
Suasana begitu senyap ketika sepasang suami-istri itu telah kembali ke dalam kamar mereka, tidak ada percakapan yang terdengar dari keduanya. Mira hanya diam tak bersuara di atas ranjang, sedangkan Alex berdiri di dekat jendela sembari menatap ke arah istrinya berada. Dia bisa menilai bagaimana kondisi Mira saat ini, mungkin terbesit rasa marah kepada dirinya ini karena ulah sang mantan di rumahnya.
Dia yang tidak bisa didiamkan pun berjalan mendekat ke arah ranjang berada untuk mengajak sang istri bertukar cerita tentang apa yang tengah dirasakan oleh wanita itu mengenai kejadian ini.
“Mir … Apakah kau marah padaku?” tanya Alex, dia pun mendudukkan dirinya di tepian ranjang di samping istrinya berada. “Apa pun yang kini kau rasakan dan apa pun yang ada di pikiranmu, katakan padaku.”
Mendengar suaminya membuka percakapan, Mira perlahan menaikkan pandangan matanya ke atas. Kemudian dia menatap lurus ke arah manik indah yang sedang menatapnya juga.
“Aku baik-baik saja,” balas Mira dengan senyuman manis di wajahnya. “Ada apa memangnya?”
Alex mengusap kasar wajahnya menggunakan telapak tangannya saat mendengar ucapan dari sang kekasih. Bagaimana bisa wanita itu baik-baik saja setelah kejadian ini? Bahkan tidak hanya itu, raut wajahnya pun terlihat jelas kalau sedang kecewa. Jika dia benar-benar baik-baik saja lantas kenapa sejak mereka kembali ke dalam kamar tidak ada percakapan apa pun di antara mereka?
Pasti ada problem di hati Mira yang ia coba untuk dipendam seorang diri.
“Sayang …,” lirih Alex penuh kelembutan. “Maafkan kesalahanku, ya.”
Kedua alis Mira mengerut heran saat mendengar kata maaf dari bibir suaminya. Maaf untuk apa? Sedangkan semua ini adalah hal yang tidak disengaja. Wanita itu, ‘kan , datang sendiri kemari. Lantas mengapa suaminya harus meminta maaf? Sangat aneh sekali. Dia pun tahu kalau Alex juga tidak mau hal seperti ini terjadi, sama seperti dirinya. Tapi apa boleh buat jika masa lalu suaminya benar-benar tidak terima dengan dirinya yang sudah mendapatkan Alex sepenuhnya?
“Tidak ada yang perlu diminta maafkan Alex, semua ini murni terjadi sendiri, ‘kan? Aku tahu, dirimu pun juga tidak mau hal seperti ini terjadi di kehidupan kita. Aku benar-benar tidak marah pada dirimu, Suamiku. Aku hanya marah kepada wanita itu, karena terlihat sekali bahwa dia tidak suka dengan kehadiranku di hidupmu," jawab Mira dengan jujur dari hatinya.
Alex sedikit bernapas lega ketika mendengar balasan dari istrinya, tapi bagaimanapun dia harus jujur kepada Mira tentang mengapa mantan kekasihnya bisa menghampiri dirinya kemari.
Apa pun reaksi Mira, apa pun keputusan Mira, dia akan mencoba menerimanya dengan hati yang lalang. Karena istrinya berhak memarahi dirinya yang begitu bodoh dalam mengambil keputusan seorang diri tanpa meminta pertimbangan dari dirinya.
Perlahan Alex meraih ponselnya dari dalam saku celananya, tanpa menunggu lebih lama Alex langsung membuka akun pribadinya dan menunjukkan pesan masuk dari akun fake itu kepada sang istri untuk dibaca oleh wanita itu.
“Baca ini, nanti aku akan menjelaskannya padamu secara perlahan, Sayang.”
Mira menerima ponsel yang diberikan oleh suaminya kepada dirinya. Dia langsung sigap membaca pesan masuk itu dari dalam hati. Kedua matanya terasa amat panas ketika suaminya mendapati ancaman yang tertulis akan mengirimkan foto-foto b*gil kepada dirinya apabila Alex tidak menemuinya di Apartemen Xxx.
__ADS_1
Sesudah membaca seluruh isi pesan itu, Mira kembali menyerahkan benda pipih itu kepada suaminya, Alex.
Jantung hatinya mendadak berkecamuk di dalam sana. Apa sebenarnya yang diinginkan wanita itu? Apakah dia hanya ingin mengusirnya pergi dari kehidupan suaminya, lalu dia akan menghancurkan suaminya kembali seperti beberapa tahun lalu ketika Alex mendapatinya berselingkuh?
Tidak.
Mira tidak boleh kalah dengan seorang pelakor yang tidak memiliki harga diri serta rasa malu seperti Laura.
“Jadi, dia kemari karena sesudah bertemu denganmu, Alex?” tanya Mira memastikan, nada suaranya terdengar begitu lirih di kedua telinga Alex hingga membuat lelaki itu begitu amat merasa bersalah kepada sang istri tercinta.
Alex menganggukkan kepalanya sebanyak beberapa kali, dia merasa begitu amat bodoh karena tidak bisa menentang Laura dengan tegas.
“Benar, Mir. Aku tidak tahu siapa dia, aku datang ke sana secara diam-diam darimu agar kau tidak melarangku untuk pergi. Aku ke sana hanya ingin tahu siapa dibalik akun fake itu, apakah Laura ataukah orang lain,” jelas Alex kepada istrinya.
