Menikahi Gadis Berandal

Menikahi Gadis Berandal
Sebuah Paket


__ADS_3

Hari itu Mikayla sedang sibuk di meja kerjanya ketika seorang office boy mengetuk dan masuk membawakan sebuah paket kecil untuknya.


"Excuse me, there's a package for you Ms. Prasetya. Here it is." kata si office boy sambil meletakan paket tersebut di depan Mikayla.


"Thank you." ucap Mikayla. Ia meneliti paket kecil tersebut kemudian meletakkannya ke dalam tas. Pikirnya, ia akan membukanya setiba di rumah nanti.


Ketika hari sudah sore, Mikayla memenuhi janjinya untuk bertemu dengan dokter kandungan pribadinya untuk sekedar check up rutin dan mengambil resep terapinya untuk yang kesekian kalinya.


Ia sangat tekun mengikuti semua prosedur terapi hormonnya selama ini. Walaupun belum juga membawa hasil yang terus ia harapkan.


Setibanya di rumah, Mikayla langsung berendam air hangat. Ia sangat lelah hari itu. Delano belum pulang jadi Mikayla memutuskan untuk berendam sebentar sebelum menyiapkan makan malam untuknya dan Delano.


Mikayla tak menyangka Ia sedikit tertidur di bathtub. Ia terkejut ketika sebuah tangan tengah menyentuh pipinya dengan lembut.


"Delan?" pekiknya mendapatkan Delano telah berada bersamanya di dalam bathtub.


"Honey, kamu sampai tertidur? Kelihatannya harimu sangat melelahkan." ucap Delano sambil mulai mengusap tubuh istrinya dengan busa sabun yang hangat.


Mikayla tersenyum sambil menikmati gerakan tangan Delano disekujur tubuhnya.


"Iya, aku sedikit lelah. Tapi sekarang sudah sangat mendingan. Makasih sudah membuatku agak rileks." ucap Mikayla sambil menggerakan kedua telapak kakinya ke dada Delano.


"Hmm...jangan memancingku dengan kaki indahmu." ujar Delano dengan gemas.


Mikayla tersenyum menggoda dan terus menyusuri bagian lain dari tubuh suaminya dengan jari-jari kakinya.

__ADS_1


Delano tak tahan juga dengan aksi istrinya. Sedetik kemudian Ia sudah menyesap bibir merah Mikayla dengan penuh gairah. Selanjutnya selama hampir sejam mereka bergulat dengan ditemani bunyi gemercik air


yang tercipta oleh gerakan keduanya yang bukan hanya mandi biasa.


.


.


.


.


.


Setelah selesai makan malam, Mikayla membereskan dapur ditemani Delano yang membantunya.


Mikayla tersenyum demi melihat Delano yang sudah tertidur dengan lelapnya.


Mikayla yang belum mengantuk tiba-tiba teringat akan paket tadi siang. Ia meraih tasnya dan mengeluarkan paket kecil itu lalu membuka bungkusannya.


Didalam paket itu ada sebuah kotak kecil berisi sebuah flash disk. Mikayla mengernyitkan dahinya. "Flash disk? Dari siapa? Isinya?


Mikayla lalu menyalakan layar monitor dimeja kerja diruangan kecil disamping kamar tidur mereka. Ia kemudian memasang flash disk tersebut dan membuka file yang ternyata sebuah video.


Mikayla sedikit mengeraskan volume dan mulai menonton video yang berdurasi pendek itu.

__ADS_1


Wajah Mikayla menegang manakala melihat wajah siapa yang ada dalam video tersebut. Tampak sosok suaminya ada disana dengan wajah yang memerah dan juga seorang wanita yang tidak kelihatan wujudnya, hanya suara. Mikayla dengan mudah mengenal suara wanita itu!


Dengan konsentrasi penuh Mikayla berusaha mendengarkan percakapan dalam video itu.


Perasaannya bagai diiris-iris dan matanya mulai basah oleh karena emosi dalam dadanya semakin memaksa air matanya untuk keluar.


"Delan...jadi..jadi ternyata kamu sudah lama tahu kalau aku tak bisa memberikanmu anak?" ucap Mikayla dengan bibir bergetar.


"Mengapa Delan? Mengapa kamu tak berterus terang saja padaku? Jadi sore itu kamu tertidur karena kelelahan meladeni wanita itu?"


Mikayla meremas kepalanya. Bahunya terguncang menahan suara tangisnya agar tidak pecah.


"Apakah kamu ingin menyembunyikan semuanya karena keinginanmu untuk memiliki anak dengan Celine?" Mikayla semakin kalut. Ia kemudian mematikan komputer dan meletakan kepalanya dimeja. Ia terus menangis dalam kehancuran sampai Ia tertidur hingga pagi menjemput.


Mikayla terkejut ketika sebuah kecupan membangunkannya. Ia perlahan membuka matanya dan mendapatkan Delano sedang mengusap bahunya.


"Mengapa tidur disini? Kamu pasti kerja sampai larut malam kan?" ujar Delano.


Mikayla mencoba tersenyum walau dipaksakan karena Ia teringat akan kesedihannya semalam yang membuatnya menangis sampai tertidur.


"Honey, kenapa matamu bengkak? Apakah kamu menangis semalaman?" ujar Delano sambil menyentuh mata indah istrinya namun ditepis oleh Mikayla dengan cepat.


"Ehmm....errgh...aku semalam menonton film yang mengharukan dan aku terbawa keadaan sehingga ikut-ikutan menangis sampai aku ngantuk dan tertidur."


Delano tersenyum geli. "Ya sudah. Lain kali gak boleh nonton sampai tertidur ya, aku gak mau tidur sendirian. Ayo Mandi Sana. Aku sudah menyiapkan sarapan. Aku antar kamu ke tempat kerja."

__ADS_1


Sekali lagi Mikayla hanya tersenyum kecil dan berlalu ke dalam kamar mandi. Tangisnya kembali pecah dibawah guyuran shower. Ia belum bisa mempercayai mengapa Delano bersikap seolah-olah tak berbuat kesalahan apapun padanya. Sikap Delano sangat manis, bahkan terlalu manis untuk dirinya!


__ADS_2