Mendadak Dinikahi Milliarder

Mendadak Dinikahi Milliarder
030 : NYAWA KEDUAKU


__ADS_3

“Tapi, Lex ... Meskipun itu perselingkuhan biasa, dia berhak untuk kau nikahi daripada aku. Sebab, mahkotanya hancur karena kau renggut,” ucap Mira lirih kepada suaminya.


“Sebaiknya kita sudahi pembicaraan kali ini. Apa pun yang terjadi di antara aku dan dia di masa lalu biarlah berlalu. Kini, aku ingin memperindah masa depanku denganmu. Kau adalah istriku,” kata Alex tegas.


Mira mendesah pelan, dia sama sekali tidak tahu harus berkata seperti apa lagi. Yang ada di relung hatinya hanyalah sebuah rasa kecewa terhadap sang suami. Dia mengira kalau pria itu tidak memiliki histori buruk bersama Laura di masa lalu, namun kenyataannya tidak seperti yang dia bayangkan. Ah, mengapa semua ini terjadi?


“Apa kau kecewa dengan kenyataan ini, Sayang?” tanya Alex lembut seraya membelai pucuk kepala Mira dengan satu tangannya. “Maafkan aku ya, Mir.”


“Tidak apa-apa, Lex. Semua sudah terjadi, kan? Mau aku protes pun percuma, karena tidak bisa dihapus dari histori kehidupanmu.” Mira tampak tersenyum kecut ketika dia menaikkan pandangan matanya ke atas. “Masa lalumu adalah milikmu, dan masa laluku adalah milikku. Tapi masa depan adalah milik kita berdua. Lagipula kau adalah seorang pria, tidak ada yang rugi dari dirimu.”


Terpaksa Mira menerima semua masa lalu lelaki itu meskipun terasa amat berat, tapi dia yakin kalau lambat laun dia akan terbiasa dan melupakan perkara ini. Ini semua hanyalah perkara waktu, bukan perkara apa-apa.


“Aku tidak akan pernah berpaling ke wanita manapun selain dirimu. Akan kujadikan dirimu wanita satu-satunya sampai akhir hayatku, Sayang. Aku mencintaimu, dan selalu mencintaimu.”


Alex merangkul wanita itu perlahan untuk masuk ke dalam pelukannya, sedangkan Mira sama sekali tidak memberontak dengan perlakuan suaminya, dia membiarkan pria itu memeluknya agar rasa kecewa di dalam dirinya segera menghilang dari dasar hatinya. Entah mengapa dia sangat merasa kecewa dengan kenyataan ini, padahal dia sama sekali belum memiliki perasaan apa pun pada Alex.


Apakah karena status Alex adalah suaminya?


Ya, sepertinya rasa kecewanya itu datang dari status mereka yang merupakan pasangan suami dan istri.


“Kau mencintaiku dari apa, Lex? Apakah karena fisikku?” tanya Mira menginterogasi seraya mendongak sedikit ke atas untuk menatap ke arah wajah lelaki itu. “Pikiranku selalu bertanya-tanya, alasan apa yang membuatmu sangat yakin menikahiku dan menjadikanku istrimu.”

__ADS_1


“Aku tidak tahu jawaban apa yang harus aku berikan padamu. Mungkin ini akan terdengar tidak logis jika dipikir secara logika, aku sangat tertarik padamu ketika kedua mataku untuk pertama kalinya memandangimu dari dekat, dan aku bertemu denganmu di acara pernikahanmu sendiri. Aku telah jatuh hati pada sosok cinderella yang terbuang di hari bahagianya,” jelas Alex enteng pada Mira.


“Apakah sudah cukup jelas jawabanku, Sayang?”


“Hmm, apakah semua pria seperti itu, Alex?” tanya Mira kembali. “Bagaimana jika nanti kau bertemu dengan wanita yang jauh lebih di atasku dan kau tertarik padanya? Apa kau bakal meninggalkanku disaat itu juga?” sanggahnya.


Alex terdiam sejenak ketika mendengar pertanyaan itu dari istrinya. Mengapa bisa Almira berpikir sejauh itu tentang dirinya?


“Aku akan tetap bersama denganmu sampai kapan pun, kupastikan tidak ada wanita lain di hidupku selain dirimu, Sayang. Only one and last stay in my heart.”


