
Sore Harinya.
Alex berjalan menyusuri koridor untuk sampai di halaman belakang rumahnya dengan menggunakan pakaian santainya. Ya, setelah beberapa hari ini kepalanya sangat terasa pusing sekali, ingin sekali rasanya dia pergi berjalan-jalan ke mana-mana untuk refreshing agar otaknya kembali terasa segar setelah memikirkan banyak hal tentang apa pun yang terjadi di hidupnya.
Setelah sampai di halaman belakang, Alex mendudukkan dirinya di atas sebuah ayunan di sebuah taman yang dipenuhi oleh hiasan-hiasan bunga cantik nan berwarna. Dia sengaja pergi ke halaman belakang untuk menatap indahnya alam yang tak henti memberikan suasana baru untuk dirinya dikala kebosanan sedang melanda.
Alex menikmati udara sejuk di sore hari yang terasa sedikit dingin sambil memainkan ponselnya melihat drama kehidupan yang terjadi di dunia sosial media. Ada banyak berita-berita yang tidak sesuai fakta bermunculan di akun-akun gosip. Hal itu sudah sangat lumrah baginya, jadi Alex memilih untuk mengabaikannya saja.
Ting!
Sebuah notifikasi masuk ke dalam ponsel Alex yang di mana seseorang meminta untuk mengirim pesan kepadanya melalui instagram. Dia yang penasaran pun segera membuka permintaan pesan di akun instagram pribadi miliknya, begitu banyak pesan masuk di sana yang belum sempat dia baca. Satu-persatu DM dari orang-orang dia baca dengan teliti meskipun tidak ada satu pun yang dia balas.
Ketika asik membaca semua DM, tiba-tiba kedua matanya tertuju kepada DM yang baru saja masuk ke dalam ponselnya, dia mengklik nama tersebut, lalu membacanya secara perlahan dari atas.
“Hai, apakah kau masih mengingatku, Sayang? Ini aku, wanita yang pernah tidur denganmu. Kasihan sekali ya istrimu mendapatkan bekasan dariku.”
Raut wajah Alex seketika berubah menjadi merah padam ketika membaca pesan masuk itu, siapa orang dibalik akun fake ini? Pikirnya bertanya-tanya sendiri. Apakah seseorang yang menginginkan rumah tangganya bersama Mira hancur?
Ini pasti adalah haters yang tidak menyukai kebahagiaannya bersama Mira.
Dia akan menguak siapa dalang dibalik akun fake ini.
Ting!
Pesan masuk dari akun serupa kembali masuk ke dalam ponsel milik Alex.
“Temuilah aku sekarang di Apartemen Xxx, jika kau tidak ingin foto-foto b*gilmu aku kirim ke istri sahmu, Ganteng.”
Damn!
Sebuah ancaman berhasil diterima oleh Alex sehingga membuatnya kesulitan untuk bernapas. Siapa orang dibalik akun tersebut? Apakah Laura? Tidak. Sangat tidak mungkin apabila Laura yang mengusik ketenangan dirinya.
Kalaupun Laura hendak mengusik kehidupannya, pasti wanita itu langsung datang kemari tanpa harus mengajaknya bertemu di luar. Apalagi kenangan indah itu terjadi di rumahnya beberapa tahun silam.
Ini semua tidak bisa dibiarkan.
Alex yang merasa kesal pun memilih mengabaikan pesan itu selama beberapa waktu, dia tidak boleh gegabah untuk mengambil tindakan. Lelaki itu mencoba berpikir keras dan mengingat apakah dia pernah melakukan suatu hubungan terlarang dengan wanita lain-selain Laura? Rasanya tidak, tapi dari mana akun fake itu bisa mengancamnya dengan menyebarkan foto-foto b*gilnya? Dari mana dia bisa mendapatkan foto-foto dirinya? Sedangkan dirinya sendiri tidak pernah menjepret dirinya sendiri disaat sedang b*gil kepada siapa pun. Termasuk Laura sekalipun.
__ADS_1
Sial!
Ini pasti ulah seseorang yang hendak menghancurkan dirinya.
Ting!
Sebuah notifikasi dari akun yang sama kembali masuk untuk yang ketiga kalinya, Alex pun segera membuka ponselnya serta membaca isi DM tersebut kembali.
“Waktumu hanya satu jam dimulai dari sekarang sebelum aku mengirimkan foto-foto skandalmu kepada istri kesayangan yang selalu kau posting di akunmu, Ganteng.”
