
Lagi-lagi Rio mepet ke Alea saat gadis itu asik membakar jagung bersama dua sahabatnya.
"Gua bantu, ya." Ucap Rio semakin membuat Alea risih. Sedangkan Bella dan Cika saling senggol dan sesekali melirik Rio.
"Ica mana, Rio?" Tanya Bella membuat cowok itu gelagapan.
"Iya. Kok pacar lu gak keliatan malam ini? Biasanya kalian berdua bak perangko selalu nempel gak mau lepas." Sambung Cika. Alea sendiri tersenyum sinis melihat kelakuan dua sahabatnya itu yang berhasil membuat Rio salah tingkah.
"Gak bisa dateng dia. Ada acara keluarga." Jawab Rio dengan wajah merahnya.
"Oh. Jadi Rio pacaran sama Ica?" Alea berpura-pura tidak tau.
"Iya, Lea." Rio hanya bisa cengar-cengir.
"Langgeng-langgeng, ya. Jangan lupa setia." Ucap Alea lagi.
"Yaudah, gua nengokin anak-anak lain, ya. Kalian selamat bersenang-senang." Rio berlalu meninggalkan Alea, Bella dan juga Cika. Sedangkan ketiga gadis itu tertawa cekikikan.
"Rasain lu kadal!" Ucap Alea kesal.
"Untung aja lu dari dulu gak kegoda sama dia."
"Iya. Bisa-bisa makan hati."
Akhirnya... malam itu Alea bisa menikmati party tanpa ada gangguan si Rio.
*****
__ADS_1
Acara sudah usai, semua anak-anak berangsur-angsur pulang, begitu juga Alea, Bella dan Cika.
Baru saja Alea naik ke motor yang memang ia di bonceng oleh Bella, tiba-tiba Rio mencegahnya.
"Alea biar gua aja yang anter." Ucap Rio seperti meminta izin pada Bella.
"Ogah!" Balas Bella.
"Plis, Bell. Gua udah lama gak jumpa Lea. Biar bagaimanapun Alea tetep temen sekelas gua. Apa salah gua mau anterin temen gua? Lagian bentar lagi liburan kita berakhir dan gua bakal gak ketemu Alea lagi." Rio memelas.
"Lagian ini udah malem, gak baik cewek-cewek keluyuran tanpa di temenin cowok. Ntar ada apa-apa." Sambung Rio tetap berusaha membujuk.
Bella melirik Alea dan bergantian melirik Cika. Cika mengangguk tanda mengiyakan. Alea juga turun dari motor Bella tanda setuju.
"Tapi dengan syarat gua sama Cika ngiringin dari belakang, ya!" Ucap Bella ketus.
"Menang bukan penculik. Tapi tetep aja harus hati-hati sama spek kadal gurun." Ucapan Bella membuat Alea dan Cika nahan tawa, sedangkan Rio seperti mati kutu.
Rio mengeluarkan motor gedenya dan mempersilahkan Alea untuk duduk di jok belakang. Mereka pun melaju secara beriringan.
Jarak rumah Alea dan Rio sekitar lima belas menitan. Mereka melaju santai tidak ada kebut-kebutan.
"Gua mau putusin Ica kalo lo mau, Lea."
"Apaan sih, Rio?" Alea masih merasa risih.
"Lo udah tau. Dari dulu gua udah suka sama lo. Gegara lo pindah aja gua mutusin buat lupain lo. Tapi ngeliat lo lagi malem ini, cinta itu tumbuh lagi, Lea."
__ADS_1
"Tapi lo juga udah tau jawaban gua kan? Jawaban gua dari dulu pun tetap sama."
"Kenapa lo gak bisa nerima gua? Gua kaya, gua juga gak jelek-jelek amat!" Kali ini nada bicara Rio agak berbeda dari sebelumnya.
"lo kok ngotot banget, sih?" Alea pun tersulut emosi.
"Sok jual mahal sekali lo Alea. Gua yakin cewek kek lo juga udah gak perawan." Ucap Rio yang seperti mengejek. "Iya, kan? Udah rahasia umum cewek-cewek seumuran kalian udah gak perawan."
"Gua mau turun!" Teriak Alea. Sekertika Rio menghentikan laju motornya dan Alea bergegas turun. Bella dan Cika yang berada di belakang kaget, dan segera menepi. "Mungkin motornya ada masalah. Udah kita di sini aja," ucap Cika.
"Jaga ucapan lo ya, Rio! Jangan asal-asal nyeblak aja." Alea menujuk-nunjuk wajah Rio.
"Emang bener! Gua juga pernah denger dari Melisa lo pindah sekolah karena ketauan bokap nyokap lo, lo open B*! Cuma gua diem-diem aja pura-pura gak tau!"
Plak!
Sebuah tamparan mendarat di pipi Rio. Bella dan Cika yang awalnya mengira hanya problem biasa jadi mendekat melihat adegan itu dan menenangkan Alea. "Lea! Udah Lea."
"Lo apain Alea?!" Teriak Bella pada Rio.
"Najis! Sok jual mahal tapi gak sadar diri! Gua deketin lo dari dulu karena penasaran aja pengen nyobain barang lo!" Ucap Rio yang kemudian berlalu.
"Bangsa*t lu!" Bella semakin emosi, sedangkan Cika melempar batu kerikil yang ada di sana ke arah Rio yang sudah berlalu.
Keributan itu berhasil mengundang penasaran orang-orang yang berlalu lalang. Bahkan ada beberapa orang yang nampak berdiri di sana untuk menyaksikan.
Alea menangis mendegar ucapan kasar dari Rio yang baru pertama kali ia alami seumur hidupnya dan Bella memeluknya.
__ADS_1
"Laporin aja itu orang! Pencemaran nama baik! Dasar daj*l!!!!" Teriak Cika masih emosi.