Menikahi Gadis Berandal

Menikahi Gadis Berandal
Kalirifikasi


__ADS_3

Delano melipat tangannya di depan dada. Ia menatap wajah adiknya dengan mata yang sarat beban. Delon sendiri terlihat santai. Walau dimatanya masih ada gurat kesedihan, tapi Ia kelihatan tenang dengan semua itu.


"Kak, dari mana tahu kalau aku masih punya perasaan pada Kayla?" suara Delon membuat Delano menarik nafasnya.


"Aku tak sengaja mendengar percakapan antara Kayla dengan temannya tentang kamu. Aku merasa bersalah..."


Ucapan Delano langsung dipotong Delon dengan cepat.


"Jangan merasa bersalah, Kak. Siapa lagi yang lebih pantas mendampingi Kayla untuk bahagia? Aku bukan pria mapan, Kak. Kuliahpun aku belum juga selesai dan hidupku hanya mengandalkan uang jajan dari mama dan papa. Apa yang bisa Kayla andalkan dariku jika menikah dengannya? Lagian kami memang sudah sepakat untuk mengakhiri semua dan memulai hubungan baru sebagai sahabat dan saudara ipar. Jadi, tolong buang semua rasa bersalah kakak."

__ADS_1


Ada ketulusan yang ditangkap Delano dari ucapan adiknya. Namun, hatinya masih tidak tenang.


"Maaf Delon, tapi sebagai laki-laki aku ingin semua ini menjadi jelas sebelum pernikahan dilakukan. Aku mengikuti Mikayla kemarin hanya sekedar ingin mengetahui bagaimana situasi balapan liar. Dan....aku tak sengaja melihat kalian berdua disana...maksudku, aku tidak dapat mendengar percakapan kalian tapi kalian saling berpelukan jadi aku berpikir kalau...."


Ucapan Delano langsung dipotong lagi oleh tawa Delon.


"Oh ya, jadi kakak melihatku dan Kayla sedang berpelukan?"


"Kak, jangan salah sangka dulu. Itu adalah pelukan penguatan sekaligus pelukan yang terakhir. Kami berbincang tentang perasaan kami masing-masing dan sepakat untuk memulai hubungan yang baru sebagai saudara. Intinya, aku tulus melepaskan Kayla untuk menikah denganmu walaupun...." Delon menghentikan perkataannya.

__ADS_1


"Walaupun apa?" tanya Delano dengan wajah penasaran.


"Walaupun sejujurnya Kayla mengakui bahwa ia tidak akan bisa mencintai kakak. Tapi....jangan khawatir Kak, aku telah meyakinkan dia bahwa kakak adalah pria mapan yang sangat baik dan akan membahagiakannya. Jadi, tolonglah kak, perlakukan Kayla dengan baik dan sayangilah dia karena aku telah terlanjur menjamin bahwa kakak adalah pendamping yang tepat dan terbaik baginya. Please kak. Berjanjilah padaku bahwa kakak akan mencintainya dengan sepenuh hati. Walaupun Kayla memang gadis berandal tapi Ia adalah wanita yang berhati lembut dan baik, cuma hobbynya saja yang banyak dinilai negatif dimata orang yang tidak benar-benar mengenalnya."


Delano mencoba mencerna kata demi kata yang keluar dari mulut Delon. Berjanji untuk mencintai Kayla? Apa gak salah? Bagaimana bisa cinta dipaksakan? Memangnya hati seseoang bisa berubah segampang itu? pikir Delano sambil meremas rahangnya dengan kening yang mengernyit.


"Delon, maafkan aku. Terima kasih sudah mengikhlaskan Kayla untuk aku nikahi. Tapi....berjanji untuk mencintai dan membahagiakan Kayla rasanya sulit untuk dilakukan. Maafkan aku, Delon. Aku mungkin tak akan bisa melakukannya! Aku hanya bisa menikahinya dan menafkahi hidupnya dengan materi tapi tidak dengan cinta." Delano membuang nafasnya dengan berat. Setidaknya ia telah jujur dengan perasaannya. Ia bukan tipe laki-laki yang sembarang mengucap janji dan tidak bisa memenuhinya.


Delon terlihat sedikit kecewa mendengar perkataan kakaknya. Tapi ia sangat memaklumi hal itu mengingat tidaklah mudah berumah tangga secara mendadak dengan orang yang baru dikenal lewat perjodohan. Ia tahu beban kakaknya sangat berat. Jika ia yang diperhadapkan dengan hal itu, ia pasti langsung menolak mentah-mentah bahkan berontak. Tapi kakaknya adalah 'anak manis' bagi orang tuanya yang hampir-hampir tidak bisa menolak apapun titah orang tua mereka. Ditambah lagi harus menikahi gadis seperti Mikayla yang jelas-jelas bukan tipe kakaknya, benar-benar bukanlah hal yang mudah!

__ADS_1


"Kak, aku turut prihatin dengan keinginan orang tua kita yang harus kakak jalani. Tapi aku berharap dan mendoakan agar semua bisa menjadi mudah untuk kakak jalani kedepan nanti."


Ucapan Delon membuat Delano tersenyum kecut. Rasa-rasanya ia ingin menangisi nasibnya yang beberapa hari lagi akan melepas masa lajangnya dengan gadis yang bukan pujaan hatinya. Baginya, Mikayla hanyalah gadis berandal asing yang harus dijinakkan secara paksa!


__ADS_2