Menikahi Gadis Berandal

Menikahi Gadis Berandal
Perselisihan


__ADS_3

Sudah beberapa minggu berlalu, Mikayla lebih banyak menghabiskan waktunya dengan Leony ketimbang dengan Delano. Delano benar-benar tenggelam dalam pekerjaannya sehingga perhatiannya untuk Mikayla tidak lagi seperti dulu.


Mikayla merasakan sedikit kebosanan. Dua hari belakangan Leony tidak bisa menemaninya hanya untuk sekedar jalan karena Leony ingin menghabiskan waktunya dengan Robert tunangannya. Mikayla sadar kalau perhatian Leony untuk Robert sedikit berkurang sejak berteman dengan dirinya.


Mikayla menarik nafas dengan berat. Hari menjelang sore tapi ia tahu kalau Delano akan tiba di rumah nanti pukul delapan atau sembilan karena hari ini adalah jadwalnya berolah raga dan latihan taekwondo di studio langganannya.


Seketika Mikayla merindukan teman-teman segengnya. Dan hal yang paling Ia rindukan adalah jalan-jalan dengan motor besarnya jika pikiran sedang bosan atau penat.


Tiba-tiba Mikayla teringat kalau Delano punya motor yang disimpan oleh penjaga parkiran di basement. Motor itu jarang di pakai Delano semenjak ia sibuk dengan pekerjaannya.


Mikayla berjalan kearah sebuah lemari penyimpanan. Ia mencari-cari dan menemukan sebuah kunci yang mirip dengan kunci motor. Ia meraihnya dan kemudian menuju kekamar untuk mengambil jaket kulitnya yang dibeli bersama Delano sewaktu jalan-jalan ke pusat wisata Hollywood.


Mikayla keluar dari apartemen menuju basement. Ia menemui seorang pria negro bernama Nick yang dengan setia menjadi penjaga diparkiran itu.


"Hi Nick. How are you?" Sapa Mikayla dengan ramah.


"Oh, Hi Ms. Prasetya, I'm good. Thanks. Is there anything I can do for you?"


"Yes, please. I'm gonna use my husband motorcycle for about two hours. I need fresh air around this city." ucap Mikayla.


"Okay. Wait a minute, please." ujar Nick sambil masuk kedalam dan membuka sebuah ruangan lumayan besar yang berisi berbagai jenis motor. Ia mengambil sebuah motor besar berwarna merah beserta helmnya dari sebuah locker didekat situ.


Beberapa menit kemudian Ia keluar lagi.


"Your motorcycle is ready Ms. You can take it out now."


Mikayla tersenyum dan langsung berjalan menuju motor yang sudah disiapkan Nick. Ia kemudian memasukkan kunci dan memutarnya. Mikayla memanaskan mesin motor itu beberapa saat sebelum memasang helmnya.


Beberapa menit kemudian Ia sudah diatas motor dan siap untuk pergi.


"Thank you so much, Nick. I'll see you later."


ucapnya sambil melambaikan tangannya pada Nick.


Mikayla merasakan kesenangan yang sudah lama Ia tinggalkan. Yang kurang hanyalah teman-teman segengnya yang tidak berada bersamanya saat itu.


Bermodalkan GPS dihapenya, Mikayla melarikan motornya kearah perbukitan kecil dimana ia dapat melihat dengan jelas tulisan "Hollywood" yang tergantung pada ketinggian ratusan meter diatasnya.


Matahari mulai turun dan kegelapan mulai mendominasi. Lampu-lampu jalanan telah menyala. Mikayla sangat menikmati sore itu dibukit kecil yang tidak begitu ramai.


Beberapa saat kemudian Ia memacu lagi motornya kearah pinggiran kota. Ia tak mau ke pusat kota karena ramai dengan orang-orang yang berlalu lalang. Lagian, ia tak mau terlibat dengan petugas patroli disekitar situ.


Karena keasyikan menikmati suasana malam di kota kecil itu, Mikayla sampai lupa waktu. Ia kemudian tersadar dan segera mengecek jam dimotornya. Hampir pukul sembilan malam. "Gawat! Delano akan segera pulang."


Mikayla segera memacu kembali motornya. Ia menjadi gelisah karena tanpa ia sadari, empat jam telah ia habiskan menyusuri kota itu sendirian.

