Menikahi Gadis Berandal

Menikahi Gadis Berandal
Kehidupan Baru


__ADS_3

Kali pertama bagi Mikayla menginjakkan kaki di negeri Paman Sam. Ia sudah beberapa kali liburan ke luar negeri tapi hanya sebatas Asia dan Eropa. Negeri dimana ia berada sekarang benar-benar asing baginya.


"Kayla, perkenalkan ini Robert, asisten aku. Pacar Leony yang pernah aku ceritakan lalu."


Mikayla tersenyum manis dan langsung menjabat tangan Robert yang juga sedang tersenyum menatapnya dengan binar-binar kekaguman.


"Eh...jangan kelamaan jabat tangannya." ucap Delano seraya melepaskan tangan Robert dari tangan Mikayla. Robert yang seakan tersadar langsung menggaruk kepalanya dengan senyum sumringah.


"Awas ya kamu. Dia istri aku tahu. Ntar aku laporin Leony." ujar Delano melanjutkan.


"Ergg...anu... kok beda banget dengan foto yang pernah aku lihat? Mbak Mikayla ternyata sangat cantik aslinya." ujar Robert.


Mikayla hanya tersipu mendengar perkataan Robert.


Delano hanya menyeringai ke arah Robert.


Sambil berjalan Robert berbisik pada Delano.


"Selera Boss ternyata oke punya. Dapat daun muda gimana rasanya?"


Delano langsung meninju pundak Robert.


"Makanya cepat nikah sana biar tahu rasanya."


"Istri boss sangat mempesona. Harus dijaga baik-baik. Barang bagus soalnya." ujar Robert sambil tersenyum jenaka.


"Awas ya kalo kamu macam-macam sama istriku. Aku bakalan kirim kamu ke neraka! Aku akan segera mengganti password apartemenku karena sekarang aku sudah menikah dan kamu gak boleh lagi sembarangan datang ke apartemenku kalau bukan menyangkut hal yang sangat emergency. Understand?" suara Delano terdengar tegas di telinga Robert.


Robert langsung mengangguk sambil tersenyum.

__ADS_1


"Jangan khawatir boss. Aku gak sesadis itu kok."


"Bagus!" ucap Delano singkat sambil meninggalkan Robert dibelakang dan menyusul Mikayla yang berjalan didepan mereka.


Delano langsung meraih tangan Mikayla.


"Aku harus pegang kamu biar gak hilang dinegeri asing."


Mikayla hanya tersenyum membiarkan tangannya digenggam Delano.


"Robert mahir berbahasa Indonesia ya." ujar Mikayla.


"Dia orang Indo asli kok, sama kayak pacarnya. Tapi dia mengganti namanya jadi Robert. Katanya biar kedengaran kebarat-baratan. Tahu gak nama sebenarnya dia?"


Mikayla tersenyum sambil menggeleng. Delano merapatkan mulutnya ketelinga Mikayla.


"Nama sebenarnya adalah Udin."


"Awas aku ngambek lho!" ujar Robert dari belakang.


Delano dan Mikayla tambah keras tertawa mendengar perkataan Robert.


Robert hanya bisa menyaksikan kedua orang didepannya yang menurut pandangannya sangat mesra karena selain terus saling menggenggam tangan, mereka juga berbicara sambil berbisik-bisik ditelinga masing-masing.


.


.


.

__ADS_1


.


.


Mikayla memandang keadaan apartemen Delano yang sangat berbeda. Yang jelas jauh lebih luas dari yang pernah mereka tempati.


Terdapat dua kamar tidur, ruang keluarga, ruang makan, dapur, ruang kerja, ruang laundry dan sebuah kolam renang minimalis dibagian teras belakang. Dimasing-masing kamar terdapat kamar mandi yang dirancang dengan sangat elegan.


Delano membuka jaketnya lalu memandang Mikayla yang masih kelihatan penasaran dengan kondisi apartemennya.


"Delan, apakah kamar yang satu itu milikku?" Tanya Mikayla dengan ragu-ragu.


"Oh, itu memang kamar tapi aku gunakan jadi gudang tempat menyimpan barang-barangku yang jarang dipakai." Delano berucap sambil mendekati Mikayla.


"Aku sudah terbiasa tidur denganmu disampingku, jadi kamu gak aku izinkan tidur dikamar lain."


Mikayla sedikit terperanjat mendengar ucapan Delano. Tapi Ia juga gak bisa protes karena hidupnya sekarang sangat jauh dari kedua orang tuanya dan semua kebutuhannya adalah pemberian Delano. Jadi, mau tak mau Mikayla hanya bisa pasrah!


"Silahkan kamu mandi duluan dan beristirahat. Kamu pasti masih jetleg menghabiskan 22 jam dipesawat." ucap Delano sambil berlalu ke dapur untuk mengambil minuman.


Mikayla langsung masuk ke kamar dan menguncinya. Beberapa menit kemudian Ia telah selesai mandi dan berganti pakaian lalu membuka kembali pintu yang dikuncinya.


Ia merebahkan dirinya diranjang yang ukurannya jauh lebih besar dibandingkan yang ada di apartemen Delano di Indonesia.


Tak beberapa lama Ia telah terlelap dalam kelelahan tubuh.


Delano masuk kedalam kamar beberapa saat kemudian dan mendapati Mikayla yang sudah tertidur pulas. Ia merenggangkan badannya yang terasa pegal dibeberapa bagian. Delano membaringkan tubuhnya kerah gadis yang sedang terlelap itu. Sejenak Delano hanyut dengan pemandangan di depannya. Ia menatap wajah cantik itu. Dari dahi, mata, hidung, bibir merahnya lalu turun ke leher dan dadanya.


Seketika Delano langsung membuyarkan pikirannya dan mengalihkan pandangannya dari gadis itu. Entah kenapa memandangnya mampu membuat jantungnya mulai berdebar aneh. Delano menutup matanya kuat-kuat.

__ADS_1


"Ada apa denganku?" bisiknya. Delano langsung membelakangi Mikayla dan berusaha untuk terlelap dengan debaran jantung yang masih belum beraturan.


__ADS_2