
Mikayla keluar dari ruang konsultasi skripsi. Ia lega karena konsultasinya dengan Pak Teguh bisa berjalan lancar tanpa embel embel drama yang bikin hatinya dongkol.
Perutnya tiba-tiba berbunyi. Sejak pagi memang ia belum makan karena tergesa-gesa meninggalkan rumah agar tidak bertatap muka dengan ayahnya. Bekas lebam diwajahnya sudah mendingan berkat salep super mahal yang selalu dipesan khusus oleh ibunya dari Singapura.
Mikayla memutuskan untuk menuju cafe. Ia lega karena mendapatkan teman se gengnya sedang kumpul disalah satu pojok kantin.
"Hai Kayla. Duduk disini." pinta Ferry begitu melihat Mikayla.
"Gak ah....kalian payah. Gak setia kawan." ucap Mikayla dengan cuek.
"Eitsss....mau kemana. Duduk disini. Jangan ngambek begitu dong." ucap Gina sambil menarik tangan Mikayla hingga Ia terduduk disampingnya.
"Kami semua kemarin bertepatan sedang gak bisa menolong kamu. Aldo tertidur karena kurang sehat, Ferry sedang penelitian, sedangkan aku sedang menemani nenekku yang datang berkunjung. Kamu tahukan kalau nenekku sedang bersamaku, gak bakalan bisa pegang hape. Kalau Chintya kamu sudah tahu alasannya. Gini aja deh....aku traktir kamu makan sepuasnya." ucap Gina sambil tersenyum manis pada Mikayla.
Mikayla menarik nafasnya, Ia tak tega juga kalau teman-temannya sudah minta maaf dengan memberikan alasan yang masuk akal. Sedetik kemudian Ia tersenyum.
"Nah gitu dong." ujar Aldo sambil menepuk bahu Mikayla.
Merekapun memesan makanan dan minuman masing-masing serta melanjutkan pembicaraan mereka tentang geng Apachel.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian seorang pemuda tampan bercelana jeans dan jacket kulit tampak memasuki kantin dengan menggandeng seorang gadis cantik disampingnya.
"Liat tuh...si Delon. Mantan kamu, Kayl. Udah cewek baru lagi hari ini. Padahal beberapa hari lalu aku liat dia lagi mesra-mesraan dengan si Ciara, putri kampus itu, di sebuah club malam." ucap Gina sambil tak melepaskan pandangannya pada pasangan tersebut.
Mikayla sempat melayangkan pandangannya sekilas kemudian Ia hanya menunduk dan pura-pura sibuk dengan makanannya.
Dalam hatinya Ia masih sangat mencintai dan mengharapkan Delon untuk kembali padanya. Namun, apa yang bisa diharapkan dari seorang playboy kelas kakap seperti itu?
Setahun yang lalu Ia menjalin kasih dengan Delon Prasetya, anak dari sahabat dekat ayahnya, Tuan Samson Prasetya. Mereka bertemu disebuah balapan motor. Siapa sangka kalau mereka ternyata sekampus walau berbeda jurusan. Umur mereka juga sama. Selain mendapat julukan idola kampus, Delon juga dianggap playboy dan berandal. Tapi Mikayla benar-benar jatuh cinta pada Delon. Bahkan bisa dikatakan cinta matinya!
Namun, bukan Delon si playboy namanya jika hanya setia pada satu cewek. Ketika sedang pacaran dengan Mikayla, ternyata Ia juga sedang jalan dengan cewek lain. Mikayla yang sering diabaikan dengan perlakuan Delon, terpaksa harus mundur teratur karena capek bertengkar dengan Delon setiap saat. Namun, terlepas dari semua kekurangan Delon, Mikayla masih sangat mengharapkan untuk dapat bersama cowok itu lagi.
"Aku harus pulang nih....kemarin sudah dimarahin orang tuaku. Jadi aku mau cari muka dulu biar tetap dapat duit dari nyokap."
Mikayla berdiri dan pamit. Ia berjalan keluar kantin tanpa menoleh lagi. Ia tak mau melihat lagi kearah Delon dan cewek barunya.
Perasaan Mikayla menjadi tak karuan jika harus bertemu cinta matinya bersama seorang cewek cantik. Tapi Ia tak bisa apa-apa lagi selain harus menyimpan cintanya pada si playboy tampan itu sedalam mungkin.
Mikayla berjalan sejauh mungkin dari cafe tersebut. Ketika hendak berbelok kearah parkiran untuk mengambil motornya, seorang cowok menghadangnya.
__ADS_1
"Tommy! Ngapain kamu menghalangi jalanku?" ujar Mikayla sedikit keras.
"Kayl, jangan begitu dong. Sampai kapan sih kamu menghindariku? Okelah. Aku sudah minta maaf padamu dan sekarang aku mau minta maaf lagi. Ayolah Kayl, please!" Tommy meletakan kedua tangannya didepan dada dengan mimik penuh penyesalan.
Mikayla sedikit dongkol tapi gak tega juga karena tampang cute Tommy yang berubah minta dikasihani.
"Baiklah Tom. Aku maafkan kamu, dengan catatan jangan pernah lagi buat kebodohan didepan umum berkaitan dengan perasaanmu padaku. Banyak gadis dikampus ini yang mengejarmu. Kamu itu selain punya tampang, juga pintar. Tapi kamu bukan tipe aku karena kamu adik tingkat aku. Please deh... aku gak mau jadi emakmu dikemudian hari. Paham?" Setelah berucap, Mikayla menaiki motornya dan bersiap untuk pergi tapi lagi-lagi Tommy menahan stir motornya.
"Kayl, tapi bolehkan kita berteman baik?" ucap Tommy dengan wajah memelas.
"Pikirkan lagi Tom sebelum kamu benar-benar menjadi teman baikku karena orang tuamu bisa jantungan kalau tahu kamu punya teman seorang cewek yang dijuluki berandal kayak aku ini." Setelah berucap demikian, Mikayla menjalankan motornya meninggalkan Tommy yang masih memandangnya dengan perasaan kecewa.
Bagi Tommy, Mikayla adalah gadis yang unik dan istimewa. Walaupun gaya pergaulannya kelihatan negatif dimata orang pada umumnya, tapi Tommy yakin kalau Mikayla adalah gadis yang memiliki kelembutan hati. Tommy beberapa kali melihatnya membantu para penjual dari orang-orang yang suka memalak para penjual dengan meminta uang secara paksa. Hal itulah yang membuat hati Tommy terpaut padanya, ditambah lagi wajah manis nan cantik dari Mikayla benar-benar sebuah kombinasi sempurna di matanya. Walaupun Tommy menyadari cintanya tak berbalas karena jelas-jelas gadis impiannya itu tidak pernah tertarik padanya hanya dengan alasan umurnya yang terpaut dua tahun lebih muda dari Mikayla.
# Delon Prasetya
# Tommy
__ADS_1