__ADS_1


Tiba di parkiran apartemennya, Mikayla langsung menyerahkan motor tersebut kepada Nick.


"Ms. Prasetya, your husband has just asked about you and I told him that you'd been using the motorcycle since afternoon."


Mikayla hanya bisa tersenyum meringis sambil mengucapkan terima kasih. Ia cepat-cepat berlalu dari situ menuju ke apartemennya.


Saat Mikayla masuk, ia mendapatkan Delano yang sedang berdiri melipat tangannya didepan dada sambil memandang keluar jendela. Wajahnya terlihat dingin dan sedang kesal.


Mikayla berjalan perlahan tanpa mengucapkan sepatah katapun. Ia tahu kalau Ia baru saja melakukan sebuah kesalahan.


"Berhenti disitu!" suara Delano mengagetkan Mikayla yang langsung menghentikan langkahnya. Jantungnya mulai berdebar karena gugup. Suara Delano kedengaran sangat marah.


Sesaat kemudian Delano berjalan kearah Mikayla dengan tangannya yang masih terlipat didepan dada.


"Kamu tahu kesalahanmu?" bentak Delano.


Mikayla hanya tertunduk.


"Maaf. Tapi aku hanya meminjam motormu sebentar. Salahkah?" ucap Mikayla mencoba membela dirinya. Kini Ia telah mengangkat wajahnya membalas tatapan tajam Delano yang terasa sangat menusuk.


"Tentu saja salah. Salah besar!" suara Delano meninggi.


"Katakan salahnya dimana? Tak biasakah aku menikmati waktuku?" Mikayla mulai berteriak.


"Kamu tak punya SIM, Kayla! Kamu tahu konsekwensinya kalau tak punya SIM di negara ini?" teriak Delano.


Delano mencengkeram pundak Mikayla yang berusaha meronta untuk lepas dari cengkeraman Delano, tapi Delano terlalu kuat baginya.


"Dengar kamu ya. Jangan pernah bawa-bawa sisi liarmu sebagai seorang berandal ke negara ini, karena akulah yang harus bertanggung jawab jika sesuatu terjadi padamu!" suara Delano terdengar sangar ditelinga Mikayla.


"Lepaskan aku, brengsek! Aku juga tahu konsekwensinya! Kamu pikir aku idiot? Aku tidak pergi ke pusat kota karena tahu resikonya! Aku tidak sebodoh yang kamu pikirkan!" suara Mikayla memekakan telinga Delano.


"Dengar kamu kucing liar! Aku tak mau buang-buang waktu dan tenagaku hanya untuk mengurusmu jika suatu saat kamu berurusan dengan pihak yang berwajib. Supaya kamu tahu ya, peraturan naik kendaraan bermotor di negara ini tidak sama dengan di Indonesia yang bisa seenaknya dengan motor kemanapun kamu mau. Mengerti kamu?" Delano kembali membentak Mikayla.


Mikayla melepaskan cengkeraman Delano dengan kasar sampai Ia akhirnya bisa membebaskan dirinya. Ketika Ia hendak berlalu dari hadapan pria yang sedang marah itu, Delano menahan tubuhnya.


"Aku belum selesai bicara!" teriak Delano.


"Aku gak sudi bicara denganmu!" balas Mikayla.


Delano mendorong tubuh ramping itu ke atas sofa hingga Mikayla terjerembab disitu dengan posisi terlentang.


Delano yang sudah sedikit kesetanan langsung menahan kedua tangan gadis yang berusaha bangun untuk lepas dari pertahanan Delano pada tubuhnya.


Delano yang sedikit kewalahan terpaksa menindih tubuh Mikayla sehingga gadis itu tak berkutik.

__ADS_1


"Lepaskan aku Delan! Kamu memang brengsek!" Mikayla berontak.


Delano mendekatkan wajahnya ke wajah gadis itu. "Kamu memang harus dijinakkan! Dengar kamu! Suka atau tidak aku ini suamimu. Aku yang bertanggung jawab penuh terhadap hidupmu sekarang! Jangan lagi terulang yang kedua kalinya naik motor tanpa seizinku. Mengerti kamu?" Delano semakin marah karena gadis itu tetap melawan dibawahnya.


