Mendadak Dinikahi Milliarder

Mendadak Dinikahi Milliarder
018 : BERTEMU KEMBALI DI MALL?


__ADS_3

Alex bersama istrinya, Almira, tampak begitu asik bermain di area permainan yang ada di dalam Mall tersebut sehingga menyita banyak perhatian dari semua orang yang berkunjung ke Mall.  Meskipun banyak yang memperhatikan keduanya, hal itu tidak menutup kemungkinan untuk Alex tidak bisa memperlakukan istrinya dengan hal-hak romantis. Dia tetap menjadi pria romantis di khalayak umum untuk sang istri.


 


Penonton yang menyaksikan keromantisan Alex terhadap Mira pun mendadak menjadi terbawa perasaan. Mereka akui bahwa Alex adalah pria gantle yang bisa membahagiakan pasangannya tanpa memandang tempat. Ah, ingin sekali rasanya mereka—penonton, bertukar posisi dengan Almira.


 


Benar-benar wanita yang diistimewakan oleh pasangannya.  


 


Satu jam telah berlalu, keduanya pun memutuskan untuk menyudahi permainan ini meskipun sisa saldo di dalam kartu bermain itu masih banyak, karena mereka merasa lelah dan bosan.


 


“Sekarang sudah jam dua belas siang, Mira. Apakah kau ingin langsung ke lantai atas untuk melihat barang-barangnya atau kita ke lantai bawah dahulu untuk makan siang bersama? Kebetulan di bawah ada KFC, MCD, dan makanan-makanan lainnya,” cakap Alex serius.


 


“Ya, terserah dirimu, sih.” Almira mengangkat satu alisnya ke atas di hadapan Alex. “Aku ikut saja dengan semua keputusanmu.”


 


“Wanita selalu seperti itu!” rutuk Alex dengan bibir sedikit manyun. “Mengapa kalian para wanita selalu mengatakan terserah, terserah, terserah? Namun pada saat diajak ke sana-kemari malah tidak suka?” lanjut Alex sedikit mengomel pelan kepada istrinya.


 


Melihat raut wajah Alex yang tampak tidak suka dengan jawabannya pun membuat Almira hanya bisa tertawa kecil. Pria ini sungguh lucu sekali, bahkan dia terlihat imut dengan bibirnya yang manyun itu.


 


“Kami—para wanita itu tahu semuanya, Alex. Kecuali tempat di mana dia ingin makan, dan ke mana dia hendak pergi bersama pasangannya, ha-ha!” jawab Mira tertawa.  “Kami lebih suka mengikuti semua keputusan laki-laki, karena kami sangat malas menentukan apa pun ketika bersama kalian.”


 


Kejujuran Almira membuat Alex tercengang seketika. Ah, wanita benar-benar sangat ribet sekali. Pikirnya begitu.


 


“Kalau begitu ya sudah, Mira. Jika aku mengajakmu ke sana-kemari jangan protes, ya?” ucap Alex dengan wajah sedikit datar.


 


“Tenang saja, aku tidak akan mungkin merepotkanmu, Alex.” Almira mengangguk mengerti, dia memberikan kepercayaan kepada sang suami bahwa dia tidak akan merepotkan pria itu. “Makan seadanya pun aku tidak akan mengomelimu, yang terpenting makan!”


 

__ADS_1


Almira mencolek pipi pria itu dengan jari telunjuknya karena dia sudah tak bisa menahan kegemasannya terhadap pria itu. Dia begitu lucu disaat terlihat sedang badmood.


 


“Kau sudah mulai nakal, Nona Cantik!” seru Alex ketika pipinya dicolek oleh sang istri.


 


“Habisnya kau terlalu menggemaskan sekali,” jawab Mira enteng.


 


“Menggemaskan? Ah, kau ini ada-ada saja.” Alex terlihat salah tingkah di hadapan Mira, namun dia berusaha keras untuk tetap stay cool.


 


**


 


Sehabis makan siang, Alex segera membayar tagihannya di kasir, lalu keduanya pun berjalan keluar dari dalam sana dan kembali menuju ke lantai atas—di mana tempat menjual barang-barang branded.


 


Brugh!


