Mendadak Dinikahi Milliarder

Mendadak Dinikahi Milliarder
045 : KEMBALI LEBIH AWAL


__ADS_3

Belum genap satu minggu pergi ke Luar Kota untuk berlibur menemui sang pujaan hati tercinta yang ditemui di aplikasi biro jodoh, kini Ricky bersama teman kerjanya, Roy, sudah kembali secara diam-diam ke Kota asal tanpa mengkonfirmasi kepulangannya bersama Roy kepada sang atasan.


 


Ekspetasinya cukup indah nan tinggi di dalam otak, namun semua itu harus lenyap begitu saja ketika Dunia memberikannya suatu kenyataan yang sangat tidak bisa dia terima dengan baik. Padahal, waktu cuti mereka berdua masih ada beberapa hari lagi, tetapi mereka sudah benar-benar memutuskan untuk pulang karena permintaan dari Ricky sendiri—sebab dia begitu kecewa dengan sosok yang dia temui di aplikasi tersebut.


 


Benar kata orang, jangan berekspetasi terlalu tinggi terhadap sesuatu yang tidak tampak di depan mata secara langsung.


 


“Jadi, bagaimana Ricky? Alasan apa yang akan kau berikan kepada tuan Alex kalau beliau menanyakan tentang kepulangan kita?” tanya Roy melirik ke arah Ricky berada yang saat ini tengah duduk termenung di bangku mobil di sebelahnya seraya menyandarkan kepalanya ke kaca mobil yang membawa mereka pulang ke rumah mewah atasannya.


 


Ricky menghela napasnya panjang sembari memijat dahinya dengan kedua tangannya. Pertanyaan Roy kepada dirinya kini benar-benar membuatnya begitu pusing serta sakit kepala.


 


Kejadian yang menimpanya kali ini benar-benar membuatnya kesal, marah, kecewa, serta malu. Apalagi pertemuannya dengan sosok itu di Bandara kemarin pada saat pertama kalinya mereka bertemu.


 


“Entahlah Roy, rasanya sekarang kepala saya ingin pecah memikirkan kejadian yang tidak terduga ini,” jawab Ricky dengan nada lirih. Dia benar-benar begitu kecewa kepada Dunia ini. Rasanya ingin sekali dia menghabisi dirinya sendiri untuk menghilangkan rasa yang berkecamuk di dalam hatinya.


 


Roy mengalihkan pandangan matanya ke arah luar jendela mobil setelah melirik ke arah Ricky berada. Dia juga sama pusingnya dengan lelaki itu. Bagaimana tidak, karena pertemuan mereka kemarin bukanlah dengan seorang wanita pada umumnya, melainkan dengan seorang pria yang mengenakan pakaian wanita dan berdandan seperti layaknya wanita. Alias banci. Dih, jika diingat-ingat sungguh membuat semua isi perutnya keluar dari dalam sana.


 


Wanita jadi-jadian itu sangat membuat hidupnya tidak tenang.


 


Kira-kira bagaimana cara mereka berdua menjelaskan hal memalukan ini kepada sang atasan? Ah, bisa-bisa lelaki itu akan mengejek mereka selama tujuh hari tujuh malam karena perbuatan bodoh ini. Toh, sedari awal atasan mereka sudah mengingatkan untuk lebih berhati-hati apabila bertemu dengan seseorang yang ditemui melalui aplikasi online.


 


“Adakah cara yang kau temui, Roy?” tanya Ricky seraya melirikkan pandangan matanya ke arah Roy berada.


 

__ADS_1


Mendengar Ricky berbicara Roy pun mengalihkan pandangan matanya ke arah Ricky sembari menggelengkan kepalanya sebanyak tiga kali.


 


Melihat respon Roy hanya menggelengkan kepalanya membuat Ricky menepuk jidatnya dengan kasar menggunakan telapak tangannya.


 


Mau tidak mau kali ini mereka harus berkata jujur kepada Alex.


 


Kalaupun mereka berdua berbohong mengenai kejadian ini, bisa-bisanya Alex akan sangat marah kepada mereka apabila pria itu mengetahui hal yang sebenarnya terjadi.


 


Ya, lebih baik mereka jujur saja kalau orang yang mereka temui itu ternyata bukanlah wanita asli yang berjenis kelamin perempuan. Melainkan dia adalah sosok pria yang menyukai kaum pria.


