Menikahi Gadis Berandal

Menikahi Gadis Berandal
Santa Monica Beach


__ADS_3

Delano tidak bekerja untuk beberapa hari semenjak tiba di Baverly Hills, California. Ia berencana menggunakan waktu yang ada untuk membawa Mikayla jalan-jalan. Ia tak ingin gadis itu bosan di apartemennya.


Bertepatan musim panas baru saja dimulai, jadi cuaca lumayan panas menusuk kulit.


Mikayla sudah siap dengan pakaian santai, tak lupa topi lebarnya agar wajahnya tidak hangus.


"Aku sudah siap. Kita mau ke pantai mana?" seru Mikayla dengan nada excited.


Delano menatap sosok didepannya. Ia terpana beberapa saat menyaksikan tubuh sexy istrinya dengan tampilan baju tanpa lengan serta bagian dada yang rendah mempertontonkan kulit putih mulusnya.


Cepat-cepat Delano mengalihkan pandangannya dan langsung memasang wajah datar tanpa expresi.


"Kita ke Santa Monica Beach. Yuk, sebelum pantainya dipenuhi orang."


Delano menyetir mobilnya dengan kecepatan sedang. Mikayla terlihat asik mengaggumi keindahan kota yang sangat bersih itu.


"Keren banget kota ini. Eh, kalau gak salah, bukannya para artis banyak yang tinggal disini?"


Delano tersenyum sambil memasang kaca mata hitamnya karena sinar matahari telah menyilaukan matanya.


"Iya, benar. Kapan-kapan aku ajak liat-liat rumah almarhum Michael Jackson, Beyonce, Frank Sinatra dan masih banyak lagi artis-artis lainnya. Tapi gak bisa berharap banyak karena rumah mereka pagarnya tinggi-tinggi dan tertutup rapat. Lagian hanya bisa liatnya dari mobil aja."


Mikayla mengernyitkan dahinya. "Berarti gak jauh beda sama artis-artis di Indonesia. Rumah mereka juga seperti itu, cuman bisa liat atapnya doang."


Delano tertawa. "Kalau kamu nanti belanja ke shopping center disekitaran, kamu pasti gak sengaja bisa ketemu para artis Hollywood. Tapi mereka pada umumnya menyamarkan diri agar tidak ketahuan orang-orang disekitar mereka."


"Benarkah?" ucap Mikayla dengan mata berbinar.


"Hmm." jawab Delano sambil mengangguk.


"Aku paling sering ketemu Beyonce sama suaminya. Sepintar apapun mereka menyamarkan penampilan mereka, tetap aja aku tahu."


"Wah....aku juga pengen! Kapan-kapan bawa aku belanja dong. Siapa tahu bisa ketemu artis juga!" seru Mikayla.


"Boleh. Tapi harus janji gak boleh heboh. Kamu diam aja sambil memperhatikan. Disini gak sembarangan ngambil foto. Apalagi di dalam toko. Ngerti?" tegas Delano sambil melirik pada Mikayla yang masih tersenyum senang.


Mikayla mengangguk. "Janji!" ucapnya sambil mengangkat dua jari.


"Makasih ya. Kamu selalu tahu menyenangkan aku." puji Mikayla yang disambut senyum kecil oleh Delano.


Delano menarik nafas panjang. Pikirnya, hanya kesenangan seperti itu yang bisa Ia berikan pada gadis itu, tapi tidak hatinya!


.

__ADS_1


.


.


.


.


Sekitar dua puluh menit kemudian, mereka sampai di Santa Monica Beach. Ternyata sudah lumayan banyak orang yang sedang santai sambil berjemur, berbincang dan juga bermain.


Setelah memarkir mobilnya, Delano mengambil kameranya dan mengajak Mikayla ke arah pantai.


Keduanya menikmati pemandangan sambil duduk diatas pasir. Delano mulai sibuk mengambil beberapa gambar.


"Aku foto kamu ya?" ucap Delano pada Mikayla.