"Aku gak butuh kamu bertanggung jawab atas hidupku! Lepaskan aku!" teriak Mikayla.


Delano semakin emosi dengan perlawanan Mikayla. Entah dorongan dari mana, seketika Delano mendaratkan bibirnya ke mulut gadis yang sedang berontak itu. Ciumannya bertubi-tubi membuat Mikayla kewalahan.


Ciuman Delano semakin memanas. Tangannya semakin kuat menahan kedua tangan gadis yang mulai kelihatan kehabisan kekuatan itu.


Mikayla berhasil meloloskan mulutnya dari cengkeraman bibir Delano.


"Brengsek kamu! Kamu pikir aku gadis liar yang biasa kamu pakai disini, heh?"


Delano semakin murka mendengar tuduhan Mikayla. Tanpa pikir panjang Delano kembali ******* bibir itu sekuat tenaga sambil tangannya berusaha melepaskan jaket dan blus gadis yang terasa semakin lemah tenaganya itu.


Mikayla semakin berontak walaupun keluatannya hampir habis. Tangan Delano telah berhasil membuka paksa jaketnya. Dan kini blusnya telah kehilangan beberapa buah kancing. Sedetik kemudian tubuh bagian atasnya telah terpampang polos tanpa penghalang.


Mikayla berusaha mencengkeram lengan sofa diatasnya sekuat tenaga manakala Delano yang sudah diluar kontrol mulai menikmati kulit putih lehernya dengan ciuman yang disertai gigitan-gigitan kecil yang meninggalkan jejak-jejak kemerahan.


Mikayla merintih dengan mulutnya yang terbuka. Ada air mata yang keluar dari kedua sudut matanya. Tenaganya semakin terkuras.


Seperti aliran listrik yang menyakitkan, Mikayla hanya bisa pasrah manakala Delano telah memainkan bibirnya dengan buas didadanya cukup lama.


Tangan Delano tidak lagi mencengkeram tangan gadis yang sudah tak berdaya itu. Kini tangannya telah digunakan untuk membelai dan meremas dada indah yang sedang dinikmati bibirnya. Setelah mendapatkan kepuasan dibagian itu, Delano kembali berpindah kebibir Mikayla yang masih setengah terbuka. Ia menyesap bibir itu dengan penuh gairah sambil tangannya terus mengerayangi bagian lain ditubuh gadis itu.


Delano terus menikmati setiap hisapannya hingga bibir gadis itu terasa menebal.


Ketika salah satu tangannya hendak membuka kancing celana jeans gadis yang telah kelu itu, Ia tersadar seketika. Akal sehatnya seperti kembali ke dalam tubuhnya setelah mengembara beberapa waktu.


Delano melepaskan bibirnya dari bibir gadis itu. Ia kemudian berdiri dalam kebingungan dan berusaha mengatur irama nafas dan jantungnya yang masih memburu.


Ia menatap gadis yang tak berdaya itu. Wajahnya telah basah dengan air mata.


Delano segera memungut jaket kulit Mikayla yang sudah berserakan bersama blus dan branya diatas karpet lalu menutupi tubuh bagian atas Mikayla yang telah dipenuhi tanda-tanda kemerahan.


Delano kemudian beranjak ke dalam kamar menuju kamar mandi. Guyuran air mulai meredakan nafas dan jantungnya yang tadi seperti berpacu.


Delano menampar pipinya sendiri kemudian meninju dinding kamar mandi. Ia benar-benar menyesali apa yang baru diperbuatnya terhadap Mikayla. Seumur-umur ia belum pernah memperlakukan wanita seperti adegan tadi, tidak juga terhadap mantan pacarnya! Bagi Delano, meniduri seorang wanita untuk sekedar memuaskan nafsu tidak pernah ada dalam kamus hidupnya.


"Maafkan aku, Kayla! Aku memang brengsek!" ucapnya dengan hati yang galau.


****************************************


Hi, readers kesayangan 😊

__ADS_1


Lama gak menyapa kalian. Semoga karya ketigaku ini berkenan dihati kalian serta dapat menghibur. Author sangat mengharapkan koment-komentnya supaya bisa nulis lebih baik lagi. Jangan lupa LIKE plus rate bintang limanya ya πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Love you all β™₯️β™₯️β™₯️β™₯️


__ADS_2