
"Bang, kok ada motor di depan rumah?" Tanya Alea heran setelah melihat motor Scoopy merah jambu yang terparkir di depan rumah.
"Buat lu berangkat sekolah. Masa lu mau nebeng mulu sama orang? Kan gua yang malu."
"Lha? Sejak kapan?" Alea masih kebingungan.
"Udah dari kemaren sore. Lu aja yang gak liat."
"Kok aku gak tau?"
"Di anter pas lu tidur."
"Iya, ya?" Alea seperti orang linglung.
"Bisa kan bawanya? Tau jalan, kan?" Ucap Arez sembari berjalan ke arah motor itu dan menyalakannya.
"Iya."
"Iyalah. Masa udah beberapa hari di sini masih gak tau jalan."
Alea mendekati Arez dan memperhatikan motor itu dengan seksama.
"Ini STNK nya. Motor ini buat lu." Ucap Arez kemudian.
"Abang serius?"
"Iya. Tapi inget, jangan mentang-mentang ada motor lu kelayapan seenaknya."
"Enggak, kok! Makasih ya, Abang!" Jawab Alea sangat girang.
"Yaudah sana berangkat. Ntar telat!" Kali ini Arez memasangkan helm di kepala Alea. Gadis itu hanya tertegun memperhatikan. Sesaat kemudian mata mereka saling bertemu. Entah apa yang mereka rasakan, hanya hening yang menyelimuti.
"Aku--aku berangkat dulu." Alea mengalihkan pandangan, menyembunyikan wajahnya yang sedikit memerah.
"Iya. Hati-hati." Arez juga merasa sedikit salah tingkah.
Alea kemudian berlalu dengan mengendarai motor barunya. Perasaanya senang tak terkira.
Baru saja Arez hendak masuk ke rumah, seseorang datang. Ia adalah Nathan. Arez menyambut cowok itu dengan wajah juteknya.
"Cari siapa?" Tanya Arez sengaja, pura-pura tidak tau.
"Mau jemput Alea, Bang."
__ADS_1
"Dia udah berangkat."
"Iya? Kapan? Sama siapa?"
"Barusan. Sendiri."
"Kok Alea gak ada chat, ya?" Nathan heran.
"Mana gua tau."
"Yaudah, Bang. Aku permisi dulu."
"Ya." Jawab Arez seadanya. Saat Nathan berlalu, ia segera masuk ke rumah.
*****
"Lea!" Panggil Nathan yang baru saja tiba tak lama setelah Alea. Alea yang baru saja membuka helmnya menatap cowok itu.
"Kamu kok gak kabarin kalau pergi sendirian?" Tanya Nathan saat berada di depan Alea.
"Allahu! Lupa, aku!" Alea menepuk jidat.
"Aku tadi ke rumah kamu. Eh, kamu nya sudah berangkat."
"Yaudah gak apa-apa. Jadi sekarang, kamu udah gak pergi pulang sama aku lagi, dong?"
"Ya gimana--?"
"Tapi, kita tetap bisa jalan bareng, kan?"
Alea tersenyum. "Aku kan masih ingin tau banyak tempat-tempat di Purwokerto. Kalo gak sama Kakak, aku mau sama siapa?"
Nathan tersenyum lebar. Kekhawatirannya akan renggang dengan Alea sedikit memudar. Tapi, sedikit banyaknya Nathan menyimpan kekesalan pada Arez yang seperti sengaja ingin menjauhkan dirinya dari Alea.
"Padahal, niat aku hari ini mau ajakin kamu ke bengkel Bapak."
"Iya?"
"Iya. Tapi yaudahlah. Lain kali saja."
Nathan dan Alea berjalan beriringan meninggalkan parkiran sekolah. Tak peduli banyak pasang mata yang memperhatikan. Dan bahkan tak sedikit murid-murid yang mulai membicarakan kedekatan mereka itu. Bahkan sudah beredar gosip mereka berdua sudah pacaran.
"Pesona anak baru dari JKT!" Nyinyir mereka yang tidak suka dengan kedekatan Nathan dan Alea.
__ADS_1
Biasalah...
Namanya juga hidup, kadang ada saja yang tak suka.
*****
"Rez, boleh gak hari ini gua ke rumah lu?" Pinta Anna pada Arez yang baru saja menyalakan komputernya.
"Mau ngapain? Di rumah gua sendirian. Gak enak kalau berduaan sama cewek." Jawab Arez tanpa menatap Anna.
"Main. Suntuk di kos mulu."
"Yaudah. Kita jalan aja, jangan di rumah."
Anna sedikit cemberut saat Arez melihat ke arahnya.
"Apa lu gak takut gua apa-apain, Ann?"
Anna terdiam, tapi di dalam hatinya tidak bisa di pungkiri kalau ia menginginkannya.
"Enggak, kok. Kan gua tau lu cowok baik-baik."
"Sebaik-baiknya cowok kalau ada kesempatan ya di manfaatkan. Apalagi gua ini cowok normal."
Semburat kemerahan memancar di pipi Anna. Ia tak bisa berkata. Ia tau, kalimat yang di ucapkan Arez merupakan sebuah penolakan yang semakin membuatnya merasa penasaran dengan pria itu.
"Yaudah. Sore jalan, ya. Gua mau liat sunset."
Arez diam, ia tak langsung mengiyakan.
"Rez!" Panggil Anna membuyarkan lamunan Arez.
"Iya, Ann?"
"Lu kenapa, sih? Gua perhatiin lu dari dateng tadi kek mikirin sesuatu."
"Ah! Enggak, kok."
Arez mengusap wajah, "Sial! Kok gua malah kepikiran itu Bocil, ya. Apa ia beneran bisa naik motornya?" Benak Arez.
Anna yang memperhatikan hanya bisa berdecak kesal.
"Orangnya di sini. Pikirannya entah kemana." Gumam Anna yang masih menunggu jawaban persetujuan dari Arez.
__ADS_1