
“Kemungkinan untuk mendapatkan rekaman CCTV itu sangatlah kecil, Tuan Alex,” jawab Roy sedikit tegas kepada Alex. “Ibaratkan mencari sebuah jarum di dalam tumpukan jerami.”
“Benar apa yang dikatakan oleh Roy, Tuan. Kami berdua sudah mencoba semaksimal mungkin untuk menggali semua informasi tentang nona Mira selama beberapa hari ini, tapi salinan rekaman itu juga tidak kami temukan,” lontar Ricky turut menjelaskan setelah Roy menghentikan pembicaraannya.
Alex memperhatikan bola mata kedua pria di hadapannya dengan sedikit tajam. Dia melihat di sana tidak ada sedikitpun tanda-tanda kebohongan, tapi mengapa rasanya kenyataan yang dikatakan oleh mereka berdua cukup sulit untuk diterima oleh dirinya? Apakah karena tidak sesuai dengan ekspetasinya yang terlalu tinggi?
“Hmm, saya sangat membutuhkan rekaman CCTV itu, Roy, Ky, karena hanya itulah satu-satunya bukti akurat untuk menjebloskan lelaki b*jingan itu ke dalam jeruji besi,” kata Alex dengan begitu lirih, lalu pandangan matanya beralih menatap ke arah lain.
Roy mengangguk mengerti, dia tahu betul bagaimana perasaan atasannya kali ini ketika mendapati kenyataan yang tidak sesuai dengan perencanaannya.
“Atau baiknya begini saja Tuan, bagaimana kalau Anda memberikan kami berdua waktu yang cukup lama untuk menuntaskan perintah kali ini? Saya yakin, saya pasti bisa menemukannya meskipun di ujung dunia sekalipun. Selama masih memiliki waktu, maka selama itu pula kesempatan untuk menepati perintah dari Anda harus diwujudkan, walaupun harus mengorbankan waktu yang cukup lama.”
Roy mengajukan banding kepada sang atasan yang di mana dia meminta waktu yang jauh lebih longgar dari deadline yang sudah ditentukan demi menemukan bukti tersebut agar sang atasan merasa bangga kepada dirinya karena tidak sia-sia menghabiskan waktu yang cukup lama demi mendapatkan rekaman itu meskipun harapannya hanyalah sedikit.
Apa pun demi atasan akan dia lakukan.
Karena hanya itu yang bisa dia balas kepada atasannya.
Mendengar permintaan Roy membuat Alex hanya bisa diam sembari berpikir sejenak di tempatnya berada, dia merasa bingung dengan kejadian ini
Alex mengembuskan napasnya perlahan, lalu menariknya kembali secara teratur. Lelaki itu terdiam dan berpikir sejenak setelah Roy mengajukan permintaan kepadanya untuk memberikan kelonggaran waktu, haruskah dia memberikan waktu lagi untuk Roy dan Ricky demi mendapatkan rekaman tersebut? Apakah nantinya penantiannya tidak akan sia-sia karena sudah memberikan jangka waktu? Ataukah akan berbanding terbalik?
Entahlah.
__ADS_1
Sepertinya tidak ada salahnya jika mencoba terlebih dahulu, kan?
Demi memberikan hukuman kepada Zion, dia rela memberikan uluran waktu kepada Roy dan juga Ricky.
Ini semua dia lakukan semata-mata untuk memperbaiki nama Almira di mata publik, mana mungkin dia membiarkan nama baik wanita itu buruk hanya karena ucapan Zion yang terlalu kurang ajar—yang mempermalukan sang istri di hadapan banyak tamu undangan pada hari bahagianya.
Lambat laun pastinya publik akan mengetahui latar belakang Almira, dan sebelum publik mencaci-maki sang istri dia harus lah lebih dulu memperbaiki namanya agar tidak tercoreng karena lelaki tua itu.
“Usahakan satu minggu sebelum saya kembali bekerja sudah ada, ya. Saya tidak mau publik mengetahui kalau istri saya adalah wanita yang gagal menikah dengan kekasihnya di hari pernikahannya, saya tidak mau Almira akan dihujat warganet di sosial medianya,” tutur Alex menjelaskan kepada Roy dan Ricky dengan amat serius.
