Mendadak Dinikahi Milliarder

Mendadak Dinikahi Milliarder
021 : IBARAT LANGIT DAN BUMI


__ADS_3

Roy merasa begitu kagum setelah Almira kembali melontarkan kalimat untuknya, istri atasannya itu benar-benar berbeda jauh dari mantan kekasih atasannya, yang di mana Laura selalu bersikap semena-mena dengan mereka semua—yang berstatus sebagai bawahan dari tuan Alex.


 


Atasannya benar-benar beruntung menikahi wanita secantik Almira, karena wanita itu bukan hanya cantik dari segi fisiknya tetapi juga dari hatinya. Benar-benar wanita berkelas yang memiliki karakter sangat bagus.


 


“Emm baiklah Nona Mira.” Roy sedikit menarik ujung bibirnya ke atas agar senyuman terukir di wajahnya. “Maaf, saya hanya merasa tidak enakkan saja pada Anda dan tuan Alex.”


 


“Tidak apa-apa.” Mira membalasnya dengan tersenyum ramah, dia tahu bagaimana rasa tidak enakkan yang dialami oleh Roy saat ini. “Oh iya, aku tinggal ke kamar dulu ya, Suamiku.”


 


“Ah iya, Sayang. Baiklah, aku akan menyusulmu nanti ke kamar, aku ingin berbicara empat mata dulu dengan Roy,” balas Alex cepat. “Jangan lupa pintu kamarnya dikunci dari dalam, ya!”


 


“Siap laksanakan!”


 


Almira tertawa kecil sembari memberikan hormat kepada suaminya bak sedang menghormati seorang raja, tak lama kemudian wanita itu segera melenggang pergi dari teras rumah menuju ke dalam rumah mewah tersebut.


 


Setelah kepergian Mira dari pandangan matanya, Alex pun segera mengajak Roy untuk pergi ke halaman rumah yang tidak jauh dari tempat mereka berada. Dia hendak sedikit bertukar cerita hari ini kepada Roy, karena menurutnya sedari dulu hanya Roy yang bisa satu pemikiran dengannya tentang hal apa pun. Termasuk urusan percintaannya.


 


Tak butuh waktu lama, kedua pria itu telah sampai di sebuah pondok yang terbuat dari kayu yang berada di halaman rumah milik Alex.


 


Sebelum memulai percakapan, Alex lebih dulu menetralkan embusan napasnya agar tidak terasa sesak di dadanya. Sedangkan Roy tampak menghidupkan rokoknya.


 


“Tadi di Mall saya bertemu dengan Laura, Roy,” lirih Alex pelan membuka percakapan lebih dulu di antara mereka berdua.


 


Roy mengerutkan dahinya heran ketika mendengar cakap atasannya itu. Kenapa bisa atasannya bertemu dengan Laura? Apakah Laura sudah kembali ke Indonesia? Sejak kapan? Bukankah yang dia tahu bahwa wanita itu sudah menetap di Amerika bersama kekasih barunya selama beberapa tahun terakhir?


 


“Benarkah itu nona Laura yang Anda temui itu, Tuan? Bukankah nona Laura berada di Amerika bersama kekasihnya?” ujar Roy bertanya kepada Alex. “Mungkin yang Anda lihat hanya orang yang mirip dengan beliau saja, Tuan.”

__ADS_1


 


“Tidak, Roy!” Alex membantahnya dengan cepat. “Dia Laura, dia yang membuat pakaian saya kotor.”


 


Kedua mata Roy membulat penuh setelah mendengar ucapan dari sang atasan.


 


Benarkah keduanya kembali bertemu? Lantas bagaimana reaksi wanita itu setelah bertemu dengan nona Mira? Ah, topik pembahasan kali ini benar-benar membuatnya tertarik!


 


“Lalu bagaimana reaksi nona Laura setelah bertemu dengan Anda dan nona Mira, Tuan?” tanya Roy langsung kepada Alex, sebab dia begitu penasaran.


 


“Pertemuan kembali antara saya dengan Laura kembali meninggalkan luka di hati saya, saya tidak pernah menyangka jika saya harus kembali bertemu dengannya,” ujar Alex jujur. “Dia mencoba untuk meracuni pikiran Mira dengan membahas kisah masa lalu saya dengannya.”


 


“What!?”


 


Roy terkejut mendengar penjelasan pria itu padanya.


