
Almira merasa sudah cukup puas berpelukan dengan suaminya pun memutuskan untuk melepaskannya, dia menatap ke arah Alex yang kini berdiri tegap di hadapannya dengan seksama.
Tidak ada satu pun kekurangan yang dia lihat dari pria ini, bahkan dia sangat sempurna di matanya. Sudah tampan, kaya raya, dan setia lagi. Benar-benar mendapatkan paket komplit yang dikirimkan oleh Tuhan untuk dirinya. Apakah ini hadiah terindah untuknya setelah melalui berbagai macam rasa sakit? Ah, sepertinya benar.
“Hmmm, apakah ada yang salah di wajahku, Nona Cantik?” tanya Alex, lalu dia pun mengusap wajahnya secara berulang kali untuk menemukan keanehan di wajahnya itu.
Melihat tingkah Alex membuat Almira tersenyum lebar sehingga menampakkan barisan gigi-giginya yang begitu rapih, “Ya, ada yang salah pada dirimu, Pak Alex.”
“A-apa itu?”
Alex yang penasaran pun segera berjalan mendekat ke arah cermin dan mulai berkaca. Pandangan matanya berulang kali menyusuri wajahnya untuk memperhatikan di mana letak keanehan pada wajahnya, namun setelah berulang-ulang dia perhatikan kesalahan pada wajahnya sama sekali tidak ada. Lantas apa yang membuat Almira menatapinya begitu serius?
Akankah wanita itu terpesona dengan ketampanan yang dia miliki? Ah, sepertinya memang benar kalau istrinya itu sedang terpesona dengan kharismatik yang dia miliki.
“Tidak ada yang salah dari wajahku, Mira,” celetuk Alex sembari menoleh ke arah samping di mana Almira berada.
“Kesalahannya hanya satu, Alex. Dirimu terlalu tampan dan enak dipandang oleh kedua mataku sehingga membuatku selalu ingin memandangimu setiap waktu,” jawab Almira tertawa kecil.
Mendengar ucapan Almira seketika membuat Alex tercengang. Apakah kedua telinganya sedang tidak salah mendengar? Sejak kapan istrinya itu pandai menggodanya? Aha, dia mengira bahwa Almira adalah sosok wanita pendiam, ternyata dugaannya salah. Wanita itu bahkan memiliki skill untuk membuatnya terbang ke atas angkasa.
“Woah, Almira!” Alex mengacungkan kedua jempolnya ke hadapan Almira setelah dia tercengang beberapa waktu. “Aku akui bahwa bakatmu untuk membuatku ingin terbang ke luar angkasa sangat bagus!”
“Ah, apa menurutmu aku hanya menggombalimu saja, Alex?” kekeh Almira. “Aku berkata dengan jujur bahwa kesalahanmu adalah terlalu tampan dan aku juga sangat yakin pasti mantan pacarmu sangat banyak!”
__ADS_1
“Hanya dari sebuah ketampanan kau mengira bahwa suamimu ini adalah seorang playboy, begitu?” tanya Alex dengan diiringi sebuah senyuman tipis di wajahnya. “Percaya atau tidak, mantan suamimu ini hanya ada satu.”
“S-satu?” Mira mendelik heran. “Tidak mungkin hanya satu, secara kau adalah pria tampan dan kaya raya, pastilah mantan pacarmu banyak,” sindir Almira sedikit ketus.
“Jadi kalau pria tampan dan kaya raya selalu dianggap banyak perempuankah, Almira?” tanya Alex kepada Almira dengan heran, dari mana pula istrinya itu tahu hal-hal semacam itu?
“Benar!”
“Ah ..., Kau sangat salah besar, Sayang. Tidak semua pria seperti itu, tapi yang seperti itu sudah jelas seorang pria. Aku adalah tipe pria yang enggan berganti-ganti pasangan,” ujar Alex menjelaskan tentang dirinya sedikit kepada sang istri. “Apa pun yang sudah aku pilih, maka itulah yang akan aku jalani. Aku tidak akan pernah meninggalkan seorang wanita selama dia tidak menyentuh yang namanya perselingkuhan.”
Apakah Alex berbicara jujur mengenai dirinya? Ataukah hanya sebuah omong kosong agar dia menilai Alex sebagai pria yang benar-benar sempurna?
“Seperti kalimat yang baru saja aku lontarkan, Mira. Aku tidak akan meninggalkan seorang perempuan selama dia tidak menyentuh yang namanya perselingkuhan. Aku bisa memaafkan apa pun, tapi tidak dengan yang namanya selingkuh. Sebab perselingkuhan terjadi secara sadar, bukan khilaf.”
