
Hari pertama bagi Delano untuk kembali bekerja sebagai pimpinan diperusahaan miliknya semenjak ia kembali ke California.
Delano memutuskan untuk membawa Mikayla ke kantornya untuk diperkenalkannya pada seluruh karyawan agar tidak ada rumor-rumor aneh nantinya yang bermunculan.
Mikayla telah berpakaian rapi. Bagaimanapun ia tak ingin mempermalukan suaminya dihadapan karyawannya dengan berpakaian seenaknya. Baginya, kesan pertama harus perfect!
Sebenarnya Mikayla agak risih untuk ikut Delano ke kantornya. Bukan apa-apa, tapi Ia merasa belum terbiasa dan masih menyesuaikan statusnya sebagai seorang Nyonya Delano Prasetya.
Sebenarnya Mikayla sudah mengatakan hal itu pada Delano tapi Delano bersikeras agar Ia harus ikut agar semua orang dikantornya tahu kalau Delano telah menikah sehingga jika sewaktu-waktu Mikayla mengunjunginya dikantor, semua orang telah mengenalnya dengan baik.
Delano melihat gelagat gugup diwajah putih istrinya. Ia mendekati Mikayla, mendekatkan wajahnya kearah wajah gadis itu sambil memegang kedua pundaknya.
"Santai aja. Sebagian besar karyawanku adalah orang Indonesia yang mencari nafkah disini setelah kuliah, jadi kamu bisa bicara pakai Bahasa Indonesia dengan mereka. Karyawan asli Amerika hanya beberapa orang dan mereka kebanyakan adalah manager."
Mikayla hanya mengangguk sambil tersenyum dipaksa. Ia tak dapat menyembunyikan ketidaknyamanannya dihadapan Delano.
"Baiklah. Aku akan berusaha tampil sebaik mungkin." ucap Mikayla sambil menarik nafasnya.
Delano tersenyum geli.
"Nyonya Delano Prasetya, kamu gak perlu khawatir. Jadi diri sendiri aja. Budaya disini sangat berbeda dengan budaya kita. Orang-orang disini sangat straight forward. Gak usah berpura-pura, malah kelihatan aneh nantinya. Yuk, kita berangkat."
Delano menggenggam erat tangan Mikayla yang terasa dingin baginya. Mikayla hanya mengikuti tanpa bicara lagi.
.
.
.
.
Tiba di perusahaannya, Delano disambut seorang karyawan lelaki yang membukakan pintu baginya. Setelah itu Delano membukakan pintu bagi Mikayla.
"Good Morning, Mr. Prasetya. Welcome back!" ucap pria itu sambil menyalami Delano.
__ADS_1
"Good Morning, Shelton. How are you?" balas Delano.
"Excellent, Sir. Thank you." balas pria itu.
"Oh ya, perkenalkan istriku, Mikayla Prasetya"
Mikayla tersenyum kearah Shelton dan mereka saling berjabat tangan.
Delano dan Mikayla berjalan menuju ruang karyawan yang sedang berkumpul karena diperintahkan Robert sesuai dengan permintaan Delano.
"Good morning, everyone!" ucap Delano pada semua karyawannya. "How are you?"
Semua karyawan tersenyum dan menjawab "fine, good, excellent" Serta mengucapkan kata "thank you".
Semua mata kini tertuju pada Mikayla yang sedari tadi sudah panas dingin dan rasa pengen kencing karena gugup berhadapan dengan banyak pasang mata yang sedang mengamatinya dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Delano kemudian mengalihkan pandangannya pada Mikayla kemudian menggenggam tangan gadis itu. Sesaat kemudian Delano mulai berbicara dalam bahasa Indonesia.
"Guys, pertama-tama aku ucapkan terima kasih atas kerjasama kalian yang baik selama saya kembali ke Indonesia. Juga terima kasih untuk Robert dan para manager yang telah berusaha keras menangani perusahaan ini selama saya tidak ditempat." Delano bernafas sejenak.
