
Perjalanan pulang dari Jakarta ke Purwokerto kali ini memakan waktu yang cukup lama karena harus beberapa kali mampir ke tempat-tempat wisata yang mereka lewati. Tidak lama, hanya berfoto-foto mengabadikan moment dan berkeliling sebentar setelah itu pulang, hanya sebagai tanda 'Aku pernah ke sini.' begitu kata Alea.
"Janji gak usah di posting yang foto berdua!" Ucap Alea menatap Arez.
"Dih! Siapa juga. Lu tuh paling mau pamer, liburan sama orang ganteng." Balas Arez yang membuat Alea memukul kecil dirinya.
Hingga akhirnya, mereka tiba di rumah. Jam di dinding menunjukkan pukul 11 malam.
Alea sendiri terlihat beberapa kali menguap dan berjalan lunglai menuju kamarnya. Capek.
"Selamat istirahat." Ucap Arez, dan hanya di balas Alea dengan anggukan kecil.
*
Saat tiba di kamar, Alea tak langsung tidur tapi membuka galeri HP dan melihat foto-foto di sana satu persatu.
Saat terpampang fotonya yang berdua dengan Arez, ia tersenyum bahkan beberapa kali ia mengulang melihat foto yang sama.
Dan ternyata, ada yang melakukan hal serupa.
*****
Pagi
Suara klakson motor terdengar dari balik pagar rumah Alea dan Arez, Alea yang baru saja selesai menyisir rambutnya bergegas membukakan pagar, karena ia sudah hafal dengan suara klakson itu--Nathan.
"Hai," sapa Nathan saat melihat wajah Alea.
"Kakak, pagi sekali?" Alea heran.
__ADS_1
"Hari pertama sekolah. Lagian, aku sudah kangen sama kamu."
Alea hanya membalas dengan senyuman. Kejadian waktu itu masih tidak bisa ia lupakan. Setelah kejadian itu Alea selalu saja menghindari Nathan, tapi cowok itu seperti pantang menyerah sampai hari ini.
"Ayo masuk dulu." Ajak Alea yang tentu saja itu yang Nathan mau. Mereka berdua beringingan masuk ke rumah.
"Bang Arez mana?" Tanya Nathan celingak-celinguk karena tidak mendapati pria itu di sana.
"Masih mandi."
"Oh,"
"Duduk dulu. Kakak sudah sarapan?"
"Aku sarapannya di sekolah. Udah bawa bekal."
"Bekalnya buat makan siang aja. Aku udah masak nasi goreng. Nanti kita sarapan sama-sama."
"Gak apa-apa. Aku masak banyak."
Nathan mengangguk walau sebenarnya tak enak hati.
"Kakak tunggu bentar, aku mau panggil bang Arez."
"Iya."
***
"Abang! Sudah selesai belom? Ayok sarapan!" Panggil Alea seraya mengetuk pintu kamar Arez.
__ADS_1
"Iya, udah. Bentar!" Jawab Arez dari dalam sana.
Kemudian pria itu muncul dari balik pintu.
"Ada temenku." Ucap Alea membuat Arez mengernyitkan dahi.
"Temen? Pagi amat, siapa?"
"Kak Nathan."
Wajah Arez berubah seketika, terlihat bete. "Dia lagi."
"Ish! Jangan gitu. Itu tamu."
"Bertamu kok pagi-pagi buta."
"Udah... sana ke meja makan. Kita sarapan."
Alea berlalu, Arez yang mood-moodan berjalan menuju meja makan. Di sana sudah tertata rapi nasi goreng beserta telor mata sapi. Tidak lupa segelas kopi dan juga segelas susu.
*
"Pagi, Bang." Sapa Nathan seraya menjulurkan tangan untuk menyalami Arez dan Arez menyambut tangan itu.
"Pagi." Jawab Arez jutek yang sudah biasa Nathan rasakan.
"Ayo duduk." Ucap Alea yang segera di lakukan Nathan. Cowok itu duduk berhadapan dengan Arez. Arez sendiri tanpa bicara lagi langsung menikmati sarapannya. Lebih tepatnya tak ingin bicara.
Alea meletakkan piring di depan Nathan dan juga meletakan segelas susu.
__ADS_1
"Ayo makan, Kak dan minum susunya. Jangan malu-malu." Ucap Alea lagi.
Mereka semua sarapan. Yang terdengar mengobrol hanya Alea dan Nathan. Sedangkan Arez dari tadi hanya berdiam diri.