Mendadak Dinikahi Milliarder

Mendadak Dinikahi Milliarder
039 : TEGURAN DARI ALEX


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


 


Alex bersama anak buahnya sudah berhasil mendapatkan salinan rekaman yang terjadi beberapa tahun lalu serta bukti-bukti kejahatan ayah tiri istrinya, dia sudah meminta Ricky untuk memproses Zion kepada pihak berwajib agar lelaki tua itu segera terkurung di dalam jeruji besi dan tidak lagi mengganggu ketenangan hidup sang istri.


 


Dia memenjarakan lelaki itu tanpa memberitahukan hal ini kepada Mira, biarlah Mira tidak tahu perkara ini daripada dia tahu. Jadi, Mira bisa menanggap kalau Zion sudah benar-benar menghilang dari muka bumi ini.


 


Tok-tok!


 


Ricky mengetuk pintu ruang pribadi Alex yang kini terbuka lebar sebelum masuk ke dalam sana.


 


“Silakan masuk, Ky!”


 


Ricky mengangguk mengerti ketika mendapati izin masuk ke dalam ruangan dari sang atasan pun langsung memutuskan untuk menggiring langkah kakinya masuk ke dalam sana, lalu dia pun mendudukkan dirinya di atas sofa di hadapan Alex.


 


“Jadi, bagaimana laporan itu?”


 


Alex langsung bertanya ke inti permasalahan kepada sang asisten pribadinya sembari menyedu air teh hangat yang ada di tangan kanannya selama beberapa kali.


 


“Laporan sudah diterima dengan baik oleh pihak berwenang, Tuan Alex. Kita hanya menunggu kapan mendapatkan feedback dari mereka,” terang Ricky dengan santai.


 


“Bagus, selalu lihat perkembangan laporan itu, Ky. Takutnya laporan itu tidak akan ditanggapi oleh mereka karena terlalu sibuk mengurus masalah lain,” tegas Alex seraya meletakkan cangkir berisi teh itu ke atas meja di hadapannya.


 


“Akan selalu saya pantau itu, Tuan,” balas Ricky. “Oh iya, Tuan. Saya izin mengambil cuti selama satu minggu penuh minggu depan, apakah boleh?” tanya Ricky sopan kepada pria itu.


 


Alex menaikkan satu alisnya ke atas ketika mendengar kata ‘cuti’ yang dilontarkan oleh Ricky. Untuk apa pria itu mengambil cuti selama itu? Apakah dia sedang ada masalah? Ataukah ada sesuatu yang sangat penting yang tidak dia ketahui? Hmm, kira-kira apa itu? Hais, mengapa dia bisa penasaran seperti ini?

__ADS_1


 


Sebelum mengiyakan, Alex haruslah meminta kejujuran dari anak buahnya tentang untuk apa dia hendak mengambil cuti. Takutnya ada hal buruk yang tidak dia ketahui dan itu menyangkut keselamatannya dan anak buahnya. Ya, Alex sangat memperhatikan anak buahnya juga meskipun tidak sedarah.


 


Walaupun status Ricky, Ricko, dan Roy hanya anak buahnya, tetapi dia tidak membuat pendidikan ketiga lelaki itu rendah. Ya, dia membiayai ketiganya kuliah di Universitas Terbuka sampai S3.


 


Berpendidikkan tinggi amatlah penting bagi seorang lelaki, karena dia merupakan sosok pemimpin. Baik itu memimpin sebuah perusahaan, organisasi serta keluarga. Jadi, dia juga ingin anak-anak buahnya menjadi sosok orang yang hebat dalam hal apa pun yang mereka sukai.


 


Memanusiakan manusia adalah hal mulia, dan tidak terlihat rendah.


 


Itulah prinsip yang diterapkan oleh Alex di sepanjang hidupnya.


 


“Untuk apa kau mengambil cuti, Ricky? Apakah ada masalah yang terjadi pada dirimu?” tanya Alex menginterogasi asistennya dengan tampang serius. “Katakan pada saya apa alasanmu hendak mengambil cuti agar logis di pikiran saya, Ky. Kau tentu tahu kalau saya tidak suka alasan yang menye-menye, ‘kan?” imbuhnya.


 


Ricky membuang napasnya dengan pelan lalu menariknya kembali secara perlahan, atasannya ini benar-benar begitu tegas dalam hal apa pun. Bahkan dia hanya ingin mengambil libur sebentar, tetapi mengapa dia harus menjelaskan panjang kali lebar seperti dirinya ini seakan-akan hendak resign dari pekerjaan saja. Hais, dia mau heran tetapi ini adalah Alexander Bawazier, si pria yang begitu peduli dengan orang-orang sekitarnya.


 


 


“Saya tahu, jawab saja!” cemooh Alex dengan mata memicing tajam ke arah Ricky berada. “Jelaskan sekarang mengenai alasannya.”


 


Ricky tertawa malu, lalu menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal menggunakan jemari tangannya agar rasa kakunya di hadapan Alex segera mengilang.


 


“Kenapa kau malah tertawa, Ky?” selidik Alex heran, dia semakin tidak mengerti dengan asistennya ini. Ah, apakah pria di hadapannya ini sudah gila? Pikirnya.


