Menikahi Bocil

Menikahi Bocil
Episode 52 - Tidak Lama Lagi


__ADS_3

"Bang," Alea duduk di sebelah Arez yang seperti biasa duduk di teras rumah. Hampir setiap malam pria itu di sana yang memang menjadi tempat favoritnya.


"Ya?" Jawab Arez tanpa melihat Alea, ia malah fokus di HPnya.


"Ini," Alea menyerahkan surat edaran yang tadi di bagikan di sekolah.


"Ini apa? Surat panggilan lagi? Berantem lagi? Baru hari pertama sekolah." Tanya Arez membuat Alea memasang wajah kesal.


"Bukan! Asal nuduh aja! Itu surat pemberitahuan minggu depan kita ada jam tambahan belajar kan bentar lagi UN, jadi aku pulangnya agak sore."


"Oalah!"


"UN, terus kelulusan." Ucap Alea, ia duduk dengan memeluk lututnya dan sesekali melirik Arez yang membaca surat pemberitahuan itu.


"Baguslah. Lu bisa lanjut kuliah... dan tugas gua selesai."


Deg!


Entah mengapa mendengar ucapan Arez sama sekali tidak membuat Alea senang, justru ada kesedihan di sana.


"Iya, kan?" Sambung Arez.

__ADS_1


"Iya! Aku juga gak sabar pengen masuk universitas dan balik ke Jakarta." Ucap Alea dengan nada kesal kemudian berlalu meninggalkan Arez.


"Itu orang kenapa? Lagi dapet?" Tanya Arez pada diri sendiri yang heran melihat sikap Alea.


***


Arez kembali menghisap rokoknya. Pikirannya tertuju pada perkataannya saat awal menikahi Alea.


"Ya... setelah lu lulus, sesuai janji gua bakal balikin lu ke ortu lu."


"Lu bakal melanjutkan hidup lu, begitu juga gua." Ucap Arez yang membuat perasaanya sekarang malah campur aduk.


Arez memejamkan mata, dan bersandar pada kursi kayu itu. Terlintas bayangan wajah Alea yang sedang senyum, sedang marah, sedang kesal, sedang ngambek, semua.


Waktu cepat berlalu, kadang membawa pertemuan dan juga perpisahan.


*****


Di kamar Alea sendiri tidak bisa tidur. Banyak pikiran yang mengganggunya.


Ujian tentunya. Dan ada satu hal yang Mengganjal di hati. Saat ia bahagia di hari kelulusan, hari itu pula ia harus berpisah dengan Arez. Ia sendiri tidak mengerti. Padahal selama ini, kelulusan itulah yang ia nanti-nantikan dan tidak lama lagi itu akan segera ia dapati.

__ADS_1


Lama bersama Arez membuatnya terbiasa. Dan tentu saja ia belum siap jika harus berpisah dengan pria itu walaupun hari-hari mereka penuh dengan perdebatan dan keributan.


Tapi di satu sisi, Alea melihat sosok pria yang bertanggung jawab dan penuh karisma.


Bahkan sampai sekarang, Arez tidak pernah berbuat yang tidak-tidak pada dirinya. Sisi yang selalu Alea kagumi dari sosok itu.


"Kenapa sekarang gua jadi gini?" Tanya Alea pada dirinya sendiri. Ia pun kebingungan.


"Apa gua cinta?"


"Enggak! Mungkin ini efek karena setiap hari sama dia, jadi pas mau pisah agak lain ini perasaan."


"Mana mungkin gua jatuh cinta sama orang kek gitu. Dih!"


Alea membenamkan wajahnya di bantal,


"Gila-gila! Alea yang gak pernah jatuh cinta tiba-tiba jatuh cinta sama sosok paling menyebalkan segalaksi ini. Gak akan mungkin! Sangat mustahil!!!"


Alea mengambil headset di atas meja sebelah kasurnya, ia memutar musik sangat kencang dari hpnya kemudian lompat-lompatan di atas kasur seiring dengan irama musik yang ngejreeengggg! Tak peduli apapun, asal ia tidak selalu teringat dengan wajah Arez yang beberapa hari ini selalu mengganggu pikirannya.


"Yihaaa!!!" Teriak Alea bak penyanyi rocker.

__ADS_1


Arez yang melewati kamar Alea hanya bisa geleng-geleng kepala karena memang pintu kamar itu tidak terkunci dan terbuka lebar.


"Udah gila itu bocil." Ucap Arez


__ADS_2