Menikahi Bocil

Menikahi Bocil
Episode 46 - Ada hubungan?


__ADS_3

Sebelumnya aku benar-benar minta maaf atas hiatus panjangnya diriku :'( Karena kadang ada beberapa hal yang bikin down dan gak semangat nulis.


Kadang juga aku kehabisan ide, kehabisan kata-kata. Buat kalian yang masih menunggu dan masih jadi pembaca setia aku ucapin makasih banyak-banyak.


Aku sedang mencoba untuk bangkit lagi, semoga bisa.


Semoga kalian sehat selalu :)


Dan... minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin.


*****


"Jadi, gimana?" Tanya bu Amira menatap Alea lekat.


"Em?" Tanya Alea melirik.


"Gimana hubungan mu dengan nak Arez?"


Alea tersedak mendengar pertanyaan ibunya itu. Bu Amira lantas memberikannya air minum.


"Kita biasa-biasa aja, Bu. Gak ada yang spesial sampai hari ini. " Jawab Alea setelah meneguk beberapa kali air minumnya.


"Gak terjadi sesuatu?"


Seketika wajah Alea memerah, "Ih, Ibu! Jangan ngada-ngada. kalo terjadi sesuatu mungkin sekarang Alea pulang udah bawa perut gede."


"Nak Arez benar-benar bertanggung jawab. Makanya, Ibu percaya sama dia. Dan dia, benar-benar menepati janjinya."


"Iya, Bu. Selama Alea di rumah juga, Alea gak pernah ngerjain apa-apa. Cuci baju di laundry, makan kita beli. Cuma satu bulan terakhir, Alea masak."


"Emang bisa masak?"


"Bisa la, Bu. Di yo*tube banyak tuh tutorial. Lagian, kata bang Arez masakan Alea enak, kok."


Bu Amira tertawa kecil mendengar anak semata wayangnya bercerita.


"Andai saja nanti kamu sudah memutuskan untuk menikah sungguhan, ibu setuju kamu melanjutkan pernikahan ini sama nak Arez."


"What? Ish! Ibu makin ngada-ngada, deh!" Wajah Alea semakin memerah.

__ADS_1


Mereka kemudian tertawa bersama.


***


Malam...


Setelah sekian lama tak merebahkan diri di kamarnya, Alea terlihat sangat menikmati. Memeluk beberapa koleksi bonekanya, menikmati sentuhan selimut yang lembut khas aroma soft bunga mawar.


"Rindu banget sama kamarku." Ucap Alea memejamkan matanya dan membenamkan wajahnya di bantal yang empuk.


Tapi seketika ia teringat akan sesuatu, segera ia mengambil HP, membuka aplikasi hijau dan memencet tanda untuk memanggil nomor yang sudah tertera di sana.


Suara khas panggilan berdering terdengar...


"Halo," suara berat dari seberang sana membuat Alea tersenyum lebar.


"Halo, Abang." Balas Alea, yang ternyata menelpon Arez.


"Belum tidur?" Tanya Arez kemudian


"Baru mau. Abang sendiri kenapa belom tidur?"


"Ngerjain laporan,"


"Gak juga, bentar lagi juga kelar."


"Tumben kali Abang ngomongnya lembut."


"Mau di kasarin?"


"Dih!"


"Tidur sana, dah malem."


"Gak mau!"


Arez hening... tapi terdengar suara keyboard yang sedang ia tekan.


"Abang..." Panggil Alea lembut.

__ADS_1


"Iya?"


"Kok beda ya rasanya gak ada Abang disini."


Arez tersenyum kecil, "Beda gimana? Sama aja. Itu efek lu lama gak pulang."


"Aku kangen." Balas Alea yang membuat Arez menghentikan aktivitas tangannya sejenak.


"Dah, tidur sana. Jangan ngelantur. Besok lu pasti mau Jalan-jalan sama temen lu. Sana istirahat."


"Iya iya! Tapi jangan di matiin."


"Iya, enggak."


"Iya apa enggak?"


"Enggak. Udah! Merem."


Alea tertawa cekikikan.


"Abang sepi, gak?"


"Gak, tuh! Biasa aja."


"Halah! Abang aslinya kesepian."


"Dih! Sotoy! Hm... iya, sih. Tapi sedikit."


"Tuh, kan. Dasar! Gak mau ngaku."


"Duh, bocah! Udah malem, sana tidur."


"Iyaaaaaa. Bawel!"


Segera ia menarik selimut, memeluk guling dan memejamkan mata. Tak lupa HP masih berada di dekat wajahnya hingga akhirnya ia tertidur.


Arez memperhatikan HPnya karena terdengar suara dengkuran kecil dari Alea. Awalnya Arez ingin menekan tombol merah di sana untuk mengakhiri panggilan, tapi niat itu di urungkan nya.


Arez segera membereskan tugas kantor yang sudah rampung. Ia memperhatikan jam yang tertera di layar HP yang sudah menunjukkan pukul 23.00 WIB. Lantas ia bergegas ke kamar untuk beristirahat. Ia pun merasa sangat lelah karena seharian di perjalanan dari Jakarta ke Purwokerto yang memakan waktu tak sedikit.

__ADS_1


Lagi, Arez memperhatikan layar HP yang masih terhubung panggilan dengan Alea. Foto imut gadis itu berhasil membuatnya kembali tersenyum.


"Dasar, Bocil!"


__ADS_2