Menikahi Gadis Berandal

Menikahi Gadis Berandal
Konsultasi


__ADS_3

Delapan bulan telah berlalu sejak kejadian dirinya keguguran, Mikayla semakin galau karena Ia tak kunjung mengandung lagi.


Hari itu Ia sudah bertekad untuk melakukan konsultasi dengan dokter kandungan secara diam-diam karena Ia tak mau merepotkan Delano yang sedang bekerja.


Setelah meminta izin dari atasannya di butik, Mikayla bergegas menuju sebuah klinik yang terkenal dikota itu. Mikayla duduk menunggu giliran dengan perasaan bercampur aduk.


Ketika namanya dipanggil, ia segera berdiri dan masuk ruangan dokter spesialis kandungan dengan dituntun oleh seorang suster.


"Selamat pagi Dokter." ucap Mikayla dengan suara sedikit gugup. Seumur-umur baru sekali ini Ia mengunjungi dokter sendirian.


"Selamat pagi, Mrs. Prasetya. Boleh saya tahu keluhan anda?"


Mikayla menarik nafasnya perlahan. "Begini Dokter, sekitar delapan bulan yang lalu saya keguguran dan setelah kejadian tersebut saya tak kunjung hamil lagi. Saya ingin memeriksakan diri untuk mengetahui penyebabnya."


"Baiklah." ucap Dokter sambil menuliskan sesuatu disebuah lembar rekam medis.


"Apakah sebelumnya anda pernah memakai alat kontrasepsi?" Tanya Dokter.


Mikayla langsung menggeleng. "Seumur hidup saya, saya belum pernah memakai kontrasepsi apapun."


"Apakah menstruasi anda lancar setiap bulannya?"


"Iya Dokter."


"Apakah sebelumnya anda punya riwayat penyakit yang berhubungan dengan kandungan misalnya keputihan yang tidak wajar?"


"Setahu saya, tidak pernah dokter. Sebelum dan setelah saya menikah, saya tidak pernah mengalami penyakit apapun yang berhubungan dengan kandungan saya."


"Baiklah Mrs. Prasetya, saya akan USG dulu sebagai langkah awal."


Mikayla mengangguk dan dipersilahkan suster menuju kesebuah tempat tidur. Jantungnya sedikit berdebar ketika Ia merasakan ada yang dingin menyentuh kulit perutnya. Suster mengoleskan gel pada perut datar Mikayla dan dokter mulai menggerak-gerakan alat ditangannya sambil menatap layar monitor dengan serius.

__ADS_1


"Bagus." ucap Dokter. "Kandungan anda baik keadaannya. Tidak ada kelainan apapun. Jadi, untuk mengetahui lebih pasti dan detil, kita akan melakukan pemeriksaan lebih rinci di laboratorium."


Mikayla merasa lega dengan perkataan dokter. Walaupun ia tahu masih ada serangkaian pemeriksaan lanjutan, tapi setidaknya kandungannya baik-baik saja.


Serentetan pemeriksaan lanjutan yang cukup menguras tenaga dilalui Mikayla hari itu. Setelah selesai, dokter menyuruhnya kembali dua hari kemudian untuk memberitahukan hasilnya.


.


.


.


.


.


Malam itu Mikayla tampak gelisah. Ia benar-benar tak sabar lagi menunggu hasil pemeriksaannya keluar.


Delano yang merasakan ada yang aneh dengan istrinya segera merangkul pundak Mikayla yang sedang menonton televisi tapi kelihatan tidak fokus.


Mikayla langsung berpura-pura bersikap wajar walaupun di mata Delano hal itu sangat nampak dibuat-buat.


"Errgh...ak..aku baik-baik saja. Aku hanya sedikit khawatir apakah laporan keuanganku akan diterima atasanku mengingat aku menyerahkannya tanpa revisi." Mikayla merasa sangat bersalah harus berbohong. Tapi Ia tak ingin Delano tahu yang sebenarnya.


"Aku gak mau kamu kelelahan. Akhir-akhir ini aku perhatikan kamu seperti orang yang sedang dilanda stress. Apakah pekerjaanmu semakin banyak?" ujar Delano dengan wajah cemas.


"Ehm...itu..anu aku mungkin memang sedang kewalahan karena butik kami semakin ramai dan pesanan barang dari customer secara online tiada putus-putusnya jadi yah...aku memang agak kewalahan." Mikayla memasang senyum dipaksakan. Walaupun memang benar ia banyak kerjaan di tempat kerja karena butik tersebut menerima order yang semakin banyak, tapi masalahnya bukan disitu. Ia berusaha untuk menyimpan sendiri masalahnya. Baginya, sudah cukup Delano terlalu baik padanya selama ini. Jangan lagi menambah bebannya.


"Honey, aku gak pernah nyuruh kamu kerja seperti ini. Kalau aku egois, sebenarnya aku ingin kamu gak usah kerja. Aku bisa memenuhi semua kebutuhanmu, bukan?" ujar Delano sambil mengusap kepala Mikayla.


"Masalahnya bukan di uang, sayang. Aku orangnya gak bisa hanya diam. Lagian, aku juga ingin membuktikan kalau gadis berandal ini juga bisa berkarir."

__ADS_1


Delano tersenyum sesaat. "Gadis berandalku gak perlu membuktikan apa-apa padaku. Cukup tetap disisiku itu sudah sangat membahagiakanmu."


Mikayla tersenyum sambil melingkarkan tangannya di leher Delano.


"Makasih Sayang. You are such a lovely and perfect husband!" ucap Mikayla sambil mengecup bibir Delano yang langsung membalasnya dengan mesra.


"Oh iya, aku punya kejutan untukmu." seru Delano.


Mikayla mengernyitkan dahinya. "Hampir setiap hari kamu memberikanku kejutan. Kali ini apalagi ya?"


Delano mengambil hapenya dan membuka galeri foto-foto didalamnya.


"Coba kamu lihat. Apakah kamu suka?"


Mikayla mengambil hape dari tangan Delano dan mulai memperhatikan foto-foto tersebut.


Sedetik kemudian sebuah senyum tersungging diwajah Mikayla.


"Serius? Ini maksudnya ...?"


Delano merangkul pundak istrinya. "Iya betul. Itu adalah foto-foto rumah kita. Setelah sekian lama aku baru mendapatkan yang cocok."


"Sayang...rumah ini cantik banget. Wah, Ada kolam renang dan ruang olah raganya juga. Ckckck... kamu benar-benar memanjakanku! Tapi.. kayaknya rumah ini terlalu besar untuk kita berdua!"


"Kedepannya bukan hanya kita berdua yang akan tinggal disana, tapi anak-anak kita juga kan?" ucap Delano sambil mencubit dagu Mikayla.


Mendengar perkataan Delano, wajah Mikayla seketika berubah kecewa. "Anak-anak? Mungkinkah?" ucapnya dalam hati.


"Weekend ini kita pergi melihat rumah baru kita ya. Aku usahakan agar minggu depan kita sudah pindah kesana."


"Aku sudah gak sabar. Seandainya di negara kita, aku pasti bisa berenang dikolam itu kapanpun aku mau...tapi disini, aku harus menunggu spring atau summer baru bisa. Setidaknya sampai cuacanya hangat."

__ADS_1


Delano mengecup dahi Mikayla. "Sabar ya... nanti juga akan tiba musimnya dan kita berdua akan berenang disana sepuas-puasnya!"


Keduanya tersenyum bahagia. Baik Delano maupun Mikayla tak sabar lagi untuk segera pindah ke rumah baru mereka.


__ADS_2