Menikahi Gadis Berandal

Menikahi Gadis Berandal
Istirahat


__ADS_3

Beberapa hari kepulangan dari rumah sakit, Mikayla masih harus istirahat dirumah selama beberapa waktu untuk memulihkan kesehatannya.


Delano setia menemani istrinya walaupun Ia harus mengerjakan pekerjaannya dari rumah serta mengadakan rapat dengan para menejernya lewat video conference saja.


Siang itu hujan turun membasahi Beverly Hills. Delano tersenyum melihat Mikayla yang masih dibalut jaket dengan wajah memelas.



"Aku sudah sehat kok. Udah merasa kuat. Aku benar-benar sumpek kalau harus berdiam terus dirumah. Aku akan sedih terus mengingat kehilangan anak kita." ucap Mikayla pada Delano yang sedang memasak makanan kesukaannya.


Delano tersenyum kecil. "Jangan keras kepala begitu, honey. Aku gak mau terjadi apa-apa padamu. Kan ada aku disini."


Mikayla hanya memandang Delano dengan wajah yang masih cemberut. "Kamu terlalu memanjakanku. Aku bisa tambah gendut dimasakin makanan enak tiap hari." ucap Mikayla sambil mengagumi sosok suaminya yang kelihatan gagah saat sedang memasak.



Delano hanya tertawa mendengar ocehan Mikayla. "Langsing atau gendut, kamu tetap istriku. Aku gak peduli soal itu. Kalau kamu jadi gendut karena masakanku, aku sangat bangga. Setidaknya orang-orang bisa lihat kalau istriku gendut karena dimanjakan suaminya."


Mikayla berusaha tersenyum mendengar candaan Delano. "Sayang, maafkan aku karena tidak bisa menjaga anak kita. Aku benar-benar gak tahu kalau aku sedang hamil waktu itu."


Delano meletakan masakannya di depan Mikayla. "Sudahlah. Jangan menyalahkan diri begitu. Kita masih punya banyak kesempatan untuk buat anak yang banyak. Sekarang kita makan dulu ya. Setelah itu kamu istirahat."

__ADS_1


Delano mengambilkan makanan untuk Mikayla dan menyuapinya.


"Sayang, aku bisa makan sendiri. Apakah aku kelihatan seperti orang yang sedang sekarat?" ucap Mikayla pada Delano yang tidak jadi menyuapinya.


"Aku hanya ingin memanjakanmu dan aku akan kecewa bila kamu menolak." Delano kembali mengarahkan sendok kemulut istrinya.


Mikayla tersenyum dan membuka mulutnya.


"Delan, apa yang dikatakan dokter waktu aku keguguran? Aku ingin tahu penyebabnya."


Seketika wajah Delano menegang. Ia menarik nafas dan berusaha bersikap biasa.


"Err...anu...kata dokter kamu kelelahan aja. Mungkin karena aku terlalu sering ngajak kamu jalan-jalan naik motor kali ya?" Delano berusaha menyembunyikan jawaban yang sesungguhnya karena Ia tak ingin Mikayla kecewa dan sedih jika mengetahui kenyataan bahwa dirinya kemungkinan tak akan pernah bisa hamil.


"Kamu benar-benar yakin ingin bertemu dan meminta maaf padanya?" Tanya Mikayla meyakinkan Delano.


Delano mengangguk. "Serius! Bagaimanapun aku yang salah. Aku telah meninjunya karena cemburu."


Mikayla tersenyum geli. "Ternyata kamu kalau cemburu ngeri juga ya."


Delano balas tersenyum. "Aku belum pernah seperti itu sebelumnya. Mencintaimu benar-benar telah membuatku kalap."

__ADS_1


"Kalau boleh aku tahu, sejak kapan kamu jatuh cinta padaku?"


Delano mengernyitkan dahinya. "Aku gak begitu ingat dengan jelas. Mungkin sejak kita pindah kesini karena sejak saat itu jantungku mulai berdebar aneh bila memandangmu."


Ada binar kebahagiaan dimata Delano sewaktu ia berkata-kata dan itu membuat Mikayla tersentuh.


"Aku pikir hatimu tak akan pernah terpaut padaku karena aku dengar dari Leony, kamu sangat mencintai Celine walaupun Ia telah menyakitimu berkali-kali. Kamu selalu memaafkannya dan selalu menerimanya kembali."


Delano mengusap pipi Mikayla. "Honey, itu dulu sebelum aku bertemu denganmu. Aku baru menyadari betapa bodohnya aku selama itu. Aku sudah dibutakan oleh bujukan manisnya. Semua berubah sejak kamu disisiku." Delano menatap mesra mata indah didepannya.


"Aku sepenuhnya milikmu sekarang. Jangan pernah ragu akan hal itu!" Tegas Delano.


Mikayla tersenyum dan meremas jemari Delano. "Makasih, Sayang. Aku akan selalu mengingatnya. I love you to the moon and back."


Delano berdiri dan langsung menggendong Mikayla.


"Lho, sayang...kitakan belum selesai makan." ucap Mikayla yang bertambah bingung ketika Delano telah membawa tubuhnya keatas ranjang.


"Kita lanjutkan sebentar aja makannya. Aku pengen makan kamu dulu sekarang. Hampir seminggu aku menahannya. Benar-benar gak sanggup lagi." ucap Delano dan langsung menciumi Mikayla bertubi-tubi.


Mikayla hanya bisa tertawa geli dengan ulah Delano. Ia hanya bisa pasrah dan menikmati permainan Delano diatas tubuhnya!

__ADS_1


***************************************


akhirnya...setelah sekian lama, author langsung up 3 episode. maafkan author yg sibuk banget dgn kerjaan hehe. 🙏🙏 selow update yah.... Selamat membaca ☺️


__ADS_2