Menikahi Bocil

Menikahi Bocil
Episode 49 - Kedatangan yang tiba-tiba


__ADS_3

Pagi menjelang...


Dengan mata yang masih sembab, Alea membuka HP nya yang berbunyi tanda notifikasi masuk. ia memperhatikan jam di sudut layar HP nya yang menunjukan pukul sembilan pagi. Tidak lupa ia mengecek notifikasi tadi.


[Pagi tukang tidur. Liburan udah abis, jadi hari ini balik ke Purwokerto?] sebuah pesan WA dari Arez terpampang di layar.


Alea mengusap matanya, membiarkan pesan itu untuk beberapa saat hingga akhirnya ia pun membalasnya.


[Jadi, aku pun udah kangen sama bang Arez.]


[Gimana puas liburannya?]


[Iya. 1 minggu sama keluarga, 1 minggu sama kawan-kawan. Sama Abang yang belom.] Balas Alea dengan emotikon tertawa. Balas-balas pesan dengan Arez membuat ia terlupa akan kejadian tadi malam.


[Gimana mau liburan, besok lu udah masuk sekolah, dudul!]


[Ya gak apa-apa. Sambil jalan pulang aja liburannya.]


[Coba lu ke teras.]


Alea menyingkap tirai jendela kamarnya yang memang mengarah ke teras rumah. Betapa kagetnya ia, saat mobil Arez sudah terparkir didepan rumah.


Alea bergegas turun dari kasur, Berlari menuju teras yang ternyata Arez bener-benar sudah sampai di rumahnya dan saat ini pria itu sedang bersalaman dengan pak Damar dan bu Amira.


"Abang!" Panggil Alea yang masih tidak menyangka kalau Arez sudah tiba.

__ADS_1


"Masih pake piyama jam segini? Memang dasar putri tidur." Canda Arez membuat Alea manyun sedangkan pak Damar dan bu Amira hanya tertawa.


"Ayo kita masuk." Ucap bu Amira mengajak semuanya. Mereka semua berjalan masuk ke dalam rumah. Pak Damar dan bu Amira di depan, sedangkan Arez dan Alea beriringan dibelakang.


Arez tak berhenti melirik Alea karena merasa ada yang berbeda pada gadis itu.


"Tunggu bentar," Arez menghentikan langkah dan berdiri di depan Alea.


"Kenapa?" Alea mendongak, karena Arez yang memang lebih tinggi dari dirinya.


"Lu abis nangis?" Tanya Arez menatap mata Alea yang sembab.


Alea diam tidak menjawab.


"Ini pasti nangis semaleman. Lu kenapa?"


"Aku mau mandi. Abang sana istirahat." Alea meninggalkan Arez yang masih menyimpan tanya.


Di rumah itu Arez sudah bisa bersikap biasa, tidak ada kecanggungan ibaratkan rumah sendiri, karena pak Damar dan bu Amira yang memang ramah dan baik dan meminta Arez benar-benar menganggap mereka seperti orang tua sendiri.


***


"Kalian mau langsung balik?" tanya Pak Damar saat mereka semua sudah berkumpul di ruang tamu.


"Iya, Yah. Besok Alea udah masuk sekolah." Jawab Alea yang di ikuti Arez dengan anggukan.

__ADS_1


"Sekolah yang benar. Jangan aneh-aneh, jangan merepotkan nak Arez." Pesan pak Damar pada Alea.


"Iya... tenang aja. Disana itu gak kayak di sini kok orang-orangnya dan pergaulannya. Lagian, aku gak pernah keluyuran. Abis sekolah diem aja di rumah."


"Dan, kamu juga harus belajar beberes rumah Alea. Masak, bangunlah yang pagi bikin sarapan, bikin kopi buat nak Arez." Kali ini bu Amira yang memberi pesan membuat Alea bete karena memperhatikan wajah Arez yang kegirangan atas pesan dari ibunya itu.


Hingga akhirnya, Arez dan Alea berpamitan untuk pulang ke Purwokerto.


"Bapak sama Ibu titip Alea ya, Nak." ucap pak Damar.


"Siap, Yah."


"Kalian hati-hati. Jaga diri baik-baik."


Setelah bergantian menyalami pak Damar dan bu Amira, Arez dan Alea masuk ke dalam mobil.


"Dadah, Bu! Dadah, Yah!" Ucap Alea sambil melambaikan tangan. Tak seperti sebelumnya, tidak ada raut wajah sedih ketika ia harus meninggalkan rumah dan kembali mengikuti suaminya.


***


"Masih gak mau cerita kenapa itu mata?" Tanya Arez pada Alea. Alea menggelengkan kepala.


"lu gak percaya sama gua? Atau gimana?" Tanya Arez lagi.


"Aku gak apa-apa, Bang."

__ADS_1


"Yasudah. Kalau ada yang nyakitin lu, lu bilang aja. Biar gua kasih pelajaran." Ucapan Arez membuat Alea semakin dilema antara ceria atau tidak. Ia hanya takut masalahnya akan merembet kemana-mana dan kabar ia pindah sekolah karena open B* itu akan tersebar ke penjuru sekolah, padahal jelas-jelas itu tidaklah benar.


Alea tidak ingin membuat malu keluarga lagi karena hubungannya dan orang tuanya sudah kembali hangat seperti biasa. Alea takut kalau-kalau ia membuat malu lagi hubungan yang sudah pulih ini akan kembali renggang.


__ADS_2