
Liana menghadap cermin, lalu menyelipkan jilbab di pundak. Liana tersenyum lebar, karena kagum dengan kecantikan diri sendiri. Dia semakin sombong, dengan pujian dari teman-teman terdekatnya.
"Mengenakan jilbab diulurkan saudariku, jangan diselempangkan, kecuali bajunya lebar. Hal demikian itu, tidak akan memperlihatkan lekuk tubuh. Sejatinya fungsi jilbab menutupi, bukan membungkus tubuh." ujar Liani.
Liana melihat Liani dengan sebal. "Kalau baju longgar, aku jadi seperti ibu-ibu. Satu lagi, wajahku ini cantik. Tubuhku juga bagus, ngapain satu dunia tidak boleh tahu. Bilang saja kamu itu dengki, karena aku dipuji oleh para senior. Sementara kamu di-bully sebagai pencuri."
"Aku digosipi bukan kenyataan perbuatan, masih bisa bebas dari hisab. Namun akan berat tanggungjawab di akhirat, jika itu benar kenyataan." Liani berbicara apa adanya.
"Ah sudahlah, berisik sekali! Kamu sekolah di pondok pesantren sana. Jadi malas damai sama kamu, kebanyakan tertular fanatik." Bentak Liana, seraya menyahut tas di atas nakas.
Dhilo dan Zeylo membicarakan Liani yang cuek. Hal tersebut memancing rasa penasaran mereka, dengan nyali yang kuat merencanakan sesuatu.
"Apa kita takuti saja dia." ujar Dhilo.
"Terlalu kejam melakukan hal tersebut." jawab Zeylo.
"Loh, kita 'kan cuma bercanda. Apa salahnya, supaya dia tidak cuek. Aku tidak suka, bila perempuan terlalu serius." Dhilo mulai ingin jail.
"Iya sudah, kalau ada apa-apa, kamu terima konsekuensi saja." jawab Zeylo.
__ADS_1
Amiry sibuk memanjat gerbang, membuat orang yang melihatnya tertawa. Regart benar-benar merasa malu, lalu membawakan sapu lidi. Amiry berlari tunggang langgang, setelah melompat bagai monyet.
"Cepat sini, biar aku ingatkan kamu!"
"Tidak mau." Amiry terus berlari kencang.
Liuqy menaiki kendaraan sepedanya dengan menunduk, teringat akan nasehat Yoehun. Tidak sengaja dia menabrak tiang, lalu jatuh tersungkur.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Nhiky.
"Kata Yoehun, kita harus menundukkan pandangan pada lawan jenis." jawab Liuqy.
"Eh, kamu jangan menganggap enteng. Dalam Islam, laki-laki dan perempuan memang begitu." jawab Liuqy.
"Tidak seperti itu juga konsepnya." Nhiky masih memegangi perutnya.
"Lalu, konsep yang benar bagaimana." Liuqy bingung sendiri.
"Konsep yang benar itu, mata jangan jelalatan. Tapi sudahlah, jangan terlalu dituruti. Membuat pening saja, jika harus takwa seperti Liani." Nhiky menggandeng tangan Liuqy, tanpa malu sedikit pun.
__ADS_1
Liuqy menghempaskan tangan Nhiky. "Maaf iya, kita jaga jarak saja."
Liuqy kembali menaiki sepedanya, membiarkan Nhiky tertinggal. Nhiky sang kekasih sampai tercengang, karena diabaikan begitu saja.
"Aku tidak salah dengar?" monolognya.
Di kelas, sedang dimulai pembelajaran agama Islam. Semua murid melihat, ketika guru menjelaskan.
"Anak-anak, mengapa manusia bisa berbuat berbagai dosa besar?" tanya ibu Aisyah.
"Karena ada iblis bermain di belakangnya." jawab Liani.
"Benar sekali Nak, manusia ini makhluk lemah. Jikalau dia kuat, itu karena Allah. Yang bisa kita lakukan adalah, terus menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup."
"Iya Bu." jawab semuanya serentak.
"Agama Islam ini sempurna, tinggal manusia berusaha untuk menyempurnakan diri. Rasulullah manusia paling mulia, telah membawa perubahan dari zaman jahiliah ke zaman terang benderang seperti sekarang. Anak-anak, sengaja mengunggah video diri membuka aurat di sosial media, sama saja dengan perempuan rendahan. Mengapa bisa disebut begitu, karena banyak kaum Adam yang melihat. Hal ini bisa menimbulkan fitnah, dan Ibu tidak mau siswi SMA Permata ada yang berjoget-joget. Terus diunggah ke sosial media, dengan baju minim bahan." ucapnya tegas.
"Iya Bu." jawab semuanya serentak.
__ADS_1