Menikahi Bocil

Menikahi Bocil
#Episode 47 - Party


__ADS_3

Alea bergegas menemui temannya yang sudah menunggunya dirinya yang masih prepare. Banyak agenda liburan yang sudah mereka rencanakan jauh-jauh hari. Apalagi dengan kondisi mereka yang kini berjauhan, semakin ingin rasanya menghabiskan hari bersama seperti dulu lagi.


Semua berjalan sesuai rencana. Liburan yang mereka rencanakan jauh-jauh hari bisa mereka nikmati dengan suka cita.


Berselfie ria tentunya tidak di lewatkan, agar momen ini bisa mereka kenang suatu hari nanti.


*****


"Lea, ntar malem kumpul di rumah Rio, yuk." Ajak Cika yang baru saja selesai membuka grup teman sekelasnya.


"Ada apaan, Cik?" Tanya Bella, Alea juga demikian, ikut bertanya-tanya.


"Itu di grup, Rio mau ngadain party buat penutupan liburan katanya."


Bella segera membuka grup yang sudah ramai anak-anak pada mau datang.


"Gua gak usah ikut, lah. Malu gua, gua bukan lagi temen sekelas lu pada." Ucap Alea.


"Dih, lu baru pindah enam bulan Lea. Kita semua masih temen lu! Jangan gitu lah!"


"Maluuuuu..."


[Lea mau gabung juga, nih.] Typing Bella di grup, gadis satu ini memang selalu to the point yang tentu saja typingan itu pun ramai dapat balasan yang menyatakan boleh alias silahkan. Teman-teman sekelas tidak ada satupun yang keberatan.


[Gua tunggu kedatangan kalian semua.] tutup Rio di grup itu.


"Tuh, Lea! Anak-anak pada izinin lu gabung." Ucap Cika memberikan HP nya membiarkan Alea membaca isi grup.


"Yaudah gua ikutan." Balas Alea.

__ADS_1


*****


Sesuai rencana, Alea, Bella dan Cika pergi ke rumah Rio. Saat mereka sampai, di sana ternyata sudah banyak anak-anak yang lain.


Ada yang duduk di bangku sambil bermain gitar, ada juga yang sibuk bakar-bakar, dan ada yang menikmati makanan yang memang sudah di sediakan oleh Rio sebagai tuan rumah. Ya, cowok itu memang terkenal paling tajir di antara yang lain.


"Lea!" Sapa Rio saat ia dan Alea berpapasan.


"Hai," ucap Lea sedikit gugup.


"Kita ke sana dulu ya, Lea." Ucap Cika, yang tidak ingin mengganggu Alea dan Rio, ya untuk sekedar menghormati mereka yang memang sudah lama tidak bertemu. Tak lupa Cika pun menyeret Bella untuk meninggalkan tempat itu dan memilih untuk menikmati makanan yang ada.


"lo apa kabar, Lea?" Ucap Rio menyodorkan tangan.


Alea menyambut tangan Rio, "Baik, Rio. Lo sendiri gimana?"


"Gua juga baik. Lama ya kita gak ketemu gak komunikasi."


Ia teringat, dari dulu Rio selalu mengejarnya dan beberapa kali menyatakan cinta. Alea yang memang tipikal cewek yang ogah pacaran selalu saja menolak, padahal Rio selalu jadi incaran anak-anak cewek di sekolah itu. Gak cuma tajir, Rio pun lumayan ganteng.


"Duduk di sana, yuk." Ajak Rio yang di iyakan Alea.


Mereka duduk di bangku yang tidak jauh dari anak-anak yang sedang membakar jagung.


"Jujur aja, sejak lo pindah sekolah gua ngerasa hampa, Lea. Berasa gak ada lagi yang bisa gua perjuangin untuk dapetin hatinya."


"Gua juga gak nyangka harus pindah sekolah."


"Emangnya ada apa?"

__ADS_1


"Gak apa-apa, kok."


"Gua seneng bisa ketemu lo lagi." Rio memegang tangan Alea yang membuat Alea sedikit risih dan menarik tangannya.


"Kalo boleh jujur lagi, gua sampai sekarang masih suka sama lo, Lea." Ucap Rio yang membuat Alea bingung harus bersikap seperti apa.


Alea beranjak dari tempat itu, "gua mau ambil minum dulu." Ucap Alea meninggalkan Rio.


Rio hanya menatap punggung Alea, "dari dulu lo selalu menghindar dari gua, Lea."


***


"Lo kenapa, Lea?" Cika dan Bella yang serempak bertanya karena melihat wajah Alea yang cemas dan terlihat seperti orang ketakutan.


"Rio dari dulu gak berubah-ubah. Masih aja ngejar-ngejar gua dan nyatain cintanya."


"Behhh! Padahal dia udah punya pacar loh. Si Ica, anak 12 B." Jawab Bella.


"Emang lu gak tau, Lea? Muka Ica tiap hari di jadiin SW sama dia."


"Gak liat gua."


"Bearti lu di hide."


"Dasar kadal!" Umpat Alea yang merasa kesal.


"Cowok sekarang emang gitu! Kalo lagi gak bersama ceweknya selalu tebar pesona dan ngaku jomblo!"


"Terus si Ica mana? Kok gak keliatan?" Alea heran.

__ADS_1


"Dia liburannya ke luar provinsi, ke daerah bokapnya."


"Oalah! Pantes aja si Rio ngerasa bebas."


__ADS_2