Menikahi Gadis Berandal

Menikahi Gadis Berandal
Depresi Berat


__ADS_3

Malam itu Delano tiba dirumahnya dengan perasaan sedikit bingung. Ia langsung mencari-cari Mikayla disemua ruangan tapi tidak ada.


Bagaimana ia tidak bingung? Ketika hendak menjemput Mikayla dibutik tempatnya bekerja, managernya berkata bahwa istrinya telah resign dan tidak lagi bekerja sejak hari itu. Yang Ia tahu, Mikayla sangat mencintai pekerjaannya dan Delano ingin sekali tahu alasan tiba-tiba istrinya berhenti.


Delano semakin resah manakala tidak menemukan Mikayla di rumah. Ia sudah beberapa kali mencoba menelpon tapi hape istrinya tidak aktif lagi.


Dengan perasaan yang lelah Delano menghempaskan tubuhnya diatas ranjang. Matanya menerawang dengan pikiran penuh tanda tanya. Selama ini memang Mikayla tidak lagi sehangat dulu dan itu semakin membuat Delano terkadang kesal sendiri. Karena merasa lelah Delano tertidur hingga pagi menjelang.


Delano mengerjapkan matanya berulang kali. Ia mencari-cari keberadaan Mikayla disampingnya tapi nihil.


"Apakah aku ketiduran sampai pagi? Dimana istriku? ucapnya setelah tersadar penuh.


Mata Delano tertuju pada sebuah kertas yang ditekan oleh sebuah flash disk diatasnya.


Ia bangkit meraih kertas itu dan mendapatkan tulisan tangan Mikayla.


Ia mulai membaca dengan perasaan yang seperti dicabik-cabik. Lekas-lekas ia menuju ke ruang kerjanya dan menyalakan komputer lalu memasang flash disk yang ditinggalkan Mikayla untuk dilihatnya.


Delano sangat terkejut melihat dirinya dalam video itu. Yang lebih mengejutkan lagi, di dalam video itu Ia sedang bicara ngawur dengan sosok yang tidak nampak tapi Ia kenal sekali dengan suara itu.


Delano meremas rambutnya dan membanting semua barang yang ada diatas meja kerjanya.


"Brengsek kau, Celine! Apa tujuanmu melakukan hal ini padaku, heh?" Delano meninju meja kerjanya sekuat tenaga hingga tangannya menjadi merah.

__ADS_1


Dengan mata yang memerah ia kembali membaca catatan Mikayla. Sesekali Ia menelan ludahnya yang terasa pahit.


"Honey, maafkan aku. Aku benar-benar tidak sadar saat itu. Aku pasti akan membuat perhitungan denganmu, Celine!"


Dengan tubuh yang terasa lemas, Delano turun perlahan dari lantai dua rumahnya dan terduduk lesu disudut tangga. Ada rasa kehilangan yang mencabik-cabik dadanya. Walaupun Mikayla berjanji hanya pergi untuk sementara waktu dan akan kembali pulang, namun tetap saja kepergiannya membuat Delano serasa terpuruk!



Delano memejamkan matanya sesaat. Bayangan wajah istrinya berkelebat dipikirannya. Ia tak dapat membayangkan bagaimana hancurnya perasaan Mikayla sewaktu menonton video itu.


Delano bangkit dan menuju sofa ruang keluarga. Ia menyalakan TV secara asal dan mengeraskan volumenya hanya agar rumah besar itu tidak terkesan sangat sunyi.


Seketika matanya terbelalak mendengar berita kecelakaan pesawat yang sedang menjadi trending topik hari itu.


Tampak dilayar tertulis semua nama korban yang tak satupun selamat karena pesawat yang hancur berkeping-keping dan tenggelam di samudera pasific.


Dalam daftar nama itu terdapat nama istrinya dengan penerbangan tujuan Korea Selatan untuk transit dan berakhir di Jakarta.


Wajah Delano menegang, terasa nafasnya mau putus. Sedetik kemudian Ia berteriak seperti orang gila!


"Tidaaaaak! Kaylaaaaaa!"


Delano berlari kembali ke kamarnya dan meraih hapenya. Ia kemudian kembali ke ruang keluarga dan menekan nomor yang terpampang dilayar televisi. Ia menunggu kemudian tersambung.

__ADS_1


"Halo dengan Maskapai Korean Airlines, ada yang bisa saya bantu?" ucap suara diseberang.


"Iya, ini dengan Delano Prasetya. Saya suami dari salah satu korban kecelakaan pesawat tadi malam. Saya ingin mendapat kepastian keberadaan istri saya." ucap Delano dengan suara bergetar.


"Boleh saya tahu nama di passport istri anda?"


"Mikayla Permadi, warga negara Indonesia."


Terdengar bunyi tuts tuts keyboard computer sesaat.


"Tuan Prasetya, pertama-tama kami mengucapkan rasa belasungkawa yang sebesar-besarnya. Nama istri anda ada di dalam daftar penumpang dengan tempat duduk business nomor C 1. Untuk saat ini telah dipastikan bahwa semua penumpang Korean Airlines tidak ada yang selamat mengingat lokasi tempat pesawat tenggelam adalah samudera yang sangat luas. Kami berharap Tuan bisa datang ke kantor maskapai kami untuk mengurus beberapa berkas penting. Kedatangan Tuan kami tunggu segera. Terima kasih"


Delano terhempas diatas sofa. Hapenya telah jatuh keatas karpet dan tidak digubriskannya. Ia seperti mau pingsan. Tatapannya kabur oleh air mata yang keluar. Detak jantungnya memburu dengan nafas yang tak beraturan.


Beberapa menit kemudian, ia meraih hapenya dari atas karpet dan mulai menelpon orang tuanya dan juga mertuanya untuk memberitahukan berita duka tersebut.


Orang tua Delano sangat syok terlebih orang tua Mikayla. Ibu Mikayla sampai pingsan berkali-kali demi mendengar bahwa anaknya telah berpulang menghadap yang Kuasa.


Delano mengalami depresi berat dan Robert beserta Leony banyak membantunya untuk memulihkan kesehatannya yang menurun selama beberapa minggu menjalani hidup tanpa Mikayla.


Bukan hanya Robert dan Leony yang sangat berduka, tapi seluruh karyawan Delano sangat bersedih dan berempati dengan kenyataan pahit tersebut. Mereka benar-benar tak menyangka hidup istri bossnya hanya sesingkat itu.


Mereka bergantian menemani Boss mereka dirumahnya agar ia tidak terlalu depresi melalui hari-harinya yang berat.

__ADS_1


__ADS_2