
"Bang, aku izin pergi sama Alea ya, ke sekolah." ucap Nathan dengan suara yang terdengar sedikit gemetar. Sosok Arez di matanya memang semenakutkan itu.
"Iya." Jawab Arez singkat, tapi membuat Nathan kegirangan, sedangkan Alea menangkap wajah Arez yang begitu berbeda.
"Akhirnya bisa boncengan sama Alea lagi setelah sekian lama." Benak Nathan.
Akhirnya mereka berdua berangkat bersama, Arez hanya memperhatikan dengan wajah masam.
*****
"Aku seneng bisa bonceng kamu kamu lagi, Lea. Tejo pun sudah kangen."
Alea hanya diam, pikirannya malah tertuju pada Arez yang seperti tidak ikhlas Nathan yang berangkat bersamanya ke sekolah.
"Lea!" Panggil Nathan yang membuat Alea buyar.
"Iya, Kak?"
"Diem aja."
"Ma--maaf," Alea tersenyum getir.
"Liburan kamu gimana?"
"Seru. Bisa kumpul sama kawan-kawan."
"Tapi aku sering liat bang Arez , ku pikir kamu ada di rumah. Hari itu aku sempat mampir, kata bang Arez kamu ke Jakarta."
"Iya. Aku liburan di sana. Tempet Nenek."
__ADS_1
"Aku mau WA kamu, tapi takut ngeganggu liburan kamu."
Lagi-lagi Alea hanya diam.
Nathan memperhatikan wajah Alea dari kaca spion. Terlihat gadis itu seperti memikirkan sesuatu. Hingga Nathan memutuskan untuk tidak banyak bicara lagi hingga akhirnya mereka sampai di Sekolah.
"Pagi pak Udin!" Sapa Alea saat bertemu dengan pak Satpam idolanya.
"Pagi, Neng, Lea. welkom bek in de skul." Sapa pak Udin yang memakai bahasa Inggris membuat Alea cekikikan.
"Makasih, Pak."
"Pagi juga buat Pak Ketua!" Sambung pak Udin saat melihat Nathan menghampiri, cowok itu baru saja selesai memarkirkan motornya.
"Pagi, Pak." Balas Nathan di sertai dengan senyuman.
"Semangat belajar. Gak lama lagi kalian lulus."
*
"Kamu kenapa dari tadi keliatan gak bersemangat."
"Gak apa-apa, kok. Masih kurang liburannya." Alea tertawa kecil.
"Aku kira kamu ada masalah atau apa."
"Ah! Enggak... masih capek aku, kemarin seharian di perjalanan." Jawab Alea yang sebenarnya ia juga bingung ada apa dengan dirinya. "Aku ke kelas dulu ya, Kak." Sambung Alea yang di iyakan Nathan. Nathan Sendiri penuh tanya tanya memperhatikan sikap Alea.
"Apa dia masih marah?"
__ADS_1
Alea bergegas masuk ke kelasnya, dan di sana ternyata sudah ada Olin dan Ivi yang memang sudah menunggu kedatangan Alea. Hingga saat gadis itu masuk keduanya pun histeris kegirangan.
"Alea!!!" Teriak Ivi dengan suara melengking membuat teman sekelasnya yang lain hanya bisa menggelengkan kepala.
Alea berlari kecil mendekati temannya itu dan mereka pun berpelukan.
"Kangen..." Ucap mereka bertiga serempak.
Ya, selama liburan semua orang sibuk dengan urusan masing-masing yang tanpa sadar tidak saling mengabari. Ada yang memang sibuk dan ada juga yang sengaja tidak ingin mengganggu.
"Sehat?" Tanya Olin.
"Aman! Kalian gimana?" Jawab Alea.
"Gitu-gitu aja, Lea. Liburan pun gak kemana-mana." Jawab Ivi manyun.
Mereka melanjutkan mengobrol sampai bel masuk tiba.
Jam pelajaran berjalan seperti biasa. Lama libur membuat otak terasa kaget tiba-tiba harus perpikir berat lagi menghadapi pelajaran.
*****
"Kita sudah memasuki semester dua yang bearti tidak lama lagi kalian akan melaksanakan ujian nasional. Oleh karena itu, senin depan kalian sudah mendapatkan jam tambahan belajar saat pulang sekolah. Nanti ibu akan membagikan surat edaran untuk kalian berikan ke orang tua masing-masing." Ucap bu Bulan--kepala sekolah memberikan pengumuman pada anak-anak kelas 12 yang sedang di kumpulkan di lapangan.
Satu persatu ketua kelas maju ke depan untuk mengambil surat edaran, untuk di bagikan ke teman-teman sekelasnya.
"Udah gak ada waktu lagi untuk haha hihi, minggu depan udah ada les dan kita kudu belajar yang rajin." Ucap Olin.
"Gak berasa ya, bentar lagi kita udah mau UN aja." Ivi menambahi.
__ADS_1
"Iya... waktu begitu cepat berlalu." Jawab Alea.