Sial!
Alex kembali diancam, perasaannya kini semakin tak karuan bentuk.
Demi menyelamati rumah tangganya bersama Mira, dia pun memutuskan untuk segera pergi ke Apartemen Xxx tanpa banyak berpikir dan menunggu lebih lama lagi. Dia menggunakan waktu sebaik-baik mungkin sebelum terlambat.
**
Tiga puluh menit kemudian Alex telah berada di lokasi yang sudah ditentukan oleh orang yang menerornya, dia mengenakan masker agar tidak banyak orang yang mengenali dirinya. Karena dia tahu bahwa dia adalah orang penting, takutnya akan ada paparazi yang memotret dirinya secara diam-diam dan membuat fitnah tentang hal yang tidak sesuai dengan fakta yang ada.
Sebab, fitnah adalah sesuatu yang begitu amat kejam.
“Akhirnya kau datang juga, Alex.”
Suara seorang wanita mengagetkan Alex yang sedang berdiri di atas balkon di lantai paling atas Apartemen Xxx, dia membalikkan tubuhnya ke arah belakang. Kedua bola matanya membola penuh ketika melihat siapa sosok orang yang tega meneror dirinya.
“K-kau!?”
“Iya, aku ... Kenapa? Terkejut, ya?” tawa wanita itu pecah ketika melihat keterkejutan pria di hadapannya, dia melangkah mendekat ke arah pria itu dengan wajah penuh kemenangan. “Tidak perlu takut padaku, aku hanya seorang wanita biasa, sedangkan dirimu adalah seorang pria yang jauh memiliki kekuatan daripada diriku.”
“Jaga jarakmu denganku!” tegas Alex seraya berjalan mundur ketika wanita itu semakin mendekat ke arahnya.
Wanita bernama Laura itu semakin tersenyum nakal menatap ke arah mantannya. Dia tidak peduli dengan ketegasan Alex yang memintanya untuk menjaga jarak. Untuk apa dia bersama Alex menjaga jarak? Sedangkan dahulu mereka begitu dekat seperti magnet yang tidak dapat dipisahkan.
“Untuk apa menjaga jarak darimu, hmm? Semua bagian tubuhmu sudah pernah aku nikmati, jadi tidak perlu ada jarak lagi di antara kita.”
Alex menggelengkan kepalanya berulang kali agar kesadarannya tetap dibatas normal, dia tidak boleh tergoda sama sekali oleh masa lalunya, Laura. Untuk apalagi wanita ini hadir di kehidupannya setelah bertahun-tahun menghilang tanpa jejak? Apakah karena dia tahu bahwa dirinya sekarang sudah menemukan titik bahagianya? Jadi, wanita itu datang ke kehidupannya lagi hanya untuk membuatnya terpuruk.
__ADS_1
“Aku tidak pernah mengusik ataupun menghancurkan dirimu setelah perselingkuhanmu dengan kekasihmu itu, Laura. Please, jangan ganggu kehidupanku lagi,” pinta Alex dengan memohon kepada wanita yang kini tersenyum jahat menatap ke arahnya berada. “Aku bahkan tidak merusak citra baikmu sebagai seorang model setelah skandalmu yang kusaksikan sendiri di depan kedua mataku.”
“Skandal?” kekeh Laura merasa geli mendengar perkataan Alex. “Tidak ada skandal yang terjadi antara aku dengan lelaki itu, Alex. Semua murni terjadi karena kesalahan dirimu yang jarang memiliki waktu untuk berquality time di dalam ruangan yang hanya ada aku dan dirimu saja,” kata Laura tertawa jahat.
Mendengar tawa wanita itu membuat semua bulu kuduk Alex berdiri, dia seperti mendengar suara seorang kuntilanak yang tertawa di malam hari. Benar-benar mengerikan sekali.
“Kau membuatku terpuruk karena perbuatanmu, lalu sekarang kau hendak kembali mengusik ketenanganku untuk membuatku terpuruk lagi? Itu hanyalah sebuah mimpi saja, Laura. Kau tidak akan bisa membuatku jatuh untuk kedua kalinya,” bantah Alex tegas, dia mencoba memberanikan dirinya melawan wanita di masa lalunya ini meskipun Laura adalah seorang wanita. Bukankah wanita tidak memiliki hati seperti Laura harus diberikan ketegasan agar tidak berlaku semena-mena?
