Alex kepada Mira sembari memainkan pipi gembul milik istrinya menggunakan kedua tangannya.


 


“Aha, aku sampai lupa memberikanmu jalan untuk masuk ke dalam rumah,” kekeh Mira merasa malu dengan tingkah lakunya yang tengah menghadang pria itu untuk masuk ke dalam rumah.


 


“Alex! Hentikan jalanmu!”


 


Alex dan Mira sontak kaget ketika mendengar perintah dari seseorang. Kedua mata Alex membola penuh saat melihat kehadiran Laura di rumahnya.


 


Mira menatap ke arah suaminya dan wanita itu secara bergantian. Wanita itu adalah Laura, si mantan kekasih suaminya di masa lalu. Kira-kira untuk apa wanita itu menginjakkan kedua kakinya kemari? Apakah dia memiliki urusan yang belum selesai bersama suaminya?


 


“Hai, selamat datang di sini, Nona,” sambut Mira ramah kepada Laura. “Apakah ada hal penting yang ingin Anda bahas bersama suami saya? Jika iya, masuklah kemari.  Mari kita bahas di dalam saja, karena udara di luar ini sangat dingin,” ajak Mira.


 


Alex menepuk jidatnya kasar saat mendapati perlakuan istrinya yang memiliki sikap ramah kepada mantannya yang tidak tahu malu ini. Mengapa Mira masih saja memperlakukan wanita b*jat ini dengan baik, sih? Aduh, benar-benar membuatnya ingin mati tegak sekarang juga.


 


“Tidak perlu. Saya hanya ingin membawa Alex kembali kepada saya, tidak lebih dari itu!” lantang Laura berkata tegas di hadapan istri sah sang mantan. “Sebaiknya kau tinggalkan kekasihku sekarang juga, kau hanya parasit yang tega merampas kebahagiaanku. Pergilah dari rumah ini karena rumah ini memiliki begitu banyak kenangan manis antara aku bersama suamimu.”


 


Damn!

__ADS_1


 


Apa yang telah didengar oleh Mira kali ini?


__ADS_2