"Oh ya, kepulangan saya ke Indonesia adalah untuk menikah..." tepukan tangan menghentikan perkataan Delano. Baik Delano dan Mikayla hanya berpandangan dan saling tersenyum melihat respon para karyawan. Beberapa dari mereka berteriak "congratulations" diiringi bisik-bisik kagum beberapa karyawan terhadap kecantikan istri boss mereka.
Delano mengakhiri arahan singkatnya dan langsung diserbu para karyawannya untuk bersalaman. Baik Delano dan Mikayla meladeni para karyawan dengan senyum keramahan.
.
.
.
.
Delano kemudian membawa Mikayla keruangannya dengan menggunakan lift, karena ruangannya terletak dilantai 7. Perusahaan itu memiliki gedung yang cukup luas walaupun hanya terdapat 8 lantai.
Mikayla mengedarkan pandangannya kesekeliling ruang kerja Delano. Ada decak kagum diwajahnya melihat bagaimana ruangan itu ditata dengan dekorasi yang sangat elegan.
Delano mendekati Mikayla.
__ADS_1
"Kalau kamu butuh apa-apa bilang aja, nanti sekretarisku Bu Diana akan menyiapkannya."
Mikayla mengangguk.
"Gimana rasanya jadi big boss? Boleh aku coba duduk dikursi kebesaranmu itu? ucap Mikayla sambil menunjuk kursi kerja Delano.
Delano tertawa geli mendengar pertanyaan Mikayla. "Silahkan dicoba. Rasanya sih biasa aja tapi kalau jadi big boss itu benar-benar gak enak. Banyak stressnya."
Mikayla tersenyum sambil duduk dikursi Delano. Ia kemudian memutar-mutar kursi besar yang hampir menenggelamkan dirinya itu kekiri dan kekanan. Beberapa saat kemudian Ia berdiri ketika mendengar suara ketukan dipintu.
Bu Diana masuk membawa seorang perempuan bergaya rambut bobette.
"Leony. Apa kabar?" seru Delano.
"Baik. Terima kasih." jawab Leony. "Dan...ini pasti Mikayla."
Mikayla tersenyum menghampiri Leony dan berjabatan tangan.
"Wah....ternyata orangnya jauh lebih cantik dari yang diceritakan Robert. Mirip banget dengan artis dan model-model Korea."
Delano tersenyum mengiyakan sambil melirik Mikayla yang pipinya sudah memerah.
"Kayla, kalau mau hang out atau sekedar jalan-jalan untuk belanja, Leony tidak keberatan untuk menemani. Leony punya sebuah cafe disebuah pusat perbelanjaan seputaran Beverly Hills. Aku jamin kamu gak akan hilang jalan dengannya."
Mikayla tersenyum bahagia karena akhirnya ia punya teman juga.
"Bagaimana kalau kita ke cafemu sekarang?" Tanya Mikayla. "Lagian aku gak betah hanya menonton big boss ini bekerja seharian."
"Kebetulan, aku juga baru mau ngajak kamu ke cafeku. Kita jalan sekarang?" ujar Leony.
Delano tersenyum, "Nanti pakai sopirku aja yang mengantar. Dia akan kusuruh menemani kemanapun kalian pergi hari ini." Delano kemudian berbicara di interkomnya pada seseorang untuk menghubungi sopirnya agar siap sedia.
"Baiklah Tuan Big Boss, aku izin pinjam istri cantik Tuan seharian ini ya." ucap Leony pada Delano.
Delano tertawa kecil dengan tingkah Leony.
"Baiklah, selamat bersenang-senang. Leony, tolong awasi si cantik ini ya, jangan sampai digodain pria-pria bule diluar sana."
__ADS_1
Leony dan Mikayla hanya tertawa sambil keluar dari ruangan Delano menuju parkiran dimana sopir pribadi Delano telah menunggu mereka.
Mikayla sangat excited memulai petualangan baru bersama teman barunya.