
Roy bersama Ricky terdiam mencerna setiap ucapan yang dilontarkan oleh atasan mereka. Kata-kata yang dia ucapkan tidak ada satupun yang bisa mereka berdua patahkan, karena seratus persen kata-kata itu amatlah benar.
“Saya tidak melarang untuk kalian berdua berteman dengan siapa pun, dan menikah dengan siapa pun. Saya hanya memberikan sedikit solusi agar pikiran kalian berdua terbuka. Saya hanya tidak ingin kalian gagal membina rumah tangga apabila salah memilih seorang istri,” tutur Alex lembut.
“Kami mengerti maksud Anda, Tuan. Lagipula saya hanya bermain-main saja dengan wanita-wanita seperti itu untuk mengisi waktu luang saya sebelum saya menemukan tulang rusuk saya yang sebenarnya,” jelas Roy membalas ucapan Alex dengan sopan.
“Bagus, Roy. Semoga tulang rusukmu segera ditemukan, ya. Saya selalu mendo’akan yang terbaik untuk kalian semua,” kata Alex sembari tersenyum sedikit lebar di hadapan anak buahnya. Dia merasa sedikit senang karena kedua pria itu mau mendengarkan dengan baik tentang apa yang dia sampaikan tanpa harus beradu argumen.
“Semoga saja, Tuan. Semoga do’a baik dari ketulusan Anda juga dibalas oleh Tuhan Yang Maha Baik.”
“Terima kasih banyak, Roy.”
Alex meraih cangkir miliknya lagi, lalu dia kembali menyeduh air teh yang mulai terasa dingin itu sampai habis ke dalam tenggorokannya.
“Oh iya, Ricky … Saya belum mendapatkan jawaban dari pertanyaa yang saya lontarkan ke kamu tadinya, apa alasan kamu hendak mengambil cuti selama satu minggu itu?” deham Alex kembali mengingatkan Ricky tentang pertanyaannya.
Ricky menaikkan pandangan matanya dan menatap lurus ke arah Alex berada.
“Saya hendak mengambil cuti karena saya ingin bertemu dengan wanita yang saya temui di aplikasi biro jodoh itu, Tuan Alex. Saya sudah mengenalnya selama satu bulan lebih, dan besok saya hendak melakukan pemberangkatan ke Pulau Sumatra untuk menemuinya,” ungkap Ricky jujur.
__ADS_1
Alex termenung ketika mendengar ucapan Ricky. Di era seperti ini Ricky masih percaya untuk mencari jodoh melalui aplikasi online? Ck-ck, apakah pria itu tidak tahu kalau biasanya banyak seorang lelaki menyamar memakai foto perempuan untuk melakukan tindakan penipuan? Dan sekarang justru Ricky berniat untuk pergi ke Luar Pulau demi menemui orang yang dia kenal melalui sosial media tanpa tahu gender aslinya wanita atau bukan.
Enak kalau benaran wanita ‘kan? Bagaimana kalau seseorang itu adalah pria?
Aha! Sungguh benar-benar kocak jika seseorang itu adalah pria yang hanya memakai foto seorang wanita.
Dia bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan Ricky jika kenyataan yang ada di pikirannya ini benar-benar terjadi.
“Apakah kau sudah tahu pasti apa gendernya? Saya takutnya dia memiliki dua jenis kelain, Ky. Yang di mana kau mengenalnya sebagai sosok Yanti dan sekali bertemu ternyata Yanto,” kata Alex sembari tertawa kecil. Diiringi oleh Roy juga.
Ricky membulatkan kedua bola matanya heran, mengapa bisa atasannya itu bisa berpikir seperti itu? Padahal dia bersama wanita itu sudah hampir lama berkenalan. Sungguh amat tidak mungkin apabila wanita itu membohonginya dan menjadi seorang wanita jadi-jadian. Sebab dia bersama wanita itu sudah amat sering vidiocall hampir setiap malam.
Dia begitu amat percaya jika orang yang membuatnya nyaman itu benar-benar sosok wanita asli, bukan wanita jadi-jadian seperti yang dibayangkan oleh atasannya.
