Menikahi Bocil

Menikahi Bocil
Episode 17 - Di antar pulang


__ADS_3

"Stop! Stop! Ini rumah ku." Ucap Alea sembari menepuk pundak Nathan. Nathan segera menepi, berhenti tepat di depan pagar.


"Makasih ya, Kak." Ucap Alea saat sudah turun dari motor.


"Gak di suruh mampir dulu?" Nathan tertawa kecil.


"Janganlah. Gak enak. Soalnya gak ada siapa-siapa."


"Selow aja. Jangan di bawa serius."


"Kakak hati-hati,"


"Iya. Kamu juga."


"Aku kan gak ke mana-mana."


"Kan sendirian. Ya harus bisa jaga diri."


"Iya."


"Besok--boleh aku jemput?"


Alea seketika melotot. Ia terlihat kebingungan.


"Aduh gimana, ya? Kalo aku di jemput kak Nathan apa bang Arez akan marah?" Benak Alea.


"Hei! Malah ngelamun. Lagian rumah kita searah, kok."


"Nanti aku kabarin," jawab Alea.


"Jangan di gantung lah." Goda Nathan. "Mana WA kamu. Biar kalo jadi, kamu tinggal WA aja." Nathan mengambil HP dari saku bajunya.


"083175617037,"


"Oke. Udah aku chat." Ucap Nathan di iringi HP Alea yang bergetar.


"Iya, Kak."


"Yaudah, aku balik dulu. Jumpa lagi besok ya, Lea."

__ADS_1


Alea mengangguk. "Hati-hati."


"86!"


Selepas kepergian Nathan, Alea membuka WA tadi dan segera menyimpan nomor Nathan. Ia tersenyum sendiri apalagi memandangi display picture WA cowok itu yang terlihat keren duduk di atas si Tejo.


*****


[Guys! Apa kabar?] Alea mengirim pesan grup di WA nya yang di sana terdapat Bella dan Cika.


[Anjir! Baru nongol ini bocah.] Balas Bella, di ikuti Cika yang sedang mengetik.


[Ada apa ini, gaes?]


[Gua baru kenal cowok!] Alea kembali mengirim pesan.


[Serius?]


[Bukannya lu udah punya bang Arez, ya?] Balas Bella di ikuti emoticon kebingungan.


[Ih! Bang Arez itu bukan pacar gua, anjir! Apaan pacaran sama om-om?!]


[Tapi gua serius. Cowoknya cakep. Ketua OSIS pula. Namanya Nathan.]


[Liat fotonya.]


Alea meng screenshoot DP WA Nathan dan mengirimkannya di grup. Melihat foto Nathan Bella dan Cika sangat heboh.


[Gas! Gas! Gas pol. Jangan kasih kendor!]


[Tapi cakepan bang Arez, ya gak sih?]


[Hadeh! Lelaki durjana itu lagi.]


[Wkwkwk. Gua tim bang Arez! Hidup bang Arez!] Ucap Bella.


[Gak apa-apa, deh. Gua tim nya Ketos aja.] Balas Cika.


[Bestie-bestie ku ini emang paling membagongkan seantariksa!]

__ADS_1


Sesaat kemudian, HP Alea bergetar. Seseorang sedang menelpon.


"Kak Nathan?" Alea terbelalak dan sedikit salting. Ia bercermin sekilas dan merapikan rambut sebelum mengangkat panggilan video itu.


Gugup,


"Halo, Kak." Sapa Alea tersenyum. Di balas Nathan yang juga tersenyum.


"Belum ganti seragam?"


"Belum. Nanti aja. Soalnya masih mau rebahan."


"Makan siang dulu, gih. Atau mau aku gofoodin?"


"Gak usah, di rumah ada makanan kok. Kalau gak di makan nanti mubazir." Jawab Alea berbohong untuk menutupi rasa tak enak merepotkan. Mana ada makanan di rumah itu. Lagian siapa yang akan masak? Hantu? Kalau gak beli ya gak ada apa-apa.


"Yaudah. Kamu makan siang dulu. Abis itu istirahat. Aku baru saja sampai rumah."


"Iya, Kak. Kakak juga istirahat."


"Aku mau ke bengkel."


"Tejo rusak?"


"Enggak. Aku mau bantu-bantu bapak di sana. Bapakku punya bengkel. Sekalian belajar mesin-mesin. Ya, contohnya MESINtaimu." Ucap Nathan berhasil membuat Alea tersipu.


"Ah, Kakak bisa, aja."


"Yaudah. Selamat istirahat, ya."


"Iya."


"Bye,"


"Bye."


Telepon di tutup dengan mereka yang sama-sama melempar senyuman. Alea sendiri semakin salting tingkat dewa. Seperti ada bunga-bunga yang bermekaran di dalam hati.


[Maaf guys aku lama. Barusan kak Nathan telpon.] Alea kembali pada grupnya. Dan melanjutkan ngobrol dengan teman-teman nya hingga tak tentu waktu.

__ADS_1


__ADS_2