
Alun-alun Kota Purwokerto menjadi salah satu ikon wisata di pusat kota ini. Di sini menyediakan berbagai area yang hits banget sebagai tempat nongkrong. Baik itu untuk anak muda, ataupun para keluarga.
"Kita duduk di sini aja," ucap Alea pada Nathan setelah ia puas berkeliling.
"Oke. Kamu tunggu di sini, aku mau cari makanan sama minuman."
"Iya."
"Kamu mau di beliin apa? Biar aku cariin."
"Apa aja. Asal gak ribet."
"Oke. Tunggu bentar, ya."
Alea mengangguk.
Alea diam di sana, memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang. Orang pacaran, anak-anak yang berlarian ke sana kemari, sesekali Alea tersenyum memperhatikan.
Tak lupa, ia juga berselfie untuk mengabadikan momen itu dan meng-uploadnya di sosmed.
"Lu ngapain di sini?" Ucap seseorang menatap heran pada Alea yang juga tak kalah herannya.
"Abang?" Alea bangkit, tak menyadari sejak kapan Arez berada di sana.
__ADS_1
"Di tanya malah nanya balik. Temen lu mana?"
"Ada. Lagi beli makan. Abang sama siapa? Atau Abang sengaja ya ngintilin aku?"
"Dih, kepedean!"
"Terus?"
Tak lama, sosok Anna muncul di tengah perdebatan itu.
"A--ada apa?" Tanya Anna heran. Alea hanya diam memperhatikan.
"Dia siapa, Rez?" Sambung Anna kemudian.
"Aku Alea. Adeknya Arez."
"Iya?" Tanya Anna masih belum bisa mencerna ucapan Alea. "Kok lu gak pernah cerita lu punya Adek?" Kali ini Anna menatap Arez.
"Udah, akh! Gak usah di bahas. Yuk, cabut!" Balas Arez sengaja menghindari pertanyaan Anna.
Sebelum mereka benar-benar beranjak dari tempat itu, Nathan datang. Sama, ia juga memasang wajah keheranan. Tapi Alea, segera menarik tangannya meninggalkan Arez dan Anna.
"Kok kita pergi?" Tanya Nathan masih dengan wajah herannya.
__ADS_1
"Males!" Jawab Alea. Entah kenapa hatinya terasa sakit saat Arez sengaja bersikap seolah tidak mengenal dirinya. Moodnya seketika berubah.
"Yaudah. Kita duduk dulu. Ini udah aku bawain bakso bakar sama thai tea." Ucap Nathan membujuk Alea dengan mengarahkan jajanan itu padanya. Kan cewek-cewek biasanya begitu, kalau lagi marah di bujuk pakai jajanan, seperti seblak, bakso, mi ayam, thai tea, boba dan banyak macam lagi agar moodnya bisa balik. Gitu pikir Nathan.
"Gak mau! Aku mau pulang!" Jawab Alea membuat Nathan seketika pusing tujuh keliling, ternyata jurusnya tidak mempan pada Alea. Padahal mereka berada di tempat itu belum terlalu lama, dan jam juga baru menunjukkan pukul 20.00.
Tak ingin terjadi perdebatan, dan membuat mood Alea semakin anjlok Nathan menuruti keinginan Alea itu.
Mereka bergegas berjalan menuju ke parkiran menuju motor Nathan yang terparkir di sana.
"Serius mau pulang?" Tanya Nathan kembali meyakinkan.
Alea terlihat berpikir sejenak.
"Kalo gua pulang, gua sendirian di rumah. Si brengs3k itu juga lagi jalan-jalan sama ceweknya. Sok kali! Mentang-mentang lagi jalan sama pacar, gua gak dianggap, anjir! Bener-bener kampr3t itu orang!" Alea menggerutu di dalam hati.
"Yaudah, gak jadi pulang! Kita keliling-keliling aja." Jawab Alea kemudian.
Raut wajah Nathan seketika sumringah mendengar ucapan Alea karena ia masih mempunyai waktu lebih lama untuk bersama gadis itu malam ini.
"Oke, gas!!!"
Keliling kota, menikmati semilir angin malam yang menyejukkan. Walau boros di bensin, asal bisa sama-sama kenapa enggak?
__ADS_1