Menikahi Gadis Berandal

Menikahi Gadis Berandal
Kesedihan


__ADS_3

Mikayla duduk dihadapan dokter yang selama ini menanganinya. Ia dapat melihat wajah dokter tersebut dengan saksama membaca hasil pemeriksaan laboratoriumnya.


Dokter itu memandang Mikayla sambil tersenyum sekilas.


"Dari hasil pemeriksaan ini menunjukkan bahwa anda mengalami gangguan keseimbangan hormon sehingga menyebabkan anda sulit untuk hamil lagi. Ada dua kemungkinan, anda bisa hamil dengan berbagai pengobatan atau anda selamanya tidak bisa hamil."


Jantung Mikayla serasa mau copot. Kekecewaan terlihat jelas diwajahnya. Bibirnya bergetar. Ia ingin menangis tapi berusaha keras menahannya.


"Mrs. Prasetya, jika anda mau, kami akan melakukan terapi hormon dan beberapa pengobatan pada anda. Sebagian wanita berhasil memiliki keturunan dengan cara ini walaupun saya tidak bisa menjamin cara ini akan berhasil pada anda. Tapi apa salahnya mencoba."


Mendengar perkataan dokter tersebut Mikayla hanya bisa mengangguk lemah. "Saya siap mencobanya, Dok. Kapan bisa dimulai?"


Dokter tersenyum. Kita mulai dengan obat-obatan dulu." kata Dokter sambil menuliskan resep kemudian memberikannya pada Mikayla.


"Tolong obat-obatan ini diminum teratur dan jangan sampai putus. Anda bisa kontrol lagi bulan depan."

__ADS_1


Mikayla mengambil kertas resep dari tangan dokter kemudian berdiri dan pamit. Kakinya terasa lemah ketika berjalan menyusuri koridor klinik kearah apotik.


Ketika tiba di apotik, Mikayla menyerahkan kertas resep dan membayarnya. Ia kemudian duduk disebuah bangku dengan wajah sarat kesedihan.


Tak jauh dari situ, ternyata ada seseorang yang sedang memperhatikannya sewaktu berjalan menuju apotik. Orang itu adalah Celine yang juga sedang berobat karena beberapa bulan terakhir ia sempat kecanduan obat terlarang dan berusaha untuk sembuh kembali.


"Bukannya itu istri Delano? Mengapa Ia sendirian? Hmm...ia kelihatan stress berat!"


Celine yang penasaran dengan istri mantan pacarnya itu segera menutup kepalanya dengan syal dan memasang kaca mata hitamnya. Ia berusaha untuk menyembunyikan wajahnya.


Celine bangkit dari tempatnya duduk kemudian pindah lebih dekat dimana Mikayla sedang duduk menyandarkan kepalanya ke dinding. Celine memperhatikan Mikayla yang sedang meremas-remas rambutnya. Tampak air mata keluar dari pelupuk matanya.


Tanpa sadar Mikayla bergumam pada dirinya sendiri.


"Ya Tuhan, mengapa begini? Delano sangat menginginkan punya anak, tapi aku tak bisa memberikannya." ujar Mikayla sambil menutup matanya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


Karena jarak duduknya dengan Celine hanya dekat, Celine samar-samar dapat mendengar kata-kata yang keluar pelan dari mulut Mikayla.


Ada senyum menyeringai diwajah Celine. "Jadi itu masalahnya ya." guman Celine.


"Apakah Delano tahu kalau istrinya mandul? Hmm....kasihan sekali."


Celine kembali tersenyum. Terbersit suatu rencana dalam pikirannya. "Mungkin masalah ini adalah cara untuk dapat memisahkan kalian!"


Celine perlahan beranjak dari tempat duduknya dan kemudian berlalu dari situ meninggalkan Mikayla yang masih terus mengutuki dirinya.


Kesedihan memenuhi hati dan pikirannya. Bagaimana jika Delano tahu? Apa yang akan dikatakan orang tua Delano? segala pertanyaan terus berkecamuk di kepala Mikayla.


Ia terkejut ketika namanya dipanggil. Sambil menyeka sisa-sisa air matanya, ia bergegas mengambil obat dan kemudian terburu-buru berlalu dari tempat itu.


Pikiran Mikayla benar-benar kalut mengingat kembali perkataan dokter. Ia semakin resah jika membayangkan bagaimana reaksi Delano bila mengetahui kenyataan tentang dirinya.

__ADS_1


Mikayla merasa dirinya bukanlah wanita yang sempurna. Ia benar-benar merasa tertekan dengan kenyataan tersebut. Namun ia bertekad untuk tetap tegar dan menjalani terapi pengobatan walaupun hasilnya tidak pasti.


Baginya, selama ini Delano tidak pernah menanyakan mengapa Ia belum kunjung hamil lagi. Delano pun tak pernah mengajaknya memeriksakan diri. Kelihatannya Delano tidak begitu mempermasalahkan hal itu dan Mikayla merasa lega dengan semua itu walaupun tak bisa mendustai hatinya kalau Ia masih syok dan sedih dengan kenyataan yang harus dijalaninya.


__ADS_2