
Pukul enam pagi, Alex memutuskan untuk kembali ke dalam kamarnya bersama sang istri yang ada di lantai atas. Namun ketika sedang asik berjalan menuju ke arah tangga, kedua mata pria itu tertuju ke sebuah ruangan yang ada di bawah tangga. Ruangan itu kembali mengingatkan dirinya tentang sebuah momen yang di mana kenangan indahnya bersama sang mantan kekasih beberapa tahun silam. Ya, ruangan itu adalah saksi bisu kisah cinta mereka, yang di mana keduanya melakukan dosa terindah sepanjang perjalanan asmara mereka berdua.
Sebelum kembali ke kamarnya, Alex pun memutuskan untuk pergi ke ruangan itu terlebih dahulu, dia hanya ingin mengeceknya saja apakah di dalam ruangan itu masih tersimpan foto-fotonya bersama Laura ataukah tidak. Kalaupun ada, dia akan meminta seluruh pelayan di rumah ini untuk menyingkirkan serta membakarnya sebelum Almira melihatnya. Jika Almira melihat kenangan itu masih ada, takutnya dia akan membuat Mira menjadi marah besar.
Tidak hanya itu, dia pun akan meminta semua pelayan untuk membuang serta membakar seisi ruangan itu untuk menghilangkan kenangan buruknya bersama sang mantan agar istrinya tidak merasa tersaingi oleh masa lalunya.
Tak butuh waktu lama, Alex sudah berhasil menginjakkan kedua kakinya di dalam ruangan itu. Kedua matanya melebar dan menatap ke seluruh arah dengan seksama.
Ranjang yang menjadi saksi bisu atas percintaannya bersama Laura masih tertata rapi di dalam ruangan ini, hanya saja benda itu terlihat sangat berdebu. Ya, wajar saja jika dikelilingi oleh debu, sebab ruangan ini tidak pernah dibuka oleh siapa pun tanpa adanya izin darinya, termasuk Roy, Ricky dan Ricko sekalipun. Bahkan pelayan pun sama sekali tidak dia perintahkan untuk membersihkan ruangan ini.
Lagipula, jika selalu dibersihkan untuk apa? Apakah bisa mengulang waktu yang di mana dia dan Laura masih bisa bersama dan membuat perselingkuhan Laura bersama laki-laki lain tidak terjadi? Tidak, kan?
Alex membawa kedua kakinya melangkah menyusuri ruangan yang tidak terlalu luas itu, dia memperhatikan kalau tidak ada yang berubah dari kamar ini. Semua masih tertata rapi, bahkan foto-foto mesranya bersama Laura masih terpampang jelas di setiap sudut kamar, sebegitu manisnya kenangannya bersama Laura di masa lalu.
Mungkin jika Almira masuk ke dalam ruangan ini sekarang dia akan begitu marah. Ah, mengapa Alex sampai bisa melupakan ruangan ini? Seharusnya dia meminta pelayan untuk menyingkirkan isi kamar dari beberapa hari yang lalu setelah menikah dengan Mira. Jika begini, bisa-bisa Mira akan menganggap bahwa dirinya masih mencintai wanita di masa lalunya.
“Ricky! Kemarilah bersama Roy sekarang!”
__ADS_1
Alex berteriak cukup kuat dari dalam ruangan itu, dia yakin kedua anak buahnya itu pasti mendengar suaranya karena pintu ruangan di tempatnya berada ini sama sekali tidak dia kunci.
Tak lama setelah dia berteriak, kedua pria itu telah sampai di tempat Alex berada.
“Ada yang bisa saya bantu, Tuan Alex?” tanya Ricky sigap ketika telah sampai di dalam ruangan.
“Mengapa Anda membuka kembali kamar ini, Tuan? Apakah Anda sedang memikirkan nona Laura sehingga membuat Anda mendatangi tempat ini secara diam-diam dari nona Mira?” tanya Roy heran, dia melebarkan kedua matanya menyusuri seisi ruangan. “ Tempat ini adalah tempat bersejarah antara Anda bersama beliau,” imbuh Roy lagi.