“Setelah aku datang ke sana ternyata orang dibalik akun fake itu adalah Laura, aku langsung hendak pergi tetapi dia menahanku. Aku semlat beradu mulut dengannya di sana, lalu melampiaskan semua hasrat kemarahanku sampai bermain tangan dengannya. Maafkan aku, Mira.”
“Dia mendekapku dengan erat ke tubuhnya lalu berbisik di samping telingaku dengan mengatakan kalau dia ingin aku tidur dengannya malam ini. Dan bahkan dia juga mengatakan kalau dia bersuka rela mengandung benih dariku,” jelas Alex lagi sambil mengalihkan pandangan matanya ke arah lain dari Mira karena merasa tak mampu.
Mira tidak bisa berkata-kata, wanita itu benar-benar sudah sangat keterlaluan dalam mengusik rumah tangganya bersama sang suami. Wajar saja jika suaminya bermain tangan kalau wanita itu saja tidak bisa menjaga batasannya dari suami orang. Cih, benar-benar wanita tidak tahu malu. Sepertinya urat malu mantan kekasih suaminya itu sudah putus sejak lama.
Kalaupun dia tidak mau kehilangan Alex, lantas mengapa dia berselingkuh sampai melakukan hubungan badan dengan lelaki lain pada saat masih memiliki status pacaran bersama Alex?
Ha-ha, wanita itu benar-benar pelawak handal.
“Tidak apa-apa, yang terpenting adalah kau adalah milikku.” Mira tersenyum, kemudian bangkit dari tempatnya berada. “Selama kau tidak tergoda dengan semua sikapnya, dan selama kau tidak terjebak dalam permainannya, selama itu aku akan menjadi istrimu sampau kapan pun, Suamiku.”
Mira menarik pelan kedua tangan suaminya untuk beranjak dari tempat duduknya. Lalu dia memeluk tubuh Alex dengan sangat erat.
“Takkan kubiarkan wanita itu kembali memberikanmu luka, Sayang. Aku akan selau melindungimu dari wanita biadab itu. Tenang saja, aku tidak akan mampu termakan semua omong kosong dari dirinya.”
__ADS_1
Mira mengelus lembut punggung suaminya berulang kali setelah berbisik pelan di samping daun telinga Alex.
“Kalaupun wanita itu mengancammu lagi dengan kata-kata akan menyebarluaskan foto-foto tak senonohmu bersama dia, jangan takut. Sebab, negara kita adalah negara hukum. Dia bisa terkena UU ITE. Jangan pernah takut, oke? Apalagi kau adalah sosok pengusaha serta model iklan, pasti akan ada banyak orang yang berbondong-bondong untuk membantumu. Apalagi pengacara, mereka akan senang membantumu demi menaikkan nama mereka.”
Alex melepaskan dirinya dari pelukan istrinya, lalu dia menangkup wajah cantik itu dengan kedua tangannya.
Cup!
Alex memberikan sebuah kecupan manis di kedua pipi Mira. Kehadiran sosok Mira benar-benar merubah kehidupannya, dia merasa tenang ketika sudah menceritakan bebannya kepada sang istri. Mira benar-benar wanita yang berpikir kritis serta bijaksana dalam menghadapi sesuatu. Bahkan ketika berhadapan dengan Laura pun Mira menyikapinya dengan baik dan ramah.
Tidak salah pilihannya untuk memperistri wanita ini.
“Kenapa kau bisa sedewasa itu dalam menyikapi apa pun, hmm?” tanya Alex heran, dia pun membelai lembut pipi Mira dengan jemari tangannya.
“Karena emosi hanya akan membuatku tidak bertenaga, Alex. Aku sudah belajar menguasai amarahku sejak dahulu, jadi aku sekarang lebih memilih untuk tenang didalam situasi apa pun,” jawab Mira sembari terkekeh kecil.
“Sebaiknya kau bersihkan dirimu di dalam kamar mandi gih, Lex, agar kotoran dari wanita itu hilang dari dirimu,” saran Mira kepada sang suami.
“Ah iya, saran yang cukup bagus Mira. Baiklah, aku akan pergi membersihkan diri terlebih dahulu di dalam kamar mandi, apakah kau juga ingin mandi bersamaku?” tanya Alex.
Mira menggeleng pelan. “Aku sudah mandi sejak tadi sebelum kau pulang,” jawabnya. “Pergilah sana, aku akan menyiapkan piyama tidur untukmu beristirahat.”
“Terima kasih banyak, Sayang. Aku tinggal dulu, ya.”
Alex segera melangkah pergi dari hadapan istrinya menuju ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri di sana sedangkan Mira berjalan mendekat ke arah lemari pakaian sang suami untuk mencarikan pakaian untuk dikenakan lelaki itu malam ini.
Mira meraih sebuah piyama tidur berwarna coksu dari dalam lemari, sepertinya pakaian ini bagus untuk dikenakan oleh suaminya karena warna piyama tersebut senada dengan piyama yang kini dia pakai. Bedanya hanya, yang punya pria itu polos tidak ada motif sedangkan miliknya memiliki motif bunga-bunga di dekat lengannya.
Sesekali mengenakan pakaian tidur yang sama tidak apa-apa, ‘kan?
__ADS_1