Mikayla langsung mengangguk dan tersenyum lebar. Delano langsung mengambil beberapa foto Mikyla dengan berbagai pose. Mikayla terlihat seperti seorang model saja dimata Delano. Rambut panjang Mikayla yang hanya tergerai begitu saja menambah kekaguman yang perlahan-lahan menyusup dalam pikiran Delano.


Beberapa turis yang berada disekitar mereka tak melepaskan pandangan dari Mikayla yang sedang asyik berganti-ganti gaya.


Melihat mata orang-orang yang sedang memandang Mikayla, Delano menjadi risih. Ia pun segera menarik tangan Mikayla untuk berpindah tempat.


# Mikayla dalam berbagai pose




"Bentar lagi ya, aku belum terlalu lapar." jawab Mikayla.


"Kalau es krim gimana?" Tanya Delano menawarkan.


Mikayla berpikir sejenak.


"Hmmm....boleh juga. Aku mau yang strawberry flavor."


"Yuk, nanti kamu pilih sendiri." ujar Delano dan langsung menggandeng tangan Mikayla kearah sebuah es krim booth didekat situ.


Mikayla mengamati poster yang terpampang disitu. Seorang cowok bule mendekatinya.


"Excuse me, would you like some ice cream?"


Mikayla tersenyum ramah sambil mengangguk.

__ADS_1


"Give me one cone of strawberry flavor, please." Setelah berkata demikian Mikayla mengalihkan pandangannya pada Delano.


"Kamu mau yang rasa apa?"


"Aku mau vanilla." jawab Delano.


Mikayla kembali berbicara pada si bule tersebut.


"So, one strawberry and one vanilla, please."


Cowok bule itu tersenyum. "One moment please."


Beberapa menit kemudian cowok bule itu menyerahkan dua es krim cone pada Mikayla yang telah menyerahkan uang diatas meja.


Delano yang sedari tadi hanya memperhatikan merasa kagum pada Mikayla karena ternyata Ia bisa berbahasa Inggris dengan baik.


Mikayla menyerahkan es krim vanilla kepada Delano.


"Bahasa Inggris kamu ternyata bagus banget. Pengucapannya juga mirip penutur asing beneran." ujar Delano pada Mikayla yang langsung sumringah dengan pujian Delano.


"Dari TK sampai SMA aku sekolah di international school yang seratus persen berbicara dalam bahasa Inggris. Jadi, setidaknya aku gak malu-maluin kamulah." ucap Mikayla sambil menjilati es krimnya.


Delano kembali tersenyum sambil sesekali menatap si cantik disampingnya.


"Besok kita ke pantai lagi ya. Tapi yang dekat Hollywood, sekalian kita jalan-jalan disana."


"Wow... Hollywood? Suka banget! Aku mau foto-foto di Walk of Fame!" pekik Mikayla dengan senangnya.


"Boleh. Tapi jangan kaget ya. Disana banyak banget turisnya. Jadi kalau foto-foto sedikit terganggu karena banyak orang yang lalu lalang." ujar Delano sambil menyelesaikan es krim ditangannya.


"Aku mau cari namanya Katty Perry dan Taylor Swift... Ed-Sheeran juga!" ujar Mikayla masih dengan mata berbinar-binar.


"Jangan terlalu senang dulu. Kamukan akan lama tinggal disini jadi kamu bisa sering datang-datang lagi. Dijamin kamu pasti bosan juga kok." Delano mengacak rambut Mikayla.


"Kalau kamu sudah sibuk kerja, mana ada waktu buat nganterin aku?" seru Mikayla dengan wajah sedikit merajuk.


"Buat kamu aku pasti luangkan waktu. Itu sudah janjiku pada orang tua kita untuk selalu menyenangkanmu selama masih pada batas-batas kewajaran." ujar Delano sambil mengangkat kameranya.


"Aku foto lagi?"


Mikayla tersenyum dan langsung bergaya lagi. Ia sangat menikmati hari tersebut bersama Delano. Baginya Delano adalah pria yang hangat dan menyenangkan, tepat seperti yang pernah Delon katakan.


"Hmm...aku memang beruntung!" gumam Mikayla dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2