Menikahi Bocil

Menikahi Bocil
Episode 13 - Dia siapa?


__ADS_3

"Astaga! Batre gua mau abis. Mana lupa bawa power bank." Ucap Wahyu masih menatap layar HP yang masih stay di game mobil legend.


"Gua punya, ambil aja di mobil. Noh mobilnya, plat B 1212 PMY." Jawab Arez sekilas sambil menunjuk arah mobil, kemudian kembali fokus ke layar HP nya yang memang mereka semua lagi mabar.


"Konci mana?" Tanya Wahyu lagi.


"Nih," Arez menyerahkan kunci mobilnya.


Wahyu bergegas sebelum HPnya mati. Bisa berabe!


"B 1212 PMY," gumam Wahyu berulang sibuk mencari dan akhirnya ia menemukan mobil itu.


Alea tak menyadari kedatangan Wahyu yang mendekati mobil karena ia yang asik nonton serta memakai headset. Hingga akhirnya pintu mobil terbuka...


Wahyu melotot mendapati Alea di dalam mobil. Begitu juga Alea yang kaget dengan kedatangan Wahyu yang tiba-tiba.


"Kok? Apa gua salah mobil, ya?" Tanya Wahyu bingung.


"Abang siapa?" Alea balik bertanya.


"Heh?" Wahyu gugup. Ia kembali memastikan plat mobil Arez.


"Lha emang bener kok ini mobilnya. B 1212 PMY. Lagian kuncinya juga berfungsi." Wahyu seperti orang bodoh karena bingungnya.


"Bang Arez mana?" Tanya Alea lagi masih menatap Wahyu.


"Gua temen Arez. Gua mau ambil power bank." Jawab Wahyu. "Bisa carikan?" Sambungnya.


Alea membuka dashboard mobil, dan menyerahkan power bank yang berwarna hitam itu pada Wahyu.


Wahyu masih keheranan. Kenapa bisa ada cewek di dalam mobil Arez? Pacar Arez? Tapi kenapa di tinggal di mobil? Wahyu hanya bisa bertanya di dalam hati.

__ADS_1


Sementara itu...


"Anjir!" Ucap Arez seketika. Ia seperti baru menyadari suatu hal.


"Kenapa, Rez?" Tanya Danu.


"Pekok!" Ucap Arez menepuk jidat. Ia mematikan HP dan bergegas menyusul Wahyu.


"Anjer! Dua orang AFK, bedeb4h sekali!" Teriak Danu mengiringi kepergian Arez.


*


"Bro!" Teriak Arez pada Wahyu yang masih diam-diaman dengan Alea.


"Eh, Rez. Pacar lu kok di tinggal di sini?" Ucap Wahyu.


Alea masih diam. Bingung harus ngapain, dan bingung harus jawab apa nanti bisa-bisa ia salah ucap.


"Bukan pacar, anjir!" Sergah Arez.


"Adek." Jawab Arez menutupi. Untung saja, Wahyu dan geng merupakan teman barunya. Jadi mereka tidak tau apa-apa tentang hidup Arez. Termasuk Alea yang ia akui sebagai adiknya.


"Oalah! Gua kira pacar."


"Bukanlah. Gila kali!"


"Iya iya."


"PB nya ada?" Tanya Arez mengalihkan pembicaraan walau sebenarnya hatinya sedang ketar-ketir.


"Ada. Udah di kasih adek lu tadi."

__ADS_1


"Yaudah, ayo balik ke tongkrongan. Kita AFK anjir. Bisa-bisa di marahin sama Danu, Ervan, dan Joko."


"Adek lu bawa, lah! Kasian sendirian di mobil. Kan asik, tuh!" Canda Wahyu. Ya, begitulah cowok kalo liat cewek bening. Jiwa gatalnya mulai nampak.


"Gak ada! Ntar kalian naksir lagi." Arez melirik Alea yang hanya diam.


"Yah elu mah gak asik!" Canda Wahyu lagi dengan tawanya.


"Ayo! Buruan balik!"


"Lu duluan sana! Gua masih mau ngobrol sama adek lu. Kali aja kita jodoh."


"Gak bisa! Mana boleh! " Ucap Arez menarik Wahyu kembali ke tongkrongan.


Hening lagi.


"Huh! Ada-ada saja. Bikin panik." Alea mengelus dada. Kemudian ia melanjutkan menonton K-drama kesukaannya.


****


"Kalian lama kali, anjir! AFK barengan. Jadi kalah, noh!" Celetuk Danu.


"Maaf, maaf. Yaudah ayo main lagi." Jawab Arez.


"Itu Wahyu kenapa? Senyum senyum dah kayak orang gila." Sambung Danu yang lain hanya nyengir memperhatikan tingkah Wahyu.


"Tau, tuh anak. Keknya emang udah gila." Jawab Arez lagi.


"Kesambet kali," sambung Joko.


"Gila, Bro! Gua baru aja ketemu bidadari." Ucap Wahyu sumringah dengan semburat wajah yang memerah.

__ADS_1


"Ngaco! buruan login lagi! Gak ada bidadari-bidadari. Apa lagi di warung kopi! " Celetuk Danu.


"Aaahhh! Gila!!! Woy!!! Astaghfirullah!!! Masha Allah!!!" Teriak Wahyu, membuat teman-temannya hanya bisa geleng-geleng kepala saling pandang dan sama-sama meletakkan jari telunjuk di kening.


__ADS_2