Laura mendekap Alex erat di dalam pelukannya, lalu kedua tangannya melingkar di leher pria itu sehingga membuat Alex tidak bisa lepas dari dekapannya. Alex yang merasa didekap oleh wanita itu merasa sangat risih, sekuat tenaga dia mencari celah agar bisa terlepas dari wanita gila ini meskipun harus menyakiti tubuhnya sendiri.
“Tak usah memberontak denganku, Alex. Kau adalah priaku, sampai kapan pun itu. Benarkan?” goda Laura dengan nada manjanya di samping daun telinga sang mantan. “Aku ingin kau memuaskanku malam ini, Alex. Ayo, tidurlah bersamaku. Aku akan memberikanmu seorang anak tanpa harus menunggu lama,” sanggahnya kembali bicara.
Huek!
Perkataan Laura di samping telinganya benar-benar membuat Alex hendak memuntahkan segala isi perutnya di hadapan wajah Laura. Omongan wanita itu benar-benar membuatnya amat jijik. Bahkan Alex menganggap wanita itu lebih sampah dari sampah.
Serendah itukah Laura sekarang yang rela menjadi wanita penggoda untuk pria yang sudah jelas memiliki seorang istri?
“Kau sudah gila, Laura! Mana mungkin aku mau dengan wanita seperti dirimu, aku ini sudah memiliki istri!” tegas Alex marah, dia pun dengan sekuat tenaga mendorong wanita itu menjauh dari tubuhnya. “Jangan menyentuh diriku, aku sangat muak dengan aroma tubuh wanita murah seperti dirimu! Kau tahu? Kau bahkan lebih murah daripada seorang PSK!” hina Alex habis-habisan setelah kehabisan rasa sabar.
Laura memicingkan matanya ketika mendengar hinaan dari sang mantan kekasih. “Kau adalah milikku, Alex. Bahkan wanita itu hanya mendapatkan bekasan dariku. Bukankah aku pemilik pertamanya? Kasihan ya istrimu sudah mendapatkan barang yang sudah dinikmati oleh orang lain dalam jangka yang lama.”
“Diam kau bedebah! Kau tidak pantas mengatakan aku adalah barang bekas! Kau sendiri adalah wanita murahan yang bersuka rela tidur dengan pria tanpa dibayar sepersen pun! Alias gratisan!” maki Alex dengan suara lantangnya.
“Dirimu tidak lebih sampah dari sampah yang sangat mudah didekati dan dimilik oleh pria lain! Wanita macam apa kau yang sangat mudah dimiliki oleh banyak pria? Pantaskah dirimu disebut sebagai wanita mahal setelah banyak dinikmati oleh banyak pria? Tidak Laura tidak! Kau hanya sampah yang tidak berguna di dunia ini!”
Kesabaran yang dimiliki oleh Alex benar-benar sudah sangat habis. Tanpa rasa malu dan berpikir panjang dia mengeluarkan semua unek-unek yang selama ini dia tahan di dasar hatinya kepada wanita itu. Hari ini semua yang dia pendam telah dia keluarkan begitu saja. Dia sudah benar-benar tidak memikirkan imagenya lagi sebagai seorang pengusaha.
Biarlah semua orang tahu kebusukan hubungannya di masa lalu bersama Laura. Toh, yang akan menanggung malu semuanya adalah wanita itu bukanlah dirinya, karena seorang pria tidak akan pernah berbekas setelah meniduri seorang wanita. Tetapi seorang wanita akan nampak berbekas setelah ditiduri oleh banyak pria.
Itulah perbedaan antara wanita dan pria ketika melakukan hal seperti itu. Yang rugi sesungguhnya adalah seorang wanita, bukanlah seorang pria.
“Beraninya kau mengatakan seperti itu padaku, Alex!” marah Laura kesal ketika mendengar makian Alex yang mengatakannya wanita murahan.
“Yang aku bicarakan adalah sebuah kebenaran bukan hanya sebuah halusinasi saja. Biarlah! Biar semua orang tahu betapa busuknya masa laluku sehingga aku memilih untuk meninggalkannya secara sepihak tanpa mendengar penjelasan apa pun darinya!”
Level kemarahan Alex sudah berada di atas rata-rata, dia menatap ke arah Laura dengan mata membulat penuh amarah yang sudah mulai tak terkendali. Dia sebenarnya tidak ingin menjadi seperti ini, tapi bukankah wanita itu sendiri yang menginginkan dirinya menunjukkan sisi jahatnya yang seperti ini?
__ADS_1