Seketika Roy dan Ricky saling bertatapan satu sama lain selama beberapa detik sesudah mendengar penjelasan dari atasan mereka.
“Saya percayakan semuanya kepada kalian berdua, ya. Jika kalian berhasil menemukannya, saya akan memberikan kalian reward,” kata Alex tegas, dia pun menarik sedikit ujung bibirnya agar menciptakan sebuah senyuman.
“Reward apa yang akan Anda berikan kepada kami berdua, Tuan Alex?” selidik Roy heran, kedua alisnya tampak mengerut. “Apakah Anda akan memberikan saya mobil mewah yang sedang tren saat ini?” imbuh Roy dengan full senyum di wajahnya.
“Laksanakan saja tugas kalian, untuk rewardnya masih saya rahasiakan,” kekeh Alex tertawa kecil di hadapan anak buahnya. “Yang terpenting kalian bisa menemukan rekaman itu saja, tentang apa yang kalian inginkan akan saya kabulkan apabila rekaman itu berhasil ditemukan dalam minggu ini.”
Kedua manik indah milik Roy berbinar senang, sungguh pekerjaan yang begitu menggiurkan sekali untuk dilakukan. Apakah mereka berdua akan berhasil mendapatkan reward itu? Ah, tentu saja misi ini harus tetap dilaksanakan dengan baik.
“Bahkan tanpa Anda mengatakan ingin memberikan reward pun, kami berdua akan tetap bekerja dengan sebaik mungkin untuk Anda, Tuan Alex,” ucap Ricky.
__ADS_1
“Saya tahu itu, Ky. Saya hanya memberikan kalian semangat agar lebih semangat untuk mencari bukti tersebut,” celetuk Alex tegas. “Oh iya, Roy. Bagaimana dengan pengamatanmu tentang masa lalu Ameer bersama nona?” lanjutnya lagi kepada Roy.
Sebelum menjawab, Roy mengatur pernapasannya lebih dulu agar tidak sesak. Hal itu dia lakukan agar nantinya tidak terbata-bata dalam berbicara kepada sang atasan.
“Masa lalu nona bersama tuan Ameer tidak ada histori buruk, Tuan. Mereka menjalani hubungan yang normal dan tidak melakukan hubungan lebih seperti Anda di masa lalu bersama nona Lau,” terang Roy jujur.
Alex yang mendengar ucapan itu pun terheran, apakah Roy benar-benar jujur dengannya ataukah hanya bersandiwara saja agar dia tidak marah dengan kenyataan yang didapatkan oleh Roy? Jika memang benar Ameer bersama Mira tidak ada histori buruk, lantas siapa yang merenggut mahkota berharga milik Mira?
Sebuah teka-teki yang sangat membingungkan.
Kalaupun Zion yang merenggut mahkota itu sangat tidak mungkin sekali. Apalagi Mira adalah gadis yang sangat cantik dan anggun, tidak mungkin bukan kalau wanita itu tertarik dengan pria tua yang seharusnya sudah dipanggil dengan sebutan ‘kakek?’
“Kau benar-benar tidak merekayasa fakta yang ada, kan, Roy?” tanya Alex, dia menatap binik mata Roy dengan sedikit tajam untuk melihat apakah ada kebohongan yang tersirat di dalam sana ataukah tidak.
“Mana mungkin saya merekayasa kenyataan yang ada, Tuan Alex. Saya bekerja dengan Anda sudah cukup lama, mana mungkin saya membuat Anda kecewa dengan pekerjaan saya,” kata Roy sedikit bijak dan tegas.
Tidak ada kebohongan yang tersirat dari pandangan mata Roy kepadanya. Tapi, kenyataan ini sangat membuatnya kebingungan. Sebenarnya, siapa yang telah merenggut mahkota berharga istrinya jika bukan Ameer dan Zion?
Apakah di antara kedua pria itu ada pria lain lagi yang tidak dia ketahui dan dirahasiakan oleh Mira?
Jika memang benar begitu, siapa lelaki itu?
__ADS_1
Apakah mantan kekasih sebelum kedatangan Ameer di hidupnya? Ataukah pria lain yang tidak memiliki status apa-apa dengannya?