 


 


“Apakah menurutmu saya berbohong mengenai Laura, Roy?” tanya Alex mendelik ke arah Roy berada. “Mana mungkin saya membual padamu, lagipula tidak ada untungnya jika saya berbohong.”


 


Alex membuang napasnya secara kasar, lalu beralih memandang ke arah lain.


 


“Istri saya tidak terpancing sedikitpun dengan perkataan Laura, saya bangga padanya untuk urusan itu, Roy. Tapi satu yang saya takutkan, saya takut apabila nantinya Laura akan kembali menghancurkan kehidupan saya yang baru. Secara kau tahu bahwa saya sangat sulit untuk berdamai dengan masa lalu kala itu, ‘kan?”


 


Pria itu menundukkan pandangannya ke bawah, dia merasa dilema setelah bertemu kembali dengan sang mantan kekasih yang pernah dianggapnya sebagai separuh jiwanya itu. Hanya di hadapan Roy dia merasa bebas untuk mencurahkan isi hatinya. Mau dia bersedih, marah, ataupun kecewa kepada dunianya, tidak sedikitpun Roy membuka rahasianya kepada anak buahnya yang lain ataupun media. Dia benar-benar anak buah sekaligus sahabat untuknya.


 


“Maaf, Tuan. Apakah Anda masih mencintai nona Laura meski hanya sedikit?” tanya Roy sedikit lancang kepada atasannya.

__ADS_1


 


“Tidak, Roy. Saya sudah benar-benar melupakan rasa cinta saya kepadanya, tidak ada yang tersisa sedikitpun di hati saya selain hanya luka yang dia torehkan,” jawab Alex jujur dari hatinya. “Menurutmu, apakah Mira pantas hidup bersama saya, Roy? Em, maksudku apakah menurutmu Mira adalah wanita yang pantas mendampingi saya sampai saya menutup mata?”


 


Lelaki itu dengan beraninya meminta pendapat kepada sang pengawal, sebab dia yakin jika Roy akan berkata jujur tentang hal apa pun padanya. Jujur, Alex merasa kurang pantas bersama Almira karena dia menganggap bahwa Mira begitu sangat sempurna untuk dimiliki olehnya.


 


“Mengapa Anda bertanya seperti itu pada saya, Tuan?” tanya Roy menginterogasi sang atasan.


 


Apakah atasannya itu mulai tergoda dengan kehadiran mantan kekasihnya di hadapannya lagi? Tidak. Hal tersebut tidak boleh dibiarkan. Roy tidak akan membiarkan Laura kembali menghancurkan kehidupan atasannya ini.


 


Sudah cukup rasanya dia melihat kehancuran sang atasan selama beberapa tahun kemarin. Apakah wanita itu masih belum cukup menghancurkan mental Alex?


 


Apa yang sebenarnya dia inginkan dari atasannya ini?


 


Uang? Ataukah kehancuran Alex?


 


Entahlah.


 


Tapi yang jelas, selama Roy bisa bernapas di dunia ini dia akan terus menjaga Alex agar tidak terluka apalagi mengalami kehancuran. Alex berhak bahagia bersama malaikat barunya, Almira.


 


“Saya merasa kalau Almira begitu baik untuk saya, Roy. Saya hanya merasa tidak pantas memiliki perempuan sebaik Almira,” cakap Alex jujur kepada Roy, si pengawalnya.


 


“Anda dan nona Mira sangat serasi, Tuan Alex. Saya yakin nona pun bahagia menjalani kehidupannya bersama Anda setelah terlepas dari kekasihnya, Tuan Ameer. Sebaiknya sekarang Anda tidak perlu memikirkan tentang nona Laura lagi!” tegas Roy mencoba memberikan saran yang baik.


 


“Nona Laura hanyalah masa lalu Anda, sedangkan nona Mira adalah masa depan Anda. Sejauh ini, dari yang saya perhatikan kalau nona Mira memiliki karakter yang jauh lebih bagus ketimbang nona Laura. Dari segi bahasanya, tutur katanya, dia begitu lembut. Sangat jauh berbeda bukan dari nona Laura yang selalu memakai nada tinggi ketika berbicara dengan semua bawahan Anda, Tuan?”


 

__ADS_1


“Ya, dia sangat jauh berbeda, Tuan Alex. Keduanya ibaratkan langit dan bumi.”


__ADS_2