Mendadak Dinikahi Milliarder

Mendadak Dinikahi Milliarder
025 : DIA ISTRIKU


__ADS_3

oDua buah mobil mewah berwarna hitam tampak melaju dengan kecepatan sedikit tinggi di jalan raya untuk segera sampai di sebuah lokasi acara. Ya, mobil tersebut tidak lain adalah milik Alexander Bawazier, dia pergi bersama sang istri dengan membawa beberapa pengawalnya, terutama si Roy—yang kini cosplay menjadi sopir pribadinya sebab dia sedang malas mengemudi.


 


Alex sudah terbiasa kalau pergi ke mana-mana selalu membawa pengawalnya, sebab dia lebih baik menjaga dirinya daripada harus mengobati jika terjadi apa-apa pada dirinya itu, apalagi sekarang dia sudah memiliki seorang istri yang harus keamanannya jauh lebih dijaga. Hal tersebut dikarenakan dia tahu kalau di luar sana banyak orang yang tidak senang dengan kehidupannya dan bisa jadi orang-orang tersebut ada di dekatnya, seperti rekan kerjanya.


 


Toh, manusia bermuka dua itu pasti ada di sekitarnya, tidak ada yang tidak ada. Sebab itulah dia harus lebih berwaspada terhadap siapa pun, karena musuh terbesar adalah orang terdekat kita sendiri.


 


Tak butuh waktu lama bagi Roy untuk sampai di sebuah lokasi tujuan, hanya memakan waktu lima belas menit, kini kedua unit mobil mewah itu telah sampai di lokasi tujuan mereka.


 


Semua orang yang ada di dalam mobil pun segera keluar ketika mobil telah terparkir rapi di parkiran VIP yang sudah disediakan oleh anak buah dokter Harun.


 


Sebelum Alex dan istrinya turun dari dalam mobil, Roy bersama temannya berinisiatif langsung membukakan kedua pintu mobil dengan cepat agar pasangan suami istri itu segera turun dari dalam sana tanpa mengulurkan waktu lagi, sebab mereka semua sudah datang terlambat ke acara yang digelar oleh sang dokter.


 


“Terima kasih banyak, Roy!”


 


Alex mengembangkan senyuman lebar di wajah tampannya ketika dia bersama sang istri telah berjalan keluar dari dalam mobil pribadinya, dia merengkuh pinggang langsing sang istri dengan tangannya kemudian mereka berjalan masuk ke dalam gedung tersebut dengan diikuti oleh anak buahnya.


 


Kedua mata Alex melebar dengan pasti ketika melihat acara grand opening telah dimulai, dia menatap ke seluruh arah untuk mencari dokter Harun, setelah dia mencari-cari ternyata dia mendapati sang dokter tengah asik berfoto bersama rekan-rekan kerjanya.


 


Melihat pemandangan itu membuat Alex merasa bangga kepada dokter Harun karena kepintaran otaknya yang sangat wah sehingga dia bisa membuat brand skincare sendiri. Sungguh dokter yang sang sangat hebat di matanya, bahkan tanpa rasa ragu pria itu meluncurkan brandnya dengan hasil penemuan racikannya sendiri.


 

__ADS_1


Sebagai rasa bangganya kepada sang dokter, dia akan membantu lelaki itu menaikkan nama brandnya di kalangan masyarakat dengan cara mengendors tokoh publik terkenal baik di Dalam Negeri maupun di Luar Negeri secara diam-diam. Ya, dokter Harun berhak mendapatkan itu darinya sebagai bentuk ucapan terima kasih karena telah selalu ada untuknya kapan pun dia terjatuh sakit.  


 


Hanya dengan cara itulah dia bisa membalas budi atas kebaikan sang dokter selama ini.


 


“Tuan Alex!” panggil Dokter Harun dari kejauhan ketika dia telah selesai berfoto bersama rekan-rekannya yang lain, pria itu segera berlari kecil menuju ke arah Alex berada. “Apakah Anda telah lama datang? Ah, maafkan saya karena baru melihat Anda di sini. Mari kita duduk di sana, saya sudah menyiapkannya untuk Anda dan yang lain.”


 


Dokter Harun dengan penuh rasa senang membawa Alex menuju ke arah tempat duduk yang telah dia sediakan untuk pria itu bersama yang lainnya.