 


“Ricky itu sedang mabuk asmara, Tuan Alex, karena dia baru saja menemukan jodohnya melalui aplikasi biro jodoh, ha-ha!” sambar Roy menyela masuk ke dalam pembicaraan dari ambang pintu.


 


Seketika tawa Ricky terhenti ketika mendapati kehadiran Roy, dia menatap datar ke arah Roy yang kini berjalan masuk ke dalam ruangan pribadi atasan mereka. Ah, sial sekali! Mengapa Roy membocorkan rahasianya kepada sang atasan? Habislah sudah dia hari ini, dia pasti akan diledek dan dikupas habis-habisan oleh Alex bersama Roy. Duh, di mana image dia sebagai pria dingin tanpa senyuman?

__ADS_1


 


“Ha-ha-ha! Apakah itu benar, Ky?” tawa Alex menggema di dalam ruangan tersebut setelah mendengar ucapan dari pengawalnya. Benarkah asistennya yang sangat dikenal sebagai pria cuek dan dingin ini menemukan pasangannya di aplikasi biro jodoh? Duh, ini sangat lucu sekali rasanya. “Mengapa kau harus mencari jodoh melalui aplikasi? Sedangkan di dunia real saja banyak yang minat untuk menjadi kekasihmu," sindir Alex secara halus.


 


Ricky menundukkan wajahnya ke bawah, kemudian menepuk jidatnya kasar menggunakan telapak tangannya yang kanan. Rahasia yang dia jaga dengan sebaik mungkin kini sudah hancur berantakan karena ulah si lebos, Roy. Mengapa pria itu sangat tidak bisa diajak bekerja sama dalam hal ini? Sial! Awas saja, dia juga akan membongkar rahasia Roy yang memiliki seorang kekasih melalui aplikasi m*chat itu juga kepada atasannya.


 


“Tidak apa-apa, Tuan. Rasanya sangat asik saja bertemu di sana, ha-ha,” balas Ricky dengan senyum terpaksa menatap ke arah Alex. “Tidak hanya saya saja, Tuan. Roy juga memiliki kekasih baru yang kenal melalui aplikasi ijo,” jelas Ricky menyudutkan si Roy di hadapan atasannya. Dia tidak mau menjadi korban seorang diri, jadi dia juga membalaskan hal yang sama dengan apa yang sudah diperbuat oleh Roy pada dirinya ini.


 


“Omong kosong!” bantah Roy, lalu melemparkan sebuah koran yang ada di atas meja ke hadapan Ricky. “Apa-apaan itu, Ky. Kau basing berbicara saja!” geram Roy kepada Ricky.


 


“Omong kosong darimana, Roy? Bukankah tadi malam kau bersama wanita itu videocall cukup mesra hingga saling memanggil dengan sebutan ayah-bunda?” tukas Ricky menyeringai, dia berhasil mengupas tuntas Roy kali ini agar seimbang menanggung malu di hadapan atasan mereka.


 


Alex hanya diam menyimak perdebatan yang menurutnya asik untuk ditonton diantara Roy bersama Ricky. Keduanya memiliki kisah yang unik serta lucu, dia hanya bisa berharap kalau keasikkan mereka akan selalu ada di dalam rumah ini sampai mereka semua menua bersama pasangan mereka masing-masing.


 


“Apa itu aplikasi ijo, Ky?” tanya Alex bingung.


 


“Anda tidak tahu aplikasi ijo? Itu lho, aplikasi yang banyak digunakan oleh cowo-cowo untuk menjadi raja selama beberapa jam,” ungkap Ricky antusias.


 


“Apa itu?” Alex semakin tidak mengerti karena dia tidak banyak mengenak aplikasi-aplikasi yang ada. “Langsung saja katakan.”


 


“Aplikasi m*chat, Tuan. Itu adalah aplikasi yang banyak digunakan kaum perempuan untuk mendapatkan uang, sebagian besarnya penggunanya adalah laki-laki. Dan Roy bertemu dengan kekasihnya di sana,” ejek Ricky mencibiri Roy.


 


“Benarkah itu, Roy?” selidik Alex menatap ke arah Roy dengan mata memicing tajam. “Jangan sampai kalian berdua salah pilih wanita. Pilihlah wanita yang masih memiliki status segel, jangan yang sudah terbuka segel. Sebab sekarang tingkat penyakit kelamin sudah sangat tinggi di semua Negara,” tegur Alex.


 


“Saya yakin kalian berdua pastinya adalah pria normal yang ingin memiliki seorang istri yang baik dari segi apa pun, karena sebejat apa pun seorang lelaki pasti menginginkan wanita baik untuk menjadi ibu dari anak-anaknya. Saya tidak ingin kalian berdua mendapati pasangan dari aplikasi ataupun dunia hiburan, wanita-wanita seperti itu sangat tidak wort it untuk dimiliki. Kalian paham, kan?” tegur Alex dengan sedikit memberikan arahan untuk keduanya.


 

__ADS_1


“Jika hanya untuk bermain-main sih tidak masalah, ya. Tapi jangan sampai saja kalau kalian dengan mudahnya celup sana-sini, itu akibatnya sangat bahaya sekali lho. Kasihan dengan wanita yang akan bersama dengan kalian selanjutnya. Mulai sekarang tolong lebih berpikir secara luas jika hendak melakukan sesuatu karena penyesalan selalu berada diakhiran, bukan pada saat diawal.”


__ADS_2