Almira meletakkan kedua tangannya di kedua pipi Alex, lalu membelainya dengan perlahan.


Senyuman manis nan indah di wajah tampan itu seketika lenyap dalam hitungan detik setelah mendengar lontaran kalimat dari bibir sexy milik seorang wanita.


“Kau tidak boleh pergi meninggalkanku apa pun kondisinya. Aku tidak akan pernah mendua, ataupun berpaling seperti janji yang telah aku ucapkan. Kita boleh berpisah asalkan dipisahkan oleh kematian, dan kalaupun aku bisa meminta aku ingin meminta kepada Tuhan untuk menjemput diriku lebih dulu daripada dirimu!”


Alex menegaskan kalimatnya agar tidak mudah dibantah oleh Almira.


“Aku tahu bagaimana pedihnya ditinggalkan, aku sudah hancur beberapa kali karena ditinggal pergi oleh orang-orang yang begitu aku cintai, dan aku tidak mau merasakan sakit untuk kesekian kalinya ditinggal pergi, Mira. Aku ikhlas jika aku duluan yang pergi menghadap ke Tuhan.”


Nyesss!

__ADS_1


Butiran bening jatuh begitu saja dari kedua kelopak mata Alex ketika dia berbicara kepada istrinya sembari mengingat tentang pedihnya penderitaannya kala itu—di mana dia harus menerima kenyataan kalau orang tuanya sudah pergi untuk selama-lamanya dari kehidupannya tanpa dia bisa melihat jasad kedua orang tuanya.


Dinyatakan tiada oleh semua orang tanpa dia bisa melihat jasad kedua orang tuanya. Bukankah itu sangat sakit dan begitu sulit untuk diterima? Yup, benar sekali.


Dan untuk menerima kenyataan pun Alex memerlukan waktu yang bisa terbilang cukup lama ketika hasil pencarian pesawat yang jatuh ke dalam lautan keluar.


Bagaimana bisa baginya menganggap kedua orang tuanya telah tiada tanpa dia melihat bentuk jasad kedua orang tuanya? Hal yang sangat tidak bisa, namun dunia memaksanya untuk bisa menerima hal tersebut.


“Sabar ya, aku yakin Tuhan memberikanmu ujian karena dirimu kuat dan bisa melalui ini semua. M-maafkan aku telah membuatmu meneteskan air mata malam ini.”


Mira mengusap air mata yang tampak menumpuk di kedua kelopak mata suaminya dengan tulus tanpa adanya rasa terpaksa.


“Tidak ada yang salah, Mir. Aku hanya merasa sedih saja ketika mengingat kejadian itu. Kau tahu bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang bahkan jasadnya pun kita tidak melihatnya namun sudah dinyatakan telah tiada?” kata Alex bertanya. “Rasanya benar-benar hancur, Mir. Benar-benar hancur sekali, Mir. Sejak saat itu, aku merasa duniaku telah mati. Tiada warna, tiada tawa, tiada bahagia. Tapi itu semua sudah lenyap sejak kau hadir di hidupku.”


“Kau adalah nyawa kedua yang hadir untuk menghidupkanku kembali, itulah mengapa aku ingin kau selamanya untukku dan akan kujadikan satu-satunya, bukan salah satunya. Kau penyelamatku di dalam kegelapan, kau menerangkan jalanku disaat aku hampir tersesat. Terima kasih sudah bersuka rela menikah dengan pria yang tidak kau kenal ini, Mira.”


“Jika aku melakukan sebuah kesalahan yang membuatmu terluka, sakit hati, atau bahkan kecewa, tolong beritahu aku dan bimbing aku agar aku bisa menjadi pria yang pantas mendampingimu seumur hidupmu, Mir. Aku benar-benar sangat menyayangimu dari hati, bukan dari hanya sekedar fisik.”


Mira tak lagi mampu memperdebat suaminya, dia hanya bisa diam dan menatap pria itu dengan seksama. Dibalik Alex yang suka bercanda, tertawa, ceria, ternyata dia adalah sosok pria yang sangat bisa menyembunyikan kesedihannya di depan banyak orang-orang.


Bisakah dia membahagiakan Alex?

__ADS_1


__ADS_2