Almira mengangguk mengerti dengan apa yang sudah dijelaskan oleh suaminya, Alex, mengenai masa lalunya bersama seorang wanita. Mereka berpisah karena wanita tersebut berselingkuh, mungkin perkara kejadian itu membuat Alex enggan untuk mengenal banyak wanita, sebab daripada itu mantan Alex hanya ada satu.
“Hmm, kalau aku boleh tahu berapa lama kalian menjalin hubungan?” tanya Mira kembali, dia ingin mengenali Alex jauh lebih dalam. Tidak ada salahnya bukan jika dia berusaha untuk mengenali suaminya di waktu yang cepat?
“Tiga tahun,” jawab Alex enteng. “Dia membuatku tak ingin mengenali banyak wanita setelah berpisah dengannya, namun setelah menjalani kehidupan seorang diri selama beberapa tahun tanpanya, aku kembali jatuh hati pada pandangan pertama dengan seorang wanita di sebuah gedung pada saat hari pernikahan wanita itu sendiri. Niatku mendatangi gedung itu sebagai tamu undangan, tetapi setelah pulang dari sana aku malah mendapatkan seorang istri.”
Alex menghentikan pembicaraan sebentar sembari menetralkan embusan napasnya supaya memudahkannya kembali untuk berbicara.
__ADS_1
“Keputusan bulatku menikahimu karena aku merasa yakin jika kau adalah orang yang tepat yang selama ini aku tunggu-tunggu untuk hadir, Almira.”
Tak tahu harus berkata apa lagi, Almira melihat keseriusan di mata pria yang kini sedang menatap matanya. Dia tidak mendapatkan sedikitpun kebohongan yang tersirat di dalam mata pria itu.
“Tiga tahun bersamanya bukanlah waktu singkat, tapi jangan takut, dia sudah tidak lagi membekas di hatiku, Mira. Aku hanya ingin menyimpan satu orang di dalam hatiku, yaitu hanya dirimu. Kau mau, ‘kan, membangun rumah tangga bersamaku dengan penuh cinta?”
“Tentu saja aku mau itu, Alex.”
Kehangatan cinta yang telah lama tidak dirasakan oleh Almira semenjak kepergian ayahnya kini kembali dia rasakan, dia lebih merasa kalau cintanya Alex kepada dirinya benar-benar tulus, tidak seperti cinta yang telah diberikan oleh Ameer untuknya. Dia merasa kalau Ameer hanya sekedar mencintainya dan tidak takut kehilangannya.
“Bolehkah aku bertanya kepadamu untuk satu hal yang sedikit sensitif, Alex?” tanya Almira kepada Alex, jika Alex tidak memberikan izin untuk dirinya bertanya maka dia pun akan mengurungkan niatnya untuk bertanya.
“Apa itu, Mira? Katakan saja, aku akan menjawabnya sebisaku.”
Alex telah memberikan lampu hijau kepada Almira untuk bertanya, hal tersebut semakin membuat wanita itu merasa gugup. Sebelum memulai pertanyaan, dia mengumpulkan keberaniannya terlebih dahulu agar tidak down ketika mendengar jawaban yang akan diberikan oleh suaminya. Apa pun jawabannya, dia harus bisa menerimanya dengan lapang dada.
Melihat istrinya yang terdiam membuat Alex begitu penasaran sekali. Kira-kira pertanyaan apa yang hendak ditanyakan oleh istrinya? Sepertinya terlihat begitu serius.
“Aku sudah tahu siapa dirimu, kau adalah Alexander Bawazier yang pernah viral beberapa pekan lalu karena bisnismu yang berkembang pesat. Kau bahkan diakui oleh banyak orang atas kehebatanmu dalam berbisnis, lantas bagaimana jika semua orang tahu bahwa istri ini adalah wanita yang gagal menikah dengan kekasihnya hanya karena kisahnya yang kelam di masa lampau? Apakah kau sanggup mendengar cibiran semua orang tentangku, Alex?”
Alex mengembuskan napasnya kasar, kemudian dia mengukir sebuah senyuman indah di wajahnya untuk meyakinkan Almira bahwa semuanya akan baik-baik saja dan tidak akan terjadi apa pun.
__ADS_1
“Tidak akan ada yang bisa memisahkan kita kecuali maut. Aku tidak akan pernah peduli dengan perkataan semua orang, bahkan seluruh dunia sekalipun. Jika aku telah memilihmu, maka seluruh dunia pun tidak dapat menentang keputusanku. Takkan kubiarkan ada satu orang pun menghinamu apalagi sampai menyakitimu!”