
"Abang kenapa sih, selalu pulang malem? Apa setiap hari itu lembur?" Tanya Alea saat Arez sampai di rumah.
"Lah? Kok sekarang sewot?" Balas Arez sembari melonggarkan kancing kemejanya.
"Bukan gitu..."
"Bukannya kita gak boleh saling mencampuri urusan masing-masing?"
"Tapi kadang aku ketakutan di rumah sendirian. Lagian, aku juga gak punya temen di sini." Balas Alea dengan raut wajah yang membuat Arez terenyuh.
"Apa Abang gak mikirin gimana takutnya aku saat hujan tadi? Aku tau, Abang pasti asik nongkrong, menghirup kopi, merokok, ketawa ketiwi sama temen Abang dan gak mikirin aku sama sekali. Abang kadang gak ada otak!"
"Maaf," balas Arez kemudian.
"Gak usah minta maaf. Abang benar, seharusnya aku gak usah sewot-sewot sama urusan Abang." Ucap Alea, kemudian berlalu ia tidak ingin melanjutkan perdebatan dengan Arez.
"Marah?" Tanya Arez di sela langkah Alea yang menjauhinya.
"Enggak! Terserah Abang mau pulang besok, lusa, tahun depan, atau gak pulang sekalian! Aku gak peduli!" Balas Alea kemudian masuk ke kamar dan menguncinya.
Arez diam, ia sedikit merasa bersalah pada gadis itu. Terlihat dari raut wajahnya yang masih menyimpan kecemasan dan ketakutan.
***
"Alea," panggil Arez mengetuk kamar gadis itu.
Walau malas-malasan dan masih jengkel, Alea membukakan pintu. "Ada apa?"
"Ini HP lu. Kenapa di tinggal di dalem mobil." Jawab Arez menyerahkan benda pipih itu.
"Kok bisa di mobil? Pantesan aku cari-cari gak ada. Aku pikir hilang."
__ADS_1
"Gak tau, mungkin tadi pagi lu lupa taroh di sana."
Alea mengingat-ingat, dan benar saja ia meletakkan HP itu tepat di sebelah tisu di mobil Arez. Pencarian yang sia-sia sejak tadi.
"Ayo ikut gua." Pinta Arez.
"Kemana?"
"Beli bakso, sebagai permintaan maaf."
"Abang nyogok?"
"Gak nyogok. Mentraktir."
"Yaudah iya. Aku ambil jaket dulu." Jawab Alea girang. Girang karena HP nya sudah ketemu di tambah bakal di jajanin kesukaannya.
Mereka berdua berangkat, menembus malam yang ternyata turun hujan lagi. Tapi kali ini hanya rintik-rintik kecil tidak seperti tadi siang. Jalanan juga ramai, karena rintik-rintik tidaklah berarti untuk mereka-mereka yang sudah terbiasa menerobos hujan lebat.
Arez menepi, saat menemukan warung bakso yang masih buka. Bergegas Alea turun dari mobil, aroma bakso yang khas membuat perutnya sudah meronta-ronta ingin mencicipi.
Alea memilih bangku yang tak jauh dari pintu masuk warung di ikuti Arez. Mereka berdua mulai memilih menu yang akan di pesan.
"Pesan apa, Dek?" Tanya salah seorang penjaga warung.
"Abang mau apa?" Tanya Alea pada Arez.
"Gua ngikut lu aja."
"Bakso urat spesial dua ya, Mas. Sama jeruk hangat juga dua. Tapi baksonya cuma pake mi putih."
"Oke. Boleh di tunggu ya, Dek."
__ADS_1
Tak lama menunggu pesanan Alea dan Arez datang. Mereka segera menyantap bakso hangat yang sangat cocok di makan kala cuaca yang seperti malam ini. Dingin-dingin, adem.
"Arez?" Suara seseorang yang tidak asing di telinga Arez. Arez dan Alea secara bersamaan menatap seorang wanita yang kini berada tepat di depan mereka.
"Anna?" Arez tampak heran,
Alea hanya memberikan senyuman kecil, kemudian lebih memilih untuk tidak menghiraukan. Ia tetap melanjutkan menikmati baksonya. Karena baginya tidak ada yang menarik saat ini selain bola-bola daging itu.
Anna melirik Alea. "Cewek ini lagi. Kenapa dia bisa ada di sini bersama Arez? Siapa dia ini sebenarnya?" Benak Anna bertanya-tanya.
"Ann, kok ngelamun? Ayo sini duduk. Gabung makan." Ucap Arez membuyarkan Anna.
"Gak usah. Gua bawa pulang aja. Gak enak lama-lama, soalnya gua pinjem motor bu Maya." Jawab Anna tanpa ada senyum sedikitpun. Sesekali matanya tetap mencuri pandang pada Alea.
"Yaudah. Lu gak usah bayar. Biar gua yang bayarin."
"Iya. Thanks," Anna sedikit menyunggingkan senyum.
"Ini pesanannya, Mbak." Ucap pelayan warung menyerahkan kantong plastik berisi dua bungkus bakso pada Anna.
"Nanti saya yang bayar, Mas." Ucap Arez.
"Iya, Mas." Jawab pelayan itu kembali pada aktivitasnya.
"Gua duluan, ya." Ucap Anna
"Iya, Ann. Hati-hati."
Anna berlalu. Lagi-lagi, hatinya di buat sakit dengan apa yang ia lihat.
Ia masih belum bisa melupakan saat Arez tadi siang mencumbu dirinya, sedangkan malam ini Arez dengan santai bersama cewek lain.
__ADS_1
Anna merasakan cemburu yang sangat luar biasa.