 


 


“Maaf, apakah kau tidak mempunyai mata, Nona?!” hardik Alex sedikit kesal kepada wanita yang menabrak punggungnya, karena wanita itu baju kemejanya yang berwarna putih itu menjadi kotor terkena tumpahan ice cream yang di makannya. “Jika kau sedang memakan sesuatu sebaiknya jangan sambil memainkan handphone!”


 


Alex berusaha membersihkan sisa-sisa ice cream yang menempel di punggung kemejanya dengan cepat, sedangkan Almira hanya bisa diam memandangi raut wajah Alex yang kini terlihat begitu masam.


 


“Ma-maafkan aku, Tuan.”


 


Wanita itu mendongak ke atas setelah dia meraih ponselnya yang terjatuh ke atas lantai, ketika kedua matanya menatap ke arah pria yang ditumburnya secara tidak sengaja kedua matanya pun terbelalak kaget. Pria yang ditumburnya adalah mantan kekasihnya, Alex.


 


Benarkah ini Alexander Bawazier, mantan kekasihnya beberapa tahun lalu yang dia tinggal selingkuh itu? Jika benar begitu, lantas siapa wanita di sisi Alex kini? Bukankah yang dia tahu kalau sampai saat ini Alex tidak mempunyai kekasih?

__ADS_1


 


“K-kau!?”


 


Alex mendelik kaget saat wanita itu menatap ke arahnya, bagaimana tidak, karena wanita yang menabraknya adalah mantan kekasihnya beberapa tahun lalu.


 


“A-alex ...,” ucapnya lirih. “M-maafkan aku, aku benar-benar tidak sengaja menabrakmu.”


 


Di hadapan sang mantan, dia harus berpura-pura cool. Dia tidak boleh sampai banyak basa-basi di hadapan wanita ini demi menjaga perasaan istrinya, Almira. Lagipula wanita ini telah menjadi masa lalunya, untuk apa lagi dia harus banyak basa-basi bukan?


 


“Lain kali kedua matamu dipakai. Untung yang kau tabrak adalah aku, jika bukan aku, mungkin kau sudah dihajar habis-habisan!” tegas Alex dingin. “Enyahlah dari hadapanku sekarang.”


 


Almira mengerutkan kedua alisnya heran saat Alex bicara seperti itu kepada wanita yang menabraknya. Dalam hatinya dia bertanya, apakah suaminya itu mengenali wanita ini? Atau sebaliknya mereka saling mengenal satu sama lain? Jika iya, lantas mengapa ucapan suaminya kepada wanita di hadapan mereka ini sedikit kurang ramah?


 


“Ah iya, maafkan aku untuk itu, Alex. Sekali lagi, aku minta maaf padamu.” Dia mengukir sebuah senyuman di wajahnya sambil menatap ke arah Alex. “Oh iya, rasanya sudah lama kita tidak bertemu lagi ya, Lex. Maaf jika pertemuan kembali kita menjadi tidak enak begini, he-he.”


 


Pria itu mendengkus kesal ketika mendengar ucapan dari sang mantan, dia memutar kedua bola matanya dengan rasa malas.


 


“Berhentilah banyak bicara denganku, enyahlah kau dari hadapanku sekarang!” usir Alex menyergak wanita di hadapannya. “Tak ada gunanya kau banyak basa-basi denganku.”


 


“Hei! Kau tidak boleh bicara seperti itu padanya.” Almira menegur ucapan sang suami yang menurutnya sedikit tak sopan kepada wanita di hadapan mereka. “Dia tidak sengaja menabrak punggungmu, sebaiknya kau maafkan saja. Toh, tidak ada salahnya bukan kalau kau memaafkannya?”


 


“Mir, itu bukan kesalahan seharusnya!” balas Alex malas, dia pun beralih menatap ke arah istrinya. “Jika dia tidak memakan ice cream sambil memainkan ponselnya, mungkin dia tidak akan mengotori pakaianku.”


 


“Aku tahu itu ...,” balas Almira kembali. “Sudahlah, tidak ada gunanya kau memarahinya di sini, kau tahu bahwa ini adalah Mall, akan ada banyak orang melihatmu nanti.”

__ADS_1


 


Alex terdiam setelah mendengar ucapan istrinya, wanita itu benar-benar tenang dalam menghadapi situasi apa pun. Tapi, apakah Mira akan tetap seperti itu kalau tahu wanita di hadapan mereka ini adalah mantan kekasihnya yang pernah dia ceritakan itu?


__ADS_2