Alex mendengkus kesal ketika mendengar ucapan Roy.
“Jika saya masih mencintainya mana mungkin aku bisa menikah Mira, Roy. Kau ini ada-ada saja,” celetuk Alex sedikit marah. “Saya memanggil kalian berdua kemari untuk membereskan ruangan ini agar kenangan-kenangan saya bersama Laura hilang, kalian mengerti, ‘kan?” kata Alex dengan suara baritonnya.
Roy menggaruk leher belakangnya dengan jemari tangan kirinya, lalu beralih menatap ke arah Alex berada.
“Siapa tahu bayangan indah di masa lalu kembali menghantui Anda,” suntik Roy. “Apakah Anda bermaksud untuk membuang semua barang-barang ini?” tanya Roy memastikan. “Jika benar Anda ingin membuangnya, kita akan membuangnya ke mana, Tuan Alex? Kalau ke tempat pembuangan barang bekas sepertinya benda-benda di dalam sini masih amat bagus.”
Alex mendelik tajam ke arah Roy berada, tampang wajahnya mulai terlihat sedikit kesal karena kedua anak buahnya itu begitu banyak tanya padanya.
__ADS_1
“Yang menyuruh kalian membuangnya ke tempat penampungan barang bekas itu siapa?!” geram Alex. “Semua benda-benda di dalam sini tolong dikeluarkan, lalu dibakar di halaman belakang rumah yang jaraknya sedikit jauh dari sini agar tidak menimbulkan asap yang tebal supaya istri saya tidak curiga, oke?” perintah Alex dengan nada bicara yang pelan.
“Saya ingin jejak masa lalu saya bersama nona Lau sudah tidak ada lagi, baik itu foto-foto yang terpajang di ruangan ini, terus ranjang, lemari, dan pakaian-pakaian yang ada di dalam lemari itu. Tuntaskan semuanya pada hari ini, minta seluruh pelayan untuk turut membersihkan ruangan ini. Dan satu lagi, jika nona Mira bertanya, katakan saja kalau kamar ini adalah bekas kamar pelayan yang dahulu pernah bekerja di sini, dan pelayan itu sudah memutuskan untuk berhenti!”
Ricky mengerutkan kedua alisnya heran saat sang atasan berkata seperti itu. Mengapa pria itu harus berbohong mengenai kenyataan yang ada? Apakah karena dia ingin menghargai perasaan nona Mira agar tidak terluka? Tapi, bukankah nona Mira lebih baik terluka karena sebuah kejujuran daripada harus berbahagia karena kebohongan, ‘kan?
Ya, benar sekali.
Dia rasa wanita itu akan sangat kecewa di kemudian hari nanti kalau tahu kenyataan yang sebenarnya dari bibir orang lain daripada dari suaminya sendiri.
Apakah atasannya ini tidak bisa berpikir panjang tentang perkara ini?
Hmm, sepertinya benar adanya begitu.
Tinggal katakan saja yang sebenarnya kalau ruangan ini adalah ruangan di mana pria itu bersama masa lalunya memadu kekasih setiap kali bertemu. Ah, menyebalkan sekali bagi Ricky apabila dia mendapatkan tugas untuk berbohong seperti ini. Karena biasanya, Ricky tidak pernah mau berbohong kepada siapa pun. Tapi kali ini haruskah dia melakukan hal itu demi sang atasan?
“Maaf, Tuan Alex, sebelumnya mengapa Anda harus merekayasa kenyataan yang ada? Bukankah lebih baik jika Anda berterus terang kepada nona? Saya hanya takut jika dikemudian hari nanti nona akan tahu kebenarannya sendiri, hal itu pastinya akan sangat menyakitkan bagi beliau,” usul Ricky berbicara dengan nada santai kepada sang atasan.
__ADS_1
Sebenarnya dia tidak memiliki hak untuk ikut campur dalam urusan pribadi ini, tapi tidak ada salahnya bukan kalau dia mencoba memberikan masukan kepada pria itu agar kedua otaknya bisa berpikir lebih jauh lagi sebelum bertindak melakukan sesuatu yang akan membuat penyesalan dikemudian hari nanti?