 


“Tidak ada cara lain untuk menyembunyikan kebenaran ini dari atasan kita, Ricky. Saranku, lebih baik kita jujur saja daripada membohonginya. Kau tahu sendiri konsekuensi apa yang akan kita terima apabila kita ketahuan berbohong, kan?” ucap Roy setelah berdiam diri selama beberapa menit di tempat duduknya.


 


“Kau benar sekali, Roy. Ya sudah, tidak apa-apa kalau kita akan diledek habis-habisan penuh setelah ini. Ini semua juga salah kita karena terlalu percaya dengan media online,” celetuk Ricky dengan wajah pasrahnya di depan Roy.


 


 


Ricky menyengir lebar bak seekor kuda ketika mendengar ucapan Roy. “Tentu saja, Roy. Saya sudah kapok mencari pasangan melalaui aplikasi biro jodoh. Padahal banyak wanita cantik dan seksi yang ada di sekitar kita, ha-ha!” tawanya menertawai dirinya sendiri.


 


“He’em, apalagi di Club-club malam juga banyak wanita cantik, Ky. Jika kau ingin mereka memuaskanmu atau kau butuh dihibur pergi saja ke sana. Mereka pasti akan menghiburmu dengan suka rela, apalagi kalau mereka tahu kalau kau adalah asisten pribadi tuan Alex,” sanggah Roy menjelaskan kepada sahabatnya, Ricky.


 


“Ah, aku tidak minat dengan LC, Roy,” sambut Ricky cekatan. “Wanita seperti itu tidak wort it untuk dijadikan seorang istri, ataupun kekasih. Ya kali kau menyuruhku untuk mengambil salah satu dari mereka,” desah Ricky sedikit marah.


 


Melihat ekspresi wajah Ricky yang kian berubah membuat Roy mengangkat satu alisnya ke atas. Apa-apaan yang dikatakan oleh lelaki di sampingnya ini? Apakah dia ada memaksa pria itu untuk menjadikan wanita penghibur di Club malam sebagai istrinya? Ah, tidak. Dia juga tidak gila untuk menyarankan hal tersebut kepada Ricky.

__ADS_1


 


“Aku mengatakan jika kau ingin dihibur saja, Badebah! Aku tidak gila menyuruhmu untuk menikahi wanita penghibur!” sergak Roy sedikit tegas kepada temannya itu.


 


Ricky memasang wajah datarnya saat melihat Roy yang kini menyergaknya. Duh, apa yang sudah dia katakan tadi sehingga Roy terlihat marah padanya? Sial, dia sama sekali tidak konsen dengan apa yang diucapkan oleh Roy. Huuh, otaknya benar-benar kacau sekali hari ini.


 


“Maafkan saya karna gagal fokus, Roy.”


 


“Tidak apa-apa!”


 


Tidak ada lagi percakapan yang terdengar setelah perdebatan keduanya di dalam Taxi online itu.


 


Dua puluh menit berlalu, Taxi yang membawa mereka telah sampai di depan gerbang rumah mewah milik Alexander Bawazier.


 


Dengan penuh rasa patah hati serta kecewa, kedua lelaki itu menurunkan koper mereka dari dalam bagasi. Setelahnya, mereka berjalan menekan bel pagar tersebut agar segera terbuka.


 


Tak lama sesudah bel ditekan, pagar yang menjulang tinggi ke atas itu pun terbuka secara otomatis melalui sensor sidik jari milik Roy.


 


Keduanya berjalan masuk membawa koper mereka dengan cepat untuk sampai di rumah. Sebab perjalanan mereka bolak-balik membuat seluruh badan mereka pegal-pegal. Jadi, mereka akan segera meluruskan pinggang mereka di dalam kamar masing-masing apabila tidak dicegat oleh Ricko ataupun atasan mereka terlebih dahulu.


 


Rencana hendak beristirahat lebih dulu pun gagal total ketika mendapati Alex bersama nona muda mereka tengah duduk di sebuah ayunan di teras rumah di dekat pintu masuk.


 


Alex melihat sosok anak buahnya yang sudah tidak asing lagi di kedua matanya dari kejauhan pun mengerutkan dahinya heran. Hari ini adalah hari ketiga keduanya cuti, lantas mengapa keduanya begitu cepat kembali ke rumah ini? Apakah sesuatu yang buruk terjadi kepada keduanya?

__ADS_1


 


Ya, sepertinya ada hal buruk yang terjadi yang tidak dia ketahui. Dan Alex, sebagai seorang atasan, harus mencari tahunya sekarang juga.


__ADS_2