“Itu sangat tidak mungkin sekali, Tuan. Karena saya bersamanya sudah sering vidiocall hampir setiap malam, saya melihatnya begitu cantik seperti wanita pada umumnya, dan suaranya pun terdengar lembut dan merdu selayaknya wanita, kok,” sahut Ricky membela diri.
“Semua bisa dirubah menggunakan uang, sudah banyak kasus di mana seorang pria mengubah dirinya menjadi seorang wanita. Kau bisa temui itu di channel media-media berita,” tegas Alex kepada anak buahnya agar tidak terlalu percaya dengan hal-hal yang tidak nyata di hadapan mata. “Kau tahu? Jangankan melalui sosmed, di sekitar Kota ini pasti ada wanita jadi-jadian. Jadi tolong, jangan terlalu percaya dengan apa yang tidak kau lihat secara nyata, Ky. Jadilah seseorang yang bisa berpikir dengan baik.”
Ricky menundukkan pandangan matanya kembali ke bawah, apakah arti dari ini semua ini Alex menolaknya untuk mengambil cuti? Hais, bagaimana ini? Padahal dia sudah membuat janji kepada wanita itu kalau dia benar-benar akan menemuinya ke Kota tempat tinggalnya yang ada di Pulau Sumatra. Hais, bisa-bisa dia akan dicap sebagai laki-laki pembohong yang hanya besar koak saja. Duh, langkah apa yang harus dia lakukan sekarang?
__ADS_1
Kebingungan benar-benar melanda hatinya.
“Apakah Anda tidak mengizinkan saya untuk cuti, Tuan?” tanya Ricky memberanikan diri bertanya lagi setelah dia diam selama beberapa saat.
Sebuah pilihan yang sulit untuk ditentukan oleh Alex, haruskah dia mengizinkan Ricky untuk pergi ke Luar Pulau demi menuntaskan keinginannya untuk bertemu dengan seseorang itu? Bagaimana jika seseorang itu memiliki niat jahat kepada Ricky sedangkan Ricky tidak terlalu banyak mengenal orang di sana dan pergi hanya seorang diri? Ah, tidak. Sepertinya ini sangat berbahaya kalau dia hnaya pergi seorang di sana.
Bagaimanapun juga, keselamatan Ricky selama masih menjadi anak buahnya sepenuhnya masih menjadi tanggungjawabnya jika terjadi apa-apa.
“Saya rasa jika kau pergi seorang diri ke sana sangat berbahay,” ujar Alex, dia pun mengalihkan pandangan matanya ke arah Roy dari Ricky. “Saya izinkan kau pergi bersama dengan Roy, tetapi kalian hanya saya berikan satu minggu untuk pergi dan pulang. Jadi, sebelum hitungan hari ke tujuh kalian cuti, kalian berdua sudah harus berada di rumah ini. Bagaimana? Apakah kalian setuju?” sanggahnya tegas.
“Anda juga memberikan saya cuti, Tuan?” sambut Roy antusias sekali.
“Benar, pergilah. Jadi, biarkan Ricko hanya tertinggal di sini untuk menjaga semuanya. Hanya satu minggu, tidak lebih!” tegas Alex mengulangi ucapannya lagi.
Wajah murung Ricky kini sudah menghilang, dia tampak senyam-senyum sendiri ketika mendapati izin dari atasannya. Sungguh dia benar-benar bahagia sekali. Ibaratkan seorang anak yang meminta izin untuk bermain kepada bapaknya.
“Aha, terima kasih banyak Tuan Alex, saya akan menggunakan waktu itu dengan sebaik-baik mungkin,” balas Ricky antusias. “Saya sangat senang sekali karena Anda memberikan saya izin. Saya akan memesan tiket pesawat untuk berangkat besok pagi!”
“Ya, sama-sama, Ky. Tapi ingat, kalian harus tetap hati-hati di Kota orang. Jangan berperilaku seenaknya, karena setiap daerah berbeda-beda. Keamanan harus tetap diperhatikan dan jangan sampai terlena. Kejahatan akan selalu mengintai siapa pun,” kata Alex memperingati kedua anak buahnya, terutama Ricky. Karena dia tampak begitu senang sekali, Alex takut apabila kesenangan itu akan berubah menjadi sebaliknya.
__ADS_1
“Saya akan selalu menjaga keamanan di manapun kami berdua berada nantinya, Tuan Alex.”