 


“Mari duduk, Tuan Alex.” Harun mempersilakan pria itu duduk. “Ma-maaf Tuan Alex, apakah wanita di sebelah Anda ini adalah kekasih baru Anda? Saya sepertinya baru melihatnya kali ini,” sambung Harun bertanya kepada Alex, ekspresi wajahnya begitu tampak bingung.


 


Alex mengembuskan napasnya perlahan ke udara sambil merapikan pakaiannya, lalu beralih menatap ke arah Harun dengan wajah bahagianya.


 


 


Perintah dari pria itu membuat Harun menjadi terheran-heran sendiri, dia tidak banyak komen lagi dan langsung membuka ponselnya untuk melihat postingan di instagram milik lelaki itu sesuai perintah darinya.


 


Kedua bola mata Harun terbelalak kaget ketika melihat foto pernikahan pria itu dengan wanita yang ada di sebelahnya. Kapan mereka menikah? Dan mengapa dia tidak mendapati kabar pernikahan itu sendiri? Apakah tuan Alex melupakan dirinya sehingga tidak mengundangnya untuk hadir di sana? Hais, apakah dirinya sekarang sudah tersingkirkan dan terlupakan?


 


Entahlah.


 


Dia harus menanyakan apakah ini benar? Ataukah hanya sebuah editan semata?

__ADS_1


 


Pastinya jika pria itu benar-benar sudah menikah, pasti dia akan diundang untuk menjadi tamu undangan.


 


“Anda benaran sudah menikah, Tuan Alex?” tanya Harun setelah berperang dengan isi kepalanya sendiri. “Mengapa Anda tidak mengundang saya untuk datang? Kalaupun Anda sudah menikah, kenapa tidak ada satu pun berita tentang pernikahan Anda di sosial media? Bahkan di situs-situs berita pun tidak ada,” imbuhnya lagi menginterogasikan pria di hadapannya.


 


“Harun, kecilkan nada suaramu,” tegur Roy menyela masuk ke dalam pembicaraan sang atasan.


 


“Baik, Roy. Saya hanya bertanya kepada Tuan Alex,” balas Harun lagi, tatapannya menatap ke arah Alex dan Roy secara bergantian.


 


Alex hanya bisa tersenyum melihat anak buahnya mulai sedikit berdebat, memang kenyataan ini sulit diterima oleh semua rekannya, sebab pernikahannya bersama sang istri terjadi begitu dadakan.  Selaku orang terdekatnya, pastinya Harun merasa aneh dengan kabar mengejutkan ini, dan dia bisa mengerti akan hal tersebut.


 


“Dia adalah istri saya, Harun. Namanya Almira Bawazier, cantik bukan? Tentu saja, saya sudah menikah dengannya beberapa hari yang lalu. Pernikahan saya dengan nona Mira sangat dirahasiakan, sebab daripada itu tidak ada rekan kerja yang saya undang, saksi pernikahan itu hanya Roy dan teman-teman yang lain,” jelas Alex secara perlahan kepada Harun.


 


“Setelah pernikahan selesai, saya baru mempublish status saya yang baru ke dunia maya agar orang-orang tahu bahwa saya telah beristri demi menghindari fitnah dari semua orang. Jika ditanya mengapa kabar ini tidak panas di akun-akun berita adalah karena saya bukanlah publik figur, saya menjadikan diri saya sebagai back-up pengusaha, bukan lebih ke—tokoh publik. Jadi berita ini tidak terlalu menarik bagi orang-orang untuk digoreng di akun-akun berita maupun gosip.”


 


Almira tertegun dengan penjelasan pria di sebelahnya kepada pria di hadapannya, penuturan bahasa pria itu begitu bagus dan terdengar lembut di kedua telinganya. Almira akui kalau publik speaking pria itu benar-benar sempurna dalam berbicara kepada siapa pun, bahkan dia juga bisa menempati nada suaranya kapan harus bersikap netral dan kapan harus meninggi.


 


“Ouh begitu ternyata, saya mengerti Tuan Alex. Maaf, saya hanya salah paham saja tadinya dengan Anda, saya kira Anda sudah tidak menganggap saya penting lagi,” ujar Harun jujur kepada pria itu. “Saya ucapkan selamat atas pernikahan Anda bersama nona Mira, ya. Semoga langgeng sampai maut memisahkan kalian berdua.”


 


“Terima kasih atas do’a baikmu untuk hubungan pernikahan kami berdua, Harun.”

__ADS_1


__ADS_2