Menikahi Bocil

Menikahi Bocil
Episode 8 - Mengapa?


__ADS_3

"Mel?" Gumam Alea, tanpa berlama-lama ia segera membalas pesan dari Melisa.


[Mel, lu kemana aja? Ada yang mau gua omongin sama lu.]


Alea terus saja memperhatikan layar yang tertera Melisa sedang mengetik ...


[Maaf, Lea.]


[Mel, kenapa?] Balas Alea lagi, tapi ceklis.


"Kok ceklis, sih?" Alea berdecak kesal.


Alea mencoba menghubungi nomor Melisa tapi tidak bisa, hanya memanggil. Saat di telpon biasa juga tidak bisa, setelah operator menyampaikan kalau nomor itu sedang tidak aktif.


Alea semakin kesal. Hanya bisa bertanya-tanya di dalam hati kenapa Melisa terus saja menghindarinya, padahal ada hal yang harus di bicarakan dan di selesaikan. Karena tidak bisa di pungkiri, kejadian yang menimpa Alea sekarang juga karena Melisa.


"Kenapa?"


"Tapi kenapa dia terus saja menghindar?"


Sesaat mobil angkot berhenti, tapi Alea biasa aja ia masih asik dengan pikirannya.


"Dek, uwis tekan." Ucap sang sopir, tapi tak mendapat respon dari Alea. Hingga ibu-ibu yang duduk di sebelah gadis itu menepuk bahu Alea yang membuat Alea sontak kaget.


"Uwis tekan," ucap ibu itu.


"Ha?!" Alea mengernyitkan dahi dan melihat sekeliling. Ternyata mobil angkot sudah berhenti tepat di depan rumahnya.


"Ya Allah! Udah sampai, ya?" Alea menepuk jidat, dan tersenyum getir karena semua orang di dalam angkot menahan tawa memperhatikan dirinya.


"Makane aja ngelamun baen." sambung ibu-ibu yang duduk di sebelah Alea.


"Ma--maaf ..." Alea menggigit bibir bawahnya, menahan malu. Bergegas ia turun dari angkot dan membayar ongkosnya.


"Makasih ya, Pak." Ucap Alea.


"Sama-sama, Dek."


Alea segera masuk ke rumah, menuju kamar dan melepaskan seragam, menggantinya dengan atasan kaos putih dan celana pendek.

__ADS_1


Santai,


Rebahan.


Badan boleh rebahan, tapi pikiran tidak tau mengarah kemana. Campur aduk.


Lagi, Alea mencoba menghubungi Melisa.


[Mel, lu kenapa kek menghindar dari gua?]


[Gua cuma butuh penjelasan.]


[Kita coba selesaikan dengan kepala dingin. Tapi, kalo cara lu kek gini, ya gua juga berhak marah.]


Alea mengirim pesan beruntun. Walau masih ceklis, ia tau nanti juga Melisa akan membaca pesan darinya.


Alea meletakkan HP dan memejamkan mata. Sesaat kemudian, HPnya bergetar menandakan ada pesan masuk. Segera Alea menyambar HP itu dan membukanya.


Raut wajah Alea berubah seketika melihat pengirim pesan itu. Lagi-lagi Arez.


[Udah sampai belom?]


[Belom! Aku mau keliling-keliling dulu!] Jawab Alea sengaja berbohong.


[Jangan ngadi-ngadi! Ntar nyasar baru tau rasa! Buruan pulang.]


[Dih! Suka-suka aku, lah!] Alea cekikikan membalas pesan dari Arez.


[Pulang, gak! Inget ini bukan kota lu! Jangan sok-sokan mau membandel.]


Alea hanya membalas pesan itu dengan stiker ngakak.


"Emang gua noda, membandel segala?" Alea masih cekikikan.


Arez yang masih sibuk dengan data-data, berdecak kesal. "Dasar bocah! Liat aja lu ntar!"


[Kapan pulang?] Pesan dari Alea masuk lagi.


[Kenapa?]

__ADS_1


[Gak kok. Nanya aja.]


[Kangen?]


[Gak, lah!]


Merasa ribet kalau harus terus-terusan mengetik untuk membalas pesan Alea, dan ia sekarang masih sibuk dengan kerjaan, Arez melakukan video call sekalian untuk memastikan Alea sedang apa dan di mana.


Alea yang mendapat video call ketar-ketir. "Anjir! Ngapain VC VC segala, sih?! Kalo gini kan ketahuan kalo gua dah di rumah."


Sesaat wajah Arez muncul di layar HP.


"Bwek! Kena prank!" Ucap Alea mengejek sembari menjulurkan lidah. Tapi Arez yang ada di seberang telepon biasa aja tanpa menanggapi sedikitpun tingkah Alea itu. Datar, tidak ada ekspresi sedikitpun.


"Gak lucu!" Balas Arez.


"Dih! Pantesan aja jomblo ampe karatan. Gak ada ramah-ramahnya. Ku kasih bintang satu!" Celetuk Alea.


Arez mengernyitkan dahi, "Lu kira ini olshop?"


Alea tertawa terbahak-bahak.


Arez tetap stay cool "Gini-gini, gua banyak yang ngejar. Mau speak kek gimana juga gampang gua dapetin. Emang dasar guanya aja yang gak mau."


"Huek! Pengen muntah!"


"Rez, pulang anterin gua, ya." Ucap seseorang yang ada di sebelah Arez. Alea tidak bisa melihatnya karena Arez yang menutupi layar telepon. Tapi itu, jelas suara cewek.


"Oke," jawaban dari Arez yang terdengar jelas oleh Alea.


Alea hanya memperhatikan dan mendengarkan, sesaat kemudian telepon mati.


***


Spill WA gaes 🤣 Ada yang mau Nomor WA Arez?



🤭🤭🤭🤭